السّجدة (As-Sajdah)
Per AyatMushaf
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
يُؤْمِنُ
beriman
بِاٰيٰتِنَا
dengan ayat-ayat Kami
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اِذَا
apabila
ذُكِّرُوْا
mereka diperingatkan
بِهَا
dengannya
خَرُّوْا
mereka menyungkur
سُجَّدًا
sujud
وَّسَبَّحُوْا
dan mereka bertasbih
بِحَمْدِ
dengan memuji
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
وَهُمْ
dan mereka
لَا
tidak
يَسْتَكْبِرُوْنَ
mereka menyombongkan diri
۩
﴿١٥﴾
Orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya (ayat-ayat Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Tuhannya, dan mereka tidak menyombongkan diri.
3518 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya yang membenarkan dan mengamalkan ayat-ayat al-Qur’an hanyalah orang-orang yang bila dinasehati dengan al-Qur’an dan dibacakan al-Qur’an kepada mereka, maka mereka bersujud kepada Tuhan mereka dengan khusyu’ dan tunduk. Mereka menyucikan Allah dalam sujud mereka dengan memujiNya, mereka tidak menyombongkan diri dari bersujud dan bertsabih kepada Allah, serta beribadah hanya kepada Allah semata tidak ada sekutu baginya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7567-surat-as-sajdah-ayat-15.html
Tafsir as-Sa'di
15. Ketika Allah menjelaskan (keadaan) orang-orang kafir terhadap ayat-ayatNya dan azab yang telah Dia siapkan untuk mereka, maka Dia menjelaskan tentang orang-orang yang beriman kepadanya, ciri mereka, dan pahala yang telah disediakan untuk mereka, searaya berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami,” yakni dengan iman yang hakiki, yaitu orang yang mempunyai tanda-tanda keimanan, dan mereka adalah “orang-orang yang apabila diperingatkan,” dengan ayat-ayat Rabb (Allah), lalu dibacakan kepada mereka ayat-ayat al-Quran, dan mereka dihadapkan kepada nasihat-nasihat para utusan Allah serta diajak untuk menghayatinya, maka mereka menyimaknya lalu menerimanya dan mereka tunduk, serta “mereka menyungkur sujud,” maksudnya, patuh kepadanya dengan tunduk mengingat Allah dan gembira karena bisa mengenalNya. “Dan bertasbih serta memuji Rabbnya, sedang mereka tidak menyombongkan diri,” tidak dengan hati mereka dan tidak pula dengan jasad mereka lalu enggan untuk terhadapnya, dan mereka menghadapinya dengan menerimanya, berserah diri dan meresponnya dengan lapang hati dan berserah diri. Mereka berupaya dengannya untuk meraih keridhaan Allah, Rabb yang Maha Penyayang, dan mereka menjadikannya sebagai pedoman menuju jalan yang lurus.
Sumber: https://tafsirweb.com/7567-surat-as-sajdah-ayat-15.html
Tafsir Al-Wajiz
15. Adapun orang-orang yang mengimani ayat-ayat Alquran yang Kami turunkan hanyalah orang-orang yang mau mengambil pelajaran darinya kemudian bersujud kepada Allah dengan khusyuk. Mereka mensucikan nama Allah dari segala yang tidak patut.Mereka memuji dan bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang Allah berikan dan nikmat paling agung adalah nikmat iman. Mereka tidak sombong atas ketaatan yang telah mereka lakukan, mereka merendahkan diri karena Allah
Sumber: https://tafsirweb.com/7567-surat-as-sajdah-ayat-15.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 15-17 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami) yaitu, tidak ada yang membenarkannya melainkan (orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud) yaitu mendengar dan menaatinya, melalui ucapan maupun perbuatan (dan bertasbih serta memuji Tuhannya, sedangkan mereka tidak menyombongkan diri) yaitu dari mengikuti dan menaatinya, tidak sebagaimana yang dilakukan orang-orang bodoh dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang durhaka. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina (Surah Ghafir: 60) kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya) yaitu mereka selalu mengerjakan shalat sunnah malam hari, tidak tidur, dan tidak berbaring di tempat pembaringannya.Mujahid dan Al-Hasan berkata tentang firmanNya: (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya) yaitu mengerjakan shalat sunnah malam hari Diriwayatkan dari Anas, Ikrimah, Muhammad bin Al-Munkadir, Abu Hazim, dan Qatadah, bahwa yang dimaksud adalah menunggu di antara dua shalat Isya’ Diriwayatkan dari Anas bahwa makna yang dimaksud adalah menunggu kedatangan waktu shalat Isya’. (sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap) yaitu takut kepada siksaanNya dan berharap kepada pahalaNya yang melimpah (dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka) Maka mereka menghimpunkan antara amal mendekatkan diri yang wajib dan yang sunah, dan orang yang paling terkemuka, paling depan dan paling dihormati di dunia dan akhirat adalah Rasulullah Saw Imam Ahmad berkata dari Mu'adz bin Jabal, dia berkata ketika aku sedang bersama Nabi ﷺ dalam suatu perjalanan, dan di suatu pagi hari aku berada di dekat Nabi ﷺ, dan kami berjalan dengannya, lalu aku bertanya,"Wahai Nabi Allah, ceritakanlah kepadaku tentang suatu amal yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka" Beliau menjawab:”Sungguh kamu menanyakan sesuatu yang agung, dan sesungguhnya hal itu mudah bagi orang yang dimudahkan Allah, yaitu hendaknya kamu menyembah Allah dan jangan menyekutukanNya dengan sesuatu apapun, kamu mengerjakan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan berhaji ke Baitullah” Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda lagi, "Apakah kamu mau aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Yaitu puasa adalah benteng, sedekah itu dapat menghapuskan dosa, dan shalat seseorang di tengah malam" Kemudian beliau membacakan firmanNya: (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya) sampai dengan firmanNya: (sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikannya untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata) yaiut maka tidak ada seorang pun yang mengetahui keagungan dari apa yang disembunyikan Allah سبحانه وتعالى untuk mereka di surga berupa nikmat yang menetap dan kelezatan yang tidak pernah ditampakkan siapapun sesuatu yang serupa dengan itu, ketika mereka menyembunyikan amal perbuatan mereka seperti itu, maka Allah menyembunyikan pahala bagi mereka sebagai balasan yang sesuai, karena balasan itu sesuai dengan jenis amalnya Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ: “Allah سبحانه وتعالى berfirman,"Aku telah menyediakan bagi hamba-hambaKu yang shalih, yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terbersit dalam hati seorang manusiapun” Abu Hurairah berkata,"Bacalah jika kalian mau: (Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata)
Sumber: https://tafsirweb.com/7567-surat-as-sajdah-ayat-15.html
Informasi
Surat
السّجدة (As-Sajdah)
Sajdah — 30 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
15 dari 30 ayat
Juz
Juz 21
Halaman
Halaman 416
Ruku
Ruku 359
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 83 (166/4)
Sajdah
Ayat Sajdah
Urutan Mushaf
Ayat ke-3518 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-32