Kembali ke Surat Saba'

سبأ (Saba')

Surat ke-34, Ayat ke-25

قُلْ لَّا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّآ اَجْرَمْنَا وَلَا نُسْـَٔلُ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

Katakanlah, “Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan.”

📚 Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah, “Kalian tidak bertanggung jawab atas dosa-dosa kami dan kami juga tidak bertanggung jawab atas perbuatan-perbuatan kalian, karena kami berlepasdiri dari kalian dan kekufuran kalian.”

Sumber: https://tafsirweb.com/7783-surat-saba-ayat-25.html

📚 Tafsir as-Sa'di

25. “Katakanlah” kepada mereka, “kamu tidak akan ditanya tentang dosa yang kita perbuat dan kami tidak akan ditanya pula tentang apa yang kamu perbuat,” maksudnya, masing-masing kita dan kalian menanggung perbuatannya masing-masing, kalian tidak akan diminta pertanggung jawaban tentang perbuatan kami dan dosa-dosa kami kalau kami melakukannya, dan kami tidak akan diminta pertanggung jawaban tentang perbuatan kalian, maka hendaklah tujuan kami dan kalian adalah mencari yang benar dan menempuh jalan terbuka (adil dan objektif), dan tinggalkanlah apa yang telah (terlanjur) kita lakukan dan jangan menjadi penghalang bagi kalian untuk mengikuti al haq (kebenaran). Sebab, sesungguhnya hukum-hukum yang diberlakukan di dunia ini hanya dalam hal-hal yang Nampak, di situ kebenaran diikuti dan kebatilan dijauhi. Adapun amal-amal perbuatan, maka ia mempunyai negeri yang lain di mana di dalamnya Sang Mahabijaksana memberikan keputusan, Sang Mahaadil menetapkan keputusan di antara orang-orang yang berselisih.

Sumber: https://tafsirweb.com/7783-surat-saba-ayat-25.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

Wahai nabi, katakanlah kepada mereka: "Pada hari kiamat, kamu tidak ditanya tentang dosa yang kami perbuat. Kami juga tidak bertanya tentang apa yang kalian perbuat berupa kekufuran dan kemaksiatan. Ini adalah penyampaian prinsip tanggung jwab pribadi dengan melakukan percakapan yang lunak untuk mengurangi sifat keras kepala orang-orang musyrik

Sumber: https://tafsirweb.com/7783-surat-saba-ayat-25.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 24-27 Allah SWT berfirman menetapkan keesaanNya dalam penciptaan dan pemberian rezeki, serta sebagai Tuhan. Sebagaimana mereka mengakui bahwa tidak ada yang memberi mereka rezeki dari langit dan bumi, yaitu dengan hujan yang diturunkan dari langit dan tanam-tanaman yang ditumbuhkan, selain dari Allah, maka dengan demikian hendaklah mereka mengetahui bahwa tidak ada Tuhan selain Dia. Firman Allah SWT: (dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata) Ini termasuk ke dalam bab tentang “Al-Laf” dan “An-Nasyr” yaitu bahwa salah satu pihak ada yang bathil, dan yang lain benar.

Tidak mungkin dikatakan bahwa antara kalian dan kami berada dalam jalan petunjuk atau kesesatan, tetapi salah satu dari kita saja yang benar. Kami telah menyampaikan bukti atas keesaan Tuhan, untuk menunjukkan kebathilan apa yang kalian jalani berupa menyekutukan Allah SWT. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan sesungguhnya kami atau kamu (orang-orang musyrik) pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata) Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat” (25)) Maknanya adalah berlepas diri dari mereka, yaitu, kalian bukan termasuk golongan kami, dan kami bukan termasuk golongan kalian, bahkan kami menyeru kalian untuk mengesakan dan menyembah Allah semata.

Maka jika kalian memenuhi, maka kalian termasuk golongan kami dan kami termasuk golongan kalian. Jika kalian mendustakannya, maka kami berlepas diri dari kalian dan kalian berlepas diri dari kami. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Jika mereka mendustakan kamu, maka katakanlah, "Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu berlepas diri terhadap apa yang aku kerjakan dan aku berlepas diri terhadap apa yang kamu kerjakan” (41)) (Surah Yunus) Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua”) yaitu pada hari kiamat Dia akan mengumpulkan semua makhluk di suatu tempat yang lapang. kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar, yaitu Dia memutuskan perkara di antara kita secara adil, maka Dia membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya.

Jika kebaikan, maka balasannya kebaikan; dan jika keburukan, maka balasannya keburukan. Pada hari itu kalian akan mengetahui bagi siapakah kemuliaan, pertolongan, dan kebahagiaan yang abadi? Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan pada hari terjadinya kiamat, di hari itu mereka (manusia) bergolong-golongan (14) Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka mereka di dalam taman (surga) bergembira (15) Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qur'an) serta (mendustakan) menemui hari akhirat, maka mereka tetap berada di dalam siksaan (neraka) (16)) (Surah Ar-Rum) Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan Dialah Maha Pemberi keputusan lagi Maha Mengetahui) yaitu Hakim Yang Maha Adil, lagi Maha Mengetahui hakikat semua perkara.

Firman Allah SWT: (Katakanlah, "Perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kamu hubungkan dengan Dia sebagai sekutu-sekutu (Nya)") yaitu, perlihatkanlah kepadaku sembahan-sembahan yang kalian jadikan sebagai tandingan-tandingan Allah dan kalian angkat sebagai tandinganNya (sekali-kali tidak mungkin) yaitu tidak ada tandingan, pesaing, sekutu, dan yang sama bagiNya. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Sebenarnya Dialah Allah) yaitu yang Maha Esa tidak ada sekutu bagiNya. (Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) yaitu Dzat yang memiliki kekuasaan yang dengan itu Dia menaklukkan dan mengalahkan segala sesuatu. Dia Maha Bijaksana dalam semua perbuatan, firman, syariat, dan takdirNya.

Maha Tinggi dan Maha Suci Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/7783-surat-saba-ayat-25.html

Informasi Tambahan

Juz

22

Halaman

431

Ruku

372

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved