اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
فَاِنْ
maka jika
تَوَلَّوْا
mereka berpaling
فَاِنَّ
maka jika
اللّٰهَ
Allah
عَلِيْمٌ
Maha Mengetahui
ۢبِالْمُفْسِدِيْنَ
terhadap orang-orang yang berbuat kerusakan
ࣖ
﴿٦٣﴾
Kemudian jika mereka berpaling, maka (ketahuilah) bahwa Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan.
356 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan jika mereka berpaling dari membenarkanmu dan mengikutimu maka mereka adalah orang-orang yang berbuat kerusakan, dan Allah Maha Mengetahui atas perbuatan mereka dan akan membalas mereka atas perbuatan tersebut
Sumber: https://tafsirweb.com/1195-surat-ali-imran-ayat-63.html
Tafsir Al-Wajiz
63 Kemudian jika mereka berpaling dari kebenaran yang jelas ini yaitu akidah pengesaan Allah yang diserukan kepada seluruh Nabi maka ini adalah kerusakan yang nyata, sebab itu adalah suatu kesyirikan dan kekufuran. Sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan dan akan mengazab mereka atas kerusakan yang mereka perbuat.
Sumber: https://tafsirweb.com/1195-surat-ali-imran-ayat-63.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 59-63 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah) dalam kekuasaan Allah سبحانه وتعالى sebagaimana Dia menciptakannya tanpa ayah (adalah seperti (penciptaan) Adam) Allah سبحانه وتعالى menciptakannya tanpa ayah dan ibu. Bahkan (Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia) Dia menciptakannya dari tanah tanpa ayah.Dia mampu menciptakan nabi Isa dengan cara yang lebih baik dan lebih pantas. Jika diperbolehkan klaim bahwa dia adalah anak Tuhan karena dia diciptakan tanpa ayah, maka penciptaan nabi Adam melebihi hal itu melalui cara yang pertama. Diketahui secara sepakat bahwa klaim itu adalah salah.Mereka mengklaim hal itu untuk nabi Isa adalah kebathilan yang parah dan kerusakan yang nyata. Akan tetapi, Tuhan yang Maha Luhur menginginkan untuk menunjukkan kekuasaanNya dalam menciptakannya ketika Dia menciptakan nabi Adam tanpa ada laki-laki maupun perempuan, Dia juga menciptakan Hawa dari seorang laki-laki tanpa seorang perempuan. Dia menciptakan nabi Isa dari seorang perempuan tanpa seorang laki-laki, seperti halnya dengan ciptaan yang lainnya dari laki-laki dan perempuan.Itulah sebabnya Allah berfirman dalam Surah Maryam: (dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia) [Surah Maryam: 21], dan di sini Allah سبحانه وتعالى berfirman: (itulah yang benar, yang datang dari Tuhanmu) yaitu yaitu bahwa firman yang benar ini tentang nabi Isa yang tidak ada yang menyingkirkannya dan tidak ada yang benar selain itu, serta tidak ada sesuatu setelah kebenaran selain kesesatan.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan RasulNya untuk bermubahalah dengan orang yang membantah kebenaran tentang perkara nabi Isa setelah adanya keterangan yang jelas: (Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu) yaitu kami mendatangi mereka dengan keadaan untuk melakukan mubahalah (kemudian marilah kita bermubahalah) yaitu memohon agar dilaknat (dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta) yaitu di antara kami atau kalian. Alasan turunnya perintah mubahalah ini dan ayat sebelumnya dari awal surah sampai sini adalah kunjungan delegasi Nasrani dari Najran, ketika mereka datang dan mengajukan argumen-argumen mengenai nabi Isa, mereka menganggap sesuatu yang mereka anggap bahwa nabi Isa adalah anak Tuhan dan bahkan Tuhan. Maka Allah menurunkan ayat-ayat ini sebagai dasar surah ini untuk membalas argumen mereka.Diriwayatkaan dari Hudzaifah, dia berkata: Datanglah dua orang, Al-'Aqib dan As-Sayyid, dua penduduk Najran kepada Rasulullah ﷺ, mereka ingin mengutuk beliau. Salah seorang dari mereka berkata kepada temannya: “Jangan melakukannya, demi Allah, jika dia memang seorang nabi, jika kita mengutuknya, maka kita tidak akan berhasil dan begitu juga keturunan kita. Mereka berdua berkata: “Kami akan memberimu apa yang kalian minta dan kirimkanlah bersama kami seseorang yang terpercaya, dan janganlah kamu mengutus dengan kami kecuali seseorang yang terpercaya.Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh aku akan mengirim bersama kalian seseorang yang terpercaya, sungguh, dia adalah orang yang benar-benar terpercaya” Lalu sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ meninggikannya. Kemudian Nabi ﷺ bersabda,”Berdirilah wahai Abu Ubaidah bin Al-Jarrah” Ketika dia bangkit, Rasulullah ﷺ bersabda: 'Ini adalah amanah bagi umat ini.” Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar) yaitu ini adalah kisah yang telah Kami sampaikan kepadamu, wahai Muhammad, tentang perkara Isa. Ini adalah kebenaran yang tidak ada yang dapat mengubahnya atau menyingkirkannya. (dan tak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah; dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (62) Kemudian jika mereka berpaling) yakni hal ini kepada yang lain (maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan) maka siapa yang berpaling dari kebenaran menuju kebathilan.Maka dia adalah orang yang berbuat kerusakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui hal itu. Dia akan membalas hal tersebut dengan balasan paling buruk.Dia Maha Kuasa yang tidak ada satupun yang luput dari Allah سبحانه وتعالى dan Kami memohon perlindungan dari kemurkaanNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1195-surat-ali-imran-ayat-63.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
63 dari 200 ayat
Juz
Juz 3
Halaman
Halaman 58
Ruku
Ruku 47
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 12 (23/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-356 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3