الاحزاب (Al-Ahzab)

Per AyatMushaf
اِنْ
jika
تُبْدُوْا
kamu melahirkan
شَيْـًٔا
sesuatu
اَوْ
atau
تُخْفُوْهُ
kamu menyembunyikannya
فَاِنَّ
maka sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
كَانَ
adalah
بِكُلِّ
dengan segala/tiap-tiap
شَيْءٍ
sesuatu
عَلِيْمًا
Maha Mengetahui
﴿٥٤﴾
Jika kamu menyatakan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
3587 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Bila kalian (wahai manusia) menampakkan sesuatu melalui lisan kalian dari apa yang Allah melarang kalian yang menyakiti Rasulullah atau menyembunyikannya dalam jiwa kalian, maka sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kalian dan apa yang kalian perlihatkan, dan Dia akan menghisab kalian atasnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/7666-surat-al-ahzab-ayat-54.html

Tafsir as-Sa'di

54. Kemudian Allah berfirman, “Jika kamu melahirkan sesuatu,” maksudnya, kalian menampakannya, “atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” Dia mengetahui apa yang tersimpan dalam hati kalian dan apa yang kalian tampakkan, lalu nanti Dia akan memberikan balasannya pada kalian.

Sumber: https://tafsirweb.com/7666-surat-al-ahzab-ayat-54.html

Tafsir Al-Wajiz

54. Jika kalian menampakkan atau menyembunyikan sesuatu dalam hati kalian yang dapat menyakiti Nabi, Allah tetap Maha Tahu atas segala sesuatu. Kalian akan diberi balasan atas segala amal kalian.Ayat ini turun sebagaimana yang dikatakan beberapa sahabat: Jika Rasul telah wafat, aku akan menikahi salah satu istri Nabi

Sumber: https://tafsirweb.com/7666-surat-al-ahzab-ayat-54.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 53-54 Ini adalah ayat hijab yang di dalamnya terdapat hukum-hukum dan etika syariat. Hal ini bertepatan dengan perkataan Umar bin Khattab, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim darinya, bahwa dia berkata,"Aku sesuai dengan Tuhanku dalam tiga perkara, yaitu aku berkata,"Wahai Rasulullah, seandainya engkau menjadikan maqam Ibrahim sebagai tempat shalat" lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat) (Surah Al-Baqarah: 125), Dan aku berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri-istrimu banyak ditemui orang baik dan orang durhaka, maka sekiranya kamu buatkan hijab untuk mereka” lalu Allah menurunkan ayat hijab ini.Dan aku pernah berkata kepada istri-istri Nabi ﷺ ketika mereka bersekongkol memprotes Nabi ﷺ karena cemburu, (Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan mem­beri ganti kepadanya istri-istri yang lebih baik daripada kamu) (Surah At-Tahrim: 5) lalu turunlah ayat itu dengan demikian.Diriwayatkan dari Anas dia berkata,”Setelah masa iddah Zainab habis, Rasulullah ﷺ bersabda kepada Zaid: “Pergilah, dan ceritakanlah kepadanya bahwa aku menyebut-nyebutnya” Lalu Zaid berangkat sampai kepadanya, lalu dia berkata,”Saat itu Zainab membuat adonan roti. Ketika aku melihatnya, terasa berat dadaku. Lalu disebutkan lanjutan haditsnya sebagaimana yang telah Kami kemukakan pada firmanNya: (Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya)) (Surah Al-Ahzab: 37) dan ditambahkan di akhirnya setelah hal itu,”Nabi menasihati suatu kaum dengan nasehat yang biasa mereka dapatkan.Hasyim berkata dalam haditsnya tentang firmanNya: (Janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali jika kamu diizinkan untuk makan tanpa menunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu dipanggil maka masuklah dan apabila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mengganggu Nabi sehingga dia (Nabi) malu kepadamu (untuk menyuruhmu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar) Mujahid, Qatadah dan selain keduanya berkata yaitu tidak menunggu-nunggu masaknya makanan itu. yaitu, janganlah kalian mengawasi makanan jika sedang dimasak; sehingga ketika makanan itu hampir masak, lalu kalian masuk ke rumah . Hal ini termasuk perbuatan yang dibenci dan dicela Allah Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (tetapi jika kamu diundang, maka masuklah; dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu) Disebutkan dalam hadits shahih Muslim dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:”Apabila seseorang di antara kalian mengundang saudaranya, maka hendaklah orang yang diundang me­menuhinya, baik pernikahan atau hal lainnya” Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (tanpa asyik memperpanjang percakapan) yaitu sebagaimana yang dilakukan ketiga orang yang disebutkan oleh hadits itu, mereka lupa dengan diri sendiri sehingga hal itu memberatkan Rasulullah ﷺ.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi, lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar)) Dikatakan bahwa makna yang dimaksud adalah sesungguhnya tindakan masuk kalian ke dalam rumah Nabi ﷺ tanpa izin beliau adalah sikap yang memberatkan dan membuat beliau terganggu. Tetapi beliau merasa berat untuk melarang dari hal itu karena sikap malu Nabi ﷺ hingga Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat yang melarang hal itu. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar) yaitu, oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى melarang kalian berbuat demikian dan memperingatkan kalian dari hal itu.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir) yaitu sebagaimana Allah melarang kalian dari masuk menemui istri-istri Nabi, maka janganlah kalian memandang mereka dalam semua keadaan, sekalipun bagi seseorang di antara kalian ada kebutuhan yang hendak dia ambil dari mereka. Dia tidak boleh memandang, dan meminta suatu keperluan kepada mereka melainkan dari balik hijab. (Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka) yaitu apa yang telah Aku perintahkan dan syariatkan kepada kalian tentang berhijab itu lebih suci dan lebih baik. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya sesudah ia wafat selama-lamanya.Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah) Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah) dia berkata,”Ayat ini diturunkan tentang seorang lelaki yang berniat akan mengawini bekas istri Nabi ﷺ setelah beliau wafat. Seorang lelaki bertanya kepada Sufyan, "Apakah dia adalah Aisyah?" Sufyan menjawab,"Mereka telah menceritakan hal itu" Demikian itu dikatakan oleh Muqatil bin Hayyan dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Allah سبحانه وتعالى menganggap hal itu termasuk dosa besar, dan mem­peringatkan serta mengancam orang yang melakukannya dengan firmanNya: (Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Jika kamu melahirkan sesuatu atau menyembunyikannya, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala sesuatu (54)) yaitu, bagaimanapun hati kalian menyimpan dan menyembunyikan rahasia, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya, karena sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dariNya, (Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati (19)) (Surah Ghafir)

Sumber: https://tafsirweb.com/7666-surat-al-ahzab-ayat-54.html

Informasi

Surat

الاحزاب (Al-Ahzab)

Golongan Yang Bersekutu — 73 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

54 dari 73 ayat

Juz

Juz 22

Halaman

Halaman 425

Ruku

Ruku 367

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 85 (170/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3587 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-33