Kembali ke Surat Yasin

يٰسۤ (Yasin)

Surat ke-36, Ayat ke-33

وَاٰيَةٌ لَّهُمُ الْاَرْضُ الْمَيْتَةُ ۖاَحْيَيْنٰهَا وَاَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُوْنَ

Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian) itu mereka makan.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan petunjuk kepada orang-orang musyrik atas kuasa Allah dalam membangkitkan dan mengumpulkan makhluk adalah bumi yang mati ini yang kosong dari tanaman, lalu Kami menghidupkannya dengan menurunkan hujan dan darinya Kami mengeluarkan berbagai macam bentuk tanaman yang dimakaan oleh manusia dan hewan-hewan. dan siapa yang kuasa menghidupkan bumi dengan tumbuhan, dia juga pasti kuasa menghidupkan manusia setelah kematian.

Sumber: https://tafsirweb.com/7989-surat-yasin-ayat-33.html

📚 Tafsir as-Sa'di

33. maksudnya, “dan suatu tanda bagi mereka,” atas (adanya) kebangkitan, kehidupan sesudah mati dan menghadap kepada Allah untuk menerima pembalasan atas amal-amal perbuatan, adalah “bumi yang mati,” ini, dimana Allah menurunkan hujan kepadanya lalu menghidupkannya kembali sesudah sebelumnya mati, “dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka dari padanya mereka makan,” dari seluruh jenis tanaman dan dari seluruh jenis tumbuh-tumbuhan yang dimakan oleh hewan-hewan ternak kalian.

Sumber: https://tafsirweb.com/7989-surat-yasin-ayat-33.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

33. Ayat adalah tanda-tanda yang menunjukkan mereka kepada kekuasaan Kami atas pembangkitan (yaitu dalil) berupa bumi yang mati atau gersang yang tidak memiliki tumbuhan apapun lalu kami menghidupkannya dengan air dan menumbuhkannya. Kami juga mengeluarkan biji-bijian yang dapat dimakan seperti gandum, jerawut dan lain-lain.

Melalui biji-bijian ini mereka bisa hidup dan makan.

Sumber: https://tafsirweb.com/7989-surat-yasin-ayat-33.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 33-36 Allah SWT berfirman: (Dan suatu tanda bagi mereka) yaitu menunjukkan adanya Pencipta dan kekuasaanNya yang sempurna, kemampuanNya menghidupkan yang telah mati (adalah bumi yang mati) yaitu ketika mati dan tandus, tidak ada tumbuhan pun padanya. Maka ketika Allah SWT menurunkan hujan padanya, maka menjadi subur dan menumbuhkan beragam tumbuhan yang indah. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka darinya mereka makan) yaitu, Kami menjadikannya sebagai rezeki bagi mereka dan ternak mereka (Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air (34)) yaitu Kami menjadikan padanya sungai-sungai yang mengalir di tempat-tempat yang memerlukannya agar mereka memakan buah-buahannya.

Setelah menyebutkan karuniaNya kepada makhlukNya dengan menumbuhkan tanaman-tanaman bagi mereka, Dia mengaitkan dengan penyebutan buah-buahan, dan keberagamannya Firman Allah (dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka) yaitu semuanya tidak lain karena rahmat Allah SWT kepada mereka, bukan karena usaha dan jerih payah mereka, bukan juga karena kemampuan dan kekuatan mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?) yaitu, mengapa mereka tidak mensyukuri nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada mereka yang tidak terhitung. Ibnu Jarir memilih bahkan menetapkannya, dan tidak ada yang meriwayatkan pendapat ini selain dia, kecuali bahwa huruf "maa" dalam firmanNya: (dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka) Bermakna "al-ladzi" yang maknannya adalah agar mereka dapat makan dan buahnya yang diusahakan oleh tangan mereka, yaitu apa yang mereka tanam dan semai.

Dia berkata bahwa demikianlah bacaan Ibnu Mas ud (supaya mereka dapat makan dari buahnya yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?) Kemudian Allah SWT berfirman: (Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi) yaitu berbagai macam tanaman, buah-buahan, dan tumbuhan (dan dari diri mereka sendiri) Maka Dia menjadikan mereka ada yang laki-laki dan yang perempuan (maupun dari apa yang tidak mereka ketahui) yaitu dari berbagai makhluk yang tidak mereka ketahui. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah (39)) (Surah Adz-Dzariyat)

Sumber: https://tafsirweb.com/7989-surat-yasin-ayat-33.html

Informasi Tambahan

Juz

23

Halaman

442

Ruku

383

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved