سبأ (Saba')

Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
تُتْلٰى
dibacakan
عَلَيْهِمْ
atas mereka
اٰيٰتُنَا
ayat-ayat Kami
بَيِّنٰتٍ
yang terang
قَالُوْا
mereka berkata
مَا
tidaklah
هٰذَآ
ini
اِلَّا
kecuali
رَجُلٌ
seorang laki-laki
يُّرِيْدُ
ia hendak
اَنْ
untuk
يَّصُدَّكُمْ
menghalang-halangi kamu
عَمَّا
dari apa
كَانَ
adalah
يَعْبُدُ
menyembah
اٰبَاۤؤُكُمْ
bapak-bapak kamu
ۚوَقَالُوْا
dan mereka berkata
مَا
tidaklah
هٰذَآ
ini
اِلَّآ
kecuali
اِفْكٌ
kebohongan
مُّفْتَرًىۗ
diada-adakan
وَقَالَ
dan berkata
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
لِلْحَقِّ
kepada kebenaran
لَمَّا
tatkala
جَاۤءَهُمْۙ
ia datang kepada mereka
اِنْ
untuk
هٰذَآ
ini
اِلَّا
kecuali
سِحْرٌ
sihir
مُّبِيْنٌ
yang nyata
﴿٤٣﴾
Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang, mereka berkata, “Orang ini tidak lain hanya ingin menghalang-halangi kamu dari apa yang disembah oleh nenek moyangmu,” dan mereka berkata, “(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja.” Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran ketika kebenaran (Al-Qur'an) itu datang kepada mereka, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”
3649 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Bila ayat-ayat Allah yang jelas dibacakan kepada orang-orang kafir Makkah, mereka berkata, “Muhammad hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalang-halangi kalian untuk menyembah tuhan-tuhan yang yang kalian sembah dan telah disembah sebelumnya oleh nenek moyang kalian.” Mereka juga berkata, “Al-Qur’an yang kamu bacakan kepada kami (wahai Muhammad), hanyalah dusta yang dibuat-buat, kamu membuatnya dari dirimu sendiri, bukan dari sisi Allah.” dan orang-orang kafir berkata tentang al-Qur’an manakala ia datang kepada mereka, “Ini hanyalah sihir yang nyata.”

Sumber: https://tafsirweb.com/7801-surat-saba-ayat-43.html

Tafsir as-Sa'di

43. Allah memberitakan tentang kondisi orang-orang musyrik di saat dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah yang sangat jelas, hujjah-hujjahNya yang nyata dan argument-argumenNya yang bersifat pasti yang menunjukkan kepada segala kebaikan, yang mencegah dari segala keburukan, yang sebenarnya ia merupakan nikmat terbesar yang datang kepada mereka dan karunia teragung yang sampai kepada mereka yang seharusnya diterima dengan (sikap) iman, membenarkan, mematuhi dan berserah diri, namun mereka menerimanya dengan berlawanan dari yang sepantasnya, dan mereka mendustakan Rasul yang datang kepada mereka seraya mengatakan, “Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang disembah oleh bapak-bapakmu,” maksudnya, inilah tujuannya saat ia menyuruh kalian ikhlas (bertauhid) kepada Allah agar kalian meninggalkan kebiasaan-biasaan bapak-bapak kalian yang kalian agungkan dan kalian berjalan di belakang (mengikuti) mereka. Lalu mereka menolak kebenaran dengan perkataan orang-orang yang sesat, mereka pun tidak mengemukakan dalil (argument) ataupun syubhat.Lalu syubhat jenis apa apabila para rasul memerintah kepada sebagian orang-orang yang sesat untuk mengikuti kebenaran, lalu mereka mengklaim bahwa saudara-saudara mereka yang sepaham dengan mereka masih berpegang teguh pada paham sesat itu? Kepicikan berpikir dan penolakan terhadap kebenaran dengan (dasar) perkataan-perkataan orang-orang yang sesat ini, apabila Anda mencermatinya dengan sebenar-benarnya, adalah (argumentasi) yang ditolak apabila ini referensi penolakannya, yaitu ditolak hanya dengan berdasarkan perkataan-perkataan orang-orang sesat dari kaum Musyrikin, matrealis, kaum filosof, kaum Shabi’un dan kaum mulhidin (kafir) terhadap Agama Allah, maka merekalah suri teladan bagi setiap orang yang menolak kebenaran hingga Hari Kiamat. Setelah mereka berargumen dengan perbuatan bapak-bapak mereka terdahulu, dan menjadikannya sebagai penolak terhadap ajaran yang dibawa oleh para Rasul, maka mereka setelah itu mulai melecehkan kebenaran, “dan mereka berkata, ‘ (Al-Quran) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja,” maksudnya, kebohongan yang dibuat-buat oleh si lelaki yang datang membawanya, “Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, ‘Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata’,” sihir yang jelas lagi nyata bagi setiap orang, (sebagai sikap) pendustaan terhadap kebenaran dan promosi kepada orang-orang yang dungu.

Sumber: https://tafsirweb.com/7801-surat-saba-ayat-43.html

Tafsir Al-Wajiz

43. Saat dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an yang jelas dan mengandung petunjuk kepada orang-orang musyrik, mereka akan berkata kepada sebagian mereka: “Muhammad ini tidak lain kecuali lelaki yang ingin melarang kalian menyembah sesembahan leluhur kalian yaitu berhala dan patung” Mereka berkata: “Al-Qur’an ini tidak lain hanya kebohongan yang dibuat-buat dan tidak berdasar apapun” Ketiga kalinya mereka berkata tentang perintah kenabian, agama yang berisi Al-Qur’an dan mukjizat nabi: “Tidak lain ini hanyalah sihir yang nyata”

Sumber: https://tafsirweb.com/7801-surat-saba-ayat-43.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 43-45 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang kafir, bahwa mereka layak mendapat siksaan dan azab yang pedih dariNya, karena mereka itu apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya yang jelas yang mereka dengar dari lisan Rasulullah ﷺ yang menerimanya masih hangat dan segar (mereka berkata, "Orang ini tiada lain hanyalah seorang laki-laki yang ingin menghalangi kamu dari apa yang di sembah oleh bapak-bapakmu”) Mereka yakin bahwa agama nenek moyang merekalah yang benar, dan apa yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ menurut mereka adalah kebathilan. Semoga mereka dan nenek moyang mereka dilaknat oleh Allah (dan mereka berkata, "(Al-Qur'an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan saja”) yang mereka maksud adalah Al-Qur'an (Dan orang-orang kafir berkata terhadap kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami tidak pernah memberikan kepada mereka kitab-kitab yang mereka baca dan sekali-kali tidak pernah (pula) mengutus kepada mereka sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun" (44)) yaitu Allah سبحانه وتعالى belum pernah menurunkan suatu kitab pun kepada bangsa Arab sebelum Al-Qur'an, dan belum pernah mengutus seorang nabi kepada mereka sebelum nabi Muhammad ﷺ, dan mereka selalu mengharapkannya dan berkata, "Seandainya datang kepada kami seorang pemberi peringatan atau diturunkan kepada kami sebuah kitab, tentu kami menjadi orang-orang yang lebih mendapat petunjuk daripada selain kami" Tetapi setelah Allah menganugerahkan hal itu kepada mereka, ternyata mereka mendustakan, mengingkari, dan menentangnya Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan) dari kalangan para umat terdahulu (sedangkan orang-orang kafir Makkah itu belum sampai menerima sepersepuluh dari apa yang telah Kami berikan kepada orang-orang dahulu itu) Ibnu Abbas berkata bahwa yang dimaksud adalah kekuatan di dunia. Demikian juga dikatakan Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam hal-hal yang Kami belum pernah meneguhkan kedudukanmu dalam hal itu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pen­dengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikitpun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi oleh siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya (26)) (Surah Al-Ahqaf) yaitu hal itu tidak dapat melindungi mereka dari azab Allah dan tidak dapat menolaknya, bahkan Allah menghancurkan mereka setelah mereka mendustakan para rasulNya.Oleh karena itu Allah berfirman: (lalu mereka mendustakan rasul-rasul-Ku. Maka alangkah hebatnya akibat kemurkaan-Ku) yaitu betapa dahsyatnya siksaan, pembalasan, dan pertolongan­Ku kepada para rasulKu

Sumber: https://tafsirweb.com/7801-surat-saba-ayat-43.html

Informasi

Surat

سبأ (Saba')

Saba' — 54 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

43 dari 54 ayat

Juz

Juz 22

Halaman

Halaman 433

Ruku

Ruku 374

Manzil

Manzil 5

Hizb

Hizb 87 (173/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3649 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-34