الاحزاب (Al-Ahzab)
Surat ke-33, Ayat ke-40
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا ࣖ
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Muhammad bukanlah bapak dari seseorang di antara kalian, akan tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi, tidak ada kenabian sesudahnya sampai Hari Kiamat. Allah Maha Mengetahui segala amal perbuatan kalian, tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7652-surat-al-ahzab-ayat-40.html
📚 Tafsir as-Sa'di
40. Maksudnya, rasul “Muhammad,” itu sekali-kali bukanlah “bapak dari seorang laki-laki kalian,” wahai umat Islam. Di sini Allah memutus intisabnya Zaid bin haritsah kepada beliau melalui ayat ini.
Ketika penafian ini bersifat umum dalam seluruh kondisi, jika redaksi ayat diberlakukan sesuai dengan zahirnya lafazh; maksudnya, tidak ada predikat ke –bapakan- karena nasab ataupun ke –bapakan- karena adopsi, padahal sudah dimaklumi bahwa Rasulullah itu adalah bapak bagi seluruh kaum yang beriman, dan istri-istri beliau adalah ibu mereka, maka dijagalah dari dimasukkannya jenis ini kepada keumuman larangan tersebut. Maka Allah berfirman, “Tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi,” maksudnya, inilah kedudukan beliau, yaitu kedudukan (martabat) sebagai orang yang ditaati, ditakuti, dijadikan panutan, dipercaya yang harus mengutamakan cinta kepadanya atas kecintaan kepada siapa pun; dia sangat tulus kepada mereka, yang bagi kaum beriman, karena kebaikan dan ketullusannya, hingga seakan-akan dia (Rasulullah) adalah bapak mereka. “Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” maksudnya, ilmu pengetahuan Allah telah meliputi segala sesuatu, Dia tahu di mana dan kapan menetapkan risalahNya, dan tahu siapa pula yang layak untuk menerima karuniaNya, serta siapa pula yang tidak layak untuknya.
Sumber: https://tafsirweb.com/7652-surat-al-ahzab-ayat-40.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
40. Muhammad bukanlah bapak kandung anak-anak kalian. Nabi juga bukan bapak kandung dari Zaid bin Haritsah sehingga dianggap tidak boleh menikahi istri dari anak angkatnya itu.
Adapun empat putera Nabi yaitu Ibrahim, Qasim, Tayyib dan Muthahhar sudah meninggal sebelum usia dewasa. Namun, Rasul adalah nabi terakhir, Allah Maha Tahu atas segala sesuatu yang sesuai dan pantas untuk penutup para nabi, yang tidak ada nabi sesudahnya. Ketika Nabi menikahi Zainab, ‘Aisyah berkata: “Nabi telah menikahi kekasih/kesayangan puteranya sendiri.”
Sumber: https://tafsirweb.com/7652-surat-al-ahzab-ayat-40.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 39-40 Allah SWT memuji ((yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah) kepada makhlukNya dan menunaikan amanat yang diberikan kepada mereka (mereka takut kepada-Nya) yaitu, mereka hanya takut kepada Allah, dan tidak takut kepada seorangpun selain Dia. Maka tidak ada kekuasaan seorang pun yang dapat mencegah mereka untuk menyampaikan risalah-risalah Allah SWT (Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan) yaitu cukuplah Allah sebagai Penolong dan Pembantu. Pemimpinmanusia dalam menegakkan hal ini, bahkan dalam semua kedudukan, adalah nabi Muhammad, Rasulullah SAW, karena sesungguhnya beliau telah menunaikan dan menyampaikan risalah itu kepada semua penduduk di belahan bumi timur dan barat, sehingga kepada semua anak cucu nabi Adam.
Allah memenangkan kalimat, agama, dan syariatNya atas semua agama dan syariat. Dan sesungguhnya nabi-nabi sebelumnya hanya diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan beliau SAW diutus kepada semua makhluk, baik yang Arab maupun non Arab (Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua”) (Surah Al-A'raf: 158) Kemudian tugas penyampaian itu diwarisi oleh umat setelah beliau.
Orang yang paling berjasa dalam hal ini adalah para sahabat beliau. Mereka menyampaikan dari beliau sebagaimana apa yang telah beliau sampaikan kepada mereka dalam semua perkataan, perbuatan, dan keadaan beliau di malam dan siang hari, dalam keadaan di tempat dan dalam perjalanan, dalam keadaan sembunyi dan terang-terangan. Semoga Allah meridhai mereka.
Kemudian diwarisi oleh pengganti setelah mereka sampai kepada masa kita ini. Maka dengan cahaya merekalah, orang-orang yang mendapat petunjuk mengikuti jejak mereka, dan hanya orang-orang yang mendapat taufiklah yang menempuh jalan mereka. Maka kita memohon kepada Allah SWT untuk menjadikan kita termasuk orang-orang yang dapat menggantikan mereka.
Firman Allah SWT: (Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu) Setelah ini ini dilarang menyebutkan Zaid bin Muhammad. yaitu, bahwa nabi Muhammad SAW bukan ayah Zaid, sekalipun Nabi SAW telah mengangkatnya sebagai anak, karena sesungguhnya tidak ada seorang anak lelaki pun bagi Nabi SAW yang hidup sampai mencapai usia balihg. Sesungguhnya Nabi SAW mempunyai anak laki-laki dari Khadijah, yaitu Al-Qasim, Ath-Thayyib, dan Ath-Thahir yang semuanya meninggal dunia ketika masih kecil. Beliau mempunyai anak laki-laki dari Mariyah Al-Qibtiyyah, yaitu Ibrahim, tetapi dia juga meninggal dunia saat di usia penyusuan.
Nabi SAW mempunyai empat anak perempuan dari Khadijah, yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan Fathimah. Tetapi tiga anak perempuan beliau wafat di masa beliau SAW masih hidup. Sedangkan Fatimah adalah yang terakhir sampai dia merasa kehilangan Nabi SAW saat beliau wafat.
Kemudian dia wafat pula enam bulan setelahnya. Firman Allah SWT: (tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu) sebagaimana firmanNya: (Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan) (Surah Al-An'am: 124) Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada nabi sesudah beliau, dan jika sudah tidak ada nabi lagi setelah beliau, maka tidak pula ada seorang rasul setelah beliau, dengan penyebutan yang yang pertama adalah yang lebih kuat.
Karena kedudukan rasul lebih khusus daripada kedudukan nabi. Maka setiap rasul pasti nabi, tetapi tidak sebaliknya. Demikian itu disebutkan oleh banyak hadits mutawatir dari Rasulullah SAW melalui riwayat sejumlah sahabat.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Aku dianugerahi keutamaan di atas para nabi dengan enam perkara: “Aku diberi semua kalam, aku diberi pertolongan dengan rasa gentar, dihalalkan bagiku harta rampasan, bumi ini dijadikan bagiku sebagai masjid yang suci, aku diutus kepada semua makhluk, dan para nabi ditutup olehku”
Sumber: https://tafsirweb.com/7652-surat-al-ahzab-ayat-40.html
Informasi Tambahan
Juz
22
Halaman
423
Ruku
365