الاحزاب (Al-Ahzab)

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يُؤْذُوْنَ
(mereka)menyakiti/mencaci
اللّٰهَ
Allah
وَرَسُوْلَهٗ
dan rasulnya
لَعَنَهُمُ
mengutuk mereka
اللّٰهُ
Allah
فِى
pada
الدُّنْيَا
dunia
وَالْاٰخِرَةِ
dan akherat
وَاَعَدَّ
dan Dia menyediakan
لَهُمْ
bagi mereka
عَذَابًا
azab
مُّهِيْنًا
yang menghinakan
﴿٥٧﴾
Sesungguhnya (terhadap) orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatnya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan azab yang menghinakan bagi mereka.
3590 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dengan berbuat syirik atau kemaksiatan-kemaksiatan lainnya dan menyakiti Rasulullah dengan kata-kata dan perbuatan, Allah menjauhkan dan mengusir mereka dari segala kebaikan di dunia dan di akhirat. Allah menyiapkan untuk mereka siksa yang menghinakan mereka dan merendahkan mereka di akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/7669-surat-al-ahzab-ayat-57.html

Tafsir as-Sa'di

57-58. Setelah Allah memerintahkan menghormati Rasulullah, dan bershalawat dan salam untuknya, maka Allah melarang menyakitinya dan Dia mengancam atas tindakan ini, seraya berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan RasulNya.” ini menyakiti dalam bentuk ucapan atau perbuatan berupa tindakan mencela dan memaki atau melecehkannya, atau melecehkan agamanya, atau apa saja yang dapat berakibat menyakitinya, “Allah akan melaknatinya di dunia,” yakni: mengusir dan menjauhkan mereka. Di antara laknat atau kutukan terhadap mereka di dunia adalah Dia memastikan terbunuhnya orang yang mencela Rasulullah dan menyakitinya. “Dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” Sebagai balasan baginya atas perbuatan menyakiti Nabi adalah dia disakiti dengan azab yang sangat pedih.Jadi, menyakiti Rasulullah itu tidak sama dengan menyakiti selain beliau, sebab seorang hamba itu belum beriman kepada Allah hingga beriman kepada RasulNya, sedangkan beliau mempunyai hak untuk dihormati yang merupakan konsekuensi dari iman, di mana hal ini menuntut agar beliau tidak diperlakukan seperti selainnya, meskipun menyakiti orang-orang Mukmin pun merupakan perbuatan keji dan dosanya sangat besar. Maka dari itu Allah berfirman tentang hal ini, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat,” maksudnya, tanpa perbuatan dosa dari mereka yang mengharuskan untuk disakiti, “maka sesungguhnya mereka telah memikul” di punggung mereka “kebohongan” karena mereka telah menyakiti mereka tanpa sebab, “dan dosa yang nyata,” karena mereka menzhalimi orang-orang beriman dan menodai kehormatan yang diperintahkan oleh Allah untuk dihormati.Maka dari itu, mencela seorang yang beriman dan menodai kehormatan yang diperintahkan oleh Allah untuk dihormati. Maka dari itu, mencela seorang yang beriman mengharuskan (mengakibatkan) hukum dera (ta’zir) sesuai dengan kondisi orang Mukmin yang disakiti itu dan ketinggian kedudukannya. Jadi, mendera orang yang mencaci sahabat itu lebih keras, dan mendera orang yang mencaci ulama atau ahli agama itu lebih besar daripada mencaci selain mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/7669-surat-al-ahzab-ayat-57.html

Tafsir Al-Wajiz

57. Sesungguhnya mereka yang telah durhaka kepada Allah dengan menganggap Allah mempunyai anak dan sekutu, juga mereka yang telah mendurhakai Rasul dengan mendustakan dan mengumpat/menyakiti dakwah Nabi, seperti dikatakan: “Bagaimana bisa dia menikahi istri dari puteranya, juga menghalalkan untuk dirinya apa yang haram untuk umatnya.” Orang yang berkata demikian sungguh orang-orang musyrik Yahudi dan Nasrani. Allah telah menjauhkan dan menolak mereka dari anugerah rahmat-Nya di dunia maupun di akhirat.Allah telah menyiapkan untuk mereka azab yang pedih yang akan menghinakan mereka. Ayat ini turun untuk orang-orang yang yang telah mengumpat Nabi ketika Nabi memperistri Safiyah binti Huyai, yang disebabkan adanya tuduhan dari Aisyah tentang Safiyah

Sumber: https://tafsirweb.com/7669-surat-al-ahzab-ayat-57.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 57-58 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengancam dan memperingatkan orang yang menyakiti Allah dengan menentang perintah-perintahNya, melanggar larangan-laranganNya dan terus melakukan hal itu, serta menyakiti RasulNya dengan mencelanya atau merendahkannya. Kami berlindung kepada Allah dari hal itu Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Anak cucu Adam menyakiti Aku, dia mencaci masa, padahal Akulah yang menciptakan masa. Aku membolak-balikkan malam dan siang harinya” Makna dari hal ini adalah bahwa orang-orang di masa Jahiliyah selalu mengatakan,"Celakalah masa itu, karena telah menimpakan kepada kami ini dan itu" Mereka menyandarkan perbuatan-perbuatan Allah سبحانه وتعالى kepada masa dan mencacinya, padahal sesungguhnya yang melakukan semua itu hanyalah Allah سبحانه وتعالى, Lalu Allah melarang atas hal itu.Makna yang tampak bahwa ayat itu bermakna umum mencakup semua orang yang menyakiti Nabi ﷺ dengan sesuatu hal. Dan barangsiapa yang menyakiti Nabi ﷺ, maka dia menyakiti Allah, sebagaimana orang yang taat kepada Rasulullah ﷺ, maka dia taat kepada Allah سبحانه وتعالى Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat) yaitu mereka melancarkan tuduhan buruk kepada mereka sesuatu yang pada mereka bersih dari hal itu, dan mereka tidak mengetahui dan tidak pernah melakukannya (maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata) yaitu merupakan suatu kebohongan besar jika menceritakan orang-orang mukmin dan mukminat dengan sesuatu hal yang tidak pernah mereka lakukan, dengan maksud mencela dan merendahkan. Orang-orang yang paling banyak terkena ancaman ini adalah orang-orang yang kafir kepada Allah dan RasulNya, kemudian kaum Rafidhah, yang merendahkan dan mencela para sahabat, padahal Allah سبحانه وتعالى membersihkan mereka dari hal itu.Mereka menggambarkan para sahabat dengan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى tentang mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia telah ridha kepada kaum Muhajirin dan kaum Anshar serta memuji mereka. Akan tetapi, orang-orang yang bodoh itu mencela, merendahkan, dan menggunjing para sahabat dengan hal-hal yang tidak pernah mereka lakukan selamanya.Pada hakikatnya mereka sendirilah yang terbalik hatinya karena mencela orang yang terpuji dan memuji orang yang tercela.

Sumber: https://tafsirweb.com/7669-surat-al-ahzab-ayat-57.html

Informasi

Surat

الاحزاب (Al-Ahzab)

Golongan Yang Bersekutu — 73 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

57 dari 73 ayat

Juz

Juz 22

Halaman

Halaman 426

Ruku

Ruku 367

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 85 (170/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3590 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-33