سبأ (Saba')
Per AyatMushaf
وَيَقُوْلُوْنَ
dan mereka berkata
مَتٰى
kapankah
هٰذَا
ini
الْوَعْدُ
janji
اِنْ
jika
كُنْتُمْ
kalian adalah
صٰدِقِيْنَ
orang-orang yang benar
﴿٢٩﴾
Dan mereka berkata, “Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu orang yang benar?”
3635 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang musyrik itu berkata untuk memperolok-olok, “Kapankah datangnya janji yang kalian ancamkan kepada kami bahwa Allah akan mengumpulkan kami padanya kemudian Dia menetapkan keputusanNya di antara kami, bila kalian adalah orang-orang yang benar dalam apa yang kalian ancamkan kepada kami?”
Sumber: https://tafsirweb.com/7787-surat-saba-ayat-29.html
Tafsir as-Sa'di
29. Di antara hal yang mereka usulkan adalah mereka minta disegerakannya azab yang diperingatkan oleh Rasul terhadap mereka. Allah berfirman, “Dan mereka berkata, ‘Kapankah janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?’” ini adalah kezhaliman mereka.Sebab, kelaziman jenis apa yang membedakan antara kebenarannya dengan informasi tentang waktu terjadinya azab? Tidaklah ini merupakan sikap menolak kebenaran dan kepicikan akal? Bukankah seorang pemberi peringatan dalam salah satu urusan dunia, kalau dia membawa (syariat) kepada sekelompok manusia (suatu kaum) yang mengenal kejujurannya dan ketulusannya, sedangkan mereka memiliki musuh yang sedang menunggu-nunggu kesempatan untuk menyerang dan tengah mengadakan persiapan, lalu pemberi peringatan itu berkata kepada mereka, “Aku telah melihat musuh kalian telah berangkat hendak menyerang dan menumpas kalian.” Lalu salah seorang di antara kaum itu mengatakan, “Jika Anda benar, maka sampaikanlah kepada kami, jam berapa mereka akan sampai kepada kami?Di mana tempat mereka sekarang?” apakah orang seperti ini bisa dianggap seorang yang berakal atau sudah pantas dicap dungu dan gila? Di sisi lain, orang yang menyampaikan berita memang bisa benar dan bisa dusta, sedangkan musuh bisa jadi telah tampak oleh sebagian mereka sementara tekad mereka telah pupus, padahal bisa jadi kaum itu memiliki pertahanan yang dengannya mereka dapat mempertahankan diri. Lalu bagaimana dengan orang yang mendustakan manusia yang paling jujur lagi ma’shum (terpelihara dari kesalahan) dalam informasinya, yang tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu tentang azab yang pasti, yang tidak bisa dicegah, tidak ada penolong darinya, tidakkah menolak informasi yang berasal darinya dengan alasan tidak jelas waktu terjadinya adalah merupakan kepicikan yang paling parah?
Sumber: https://tafsirweb.com/7787-surat-saba-ayat-29.html
Tafsir Al-Wajiz
Orang-orang musyrik itu berkata dengan mengejek: "Kapankah waktu terjadinya janji telah kalian janjikan untuk kami ini wahai orang-orang mukmin, yaitu (janji) terjadinya hari kiamat, jika kalian adalah orang-orang yang benar dalam hal itu?
Sumber: https://tafsirweb.com/7787-surat-saba-ayat-29.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 28-30 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada hamba dan RasulNya, Muhammad ﷺ: (Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan) yaitu kepada semua makhluk yang diberi beban tanggung jawab, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian") (Surah Al-Araf: 158) dan (Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (1)) (Surah Al-Furqan) (sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan) yaitu, kamu menyampaikan berita gembira kepada orang-orang yang taat kepadamu tentang surga, dan kamu memberikan peringatan kepada orang-orang yang durhaka kepadamu tentang neraka (tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui) sebagaimana firmanNya: (Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya (103)) (Surah Yusuf) Qatadah berkata tentang makna ayat ini, bahwa Allah سبحانه وتعالى mengutus nabi Muhammad ﷺ kepada bangsa Arab dan non-Arab, maka orang yang paling mulia di antara mereka adalah yang paling bertakwa dan taat kepada Allah سبحانه وتعالى..Mujahid berkata bahwa maknanya adalah bangsa jin dan manusia Semua pendapat itu benar. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir yang menganggap mustahil hari kiamat: (Dan mereka berkata, "Kapankah (datangnya) janji ini, jika kamu adalah orang-orang yang benar?” (29)) Ini sebagaimana firmanNya: (Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar (akan terjadi)) (Surah Asy-Syura: 18) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Bagimu ada hari yang telah dijanjikan (hari kiamat) yang tiada dapat kamu minta mundur darinya barang sesaat pun dan tidak (pula) kamu dapat meminta supaya diajukan" (30)) yaitu, bagi kalian ada hari yang ditentukan, yang bilangannya telah dicatat, tidak dapat ditambah dan dikurangi.Apabila hari itu datang, maka tidak dapat ditanggguhkan dan dimajukan sedikitpun. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan) (Surah Nuh: 4)
Sumber: https://tafsirweb.com/7787-surat-saba-ayat-29.html
Informasi
Surat
سبأ (Saba')
Saba' — 54 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
29 dari 54 ayat
Juz
Juz 22
Halaman
Halaman 431
Ruku
Ruku 372
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 87 (173/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3635 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-34