يٰسۤ (Yasin)
Per AyatMushaf
وَخَلَقْنَا
dan Kami ciptakan
لَهُمْ
untuk mereka
مِّنْ
dari
مِّثْلِهٖ
seperti/serupa itu
مَا
apa
يَرْكَبُوْنَ
mereka kendarai
﴿٤٢﴾
dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.
3747 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan kami menciptakan untuk orang-orang musyrik itu dan lainnya kapal-kapal seperti kapal nuh dan alat-alat berkendara lainnya yang mereka kendarai dan menyampaikan mereka ke tempat tinggal mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7998-surat-yasin-ayat-42.html
Tafsir as-Sa'di
42. “dan kami ciptakan untuk mereka,” maksudnya, untuk orang-orang yang ada sesudah mereka, “dari yang semisalnya dengannya,” yakni semisal bahtera itu, dalam arti satu jenis dengannya “apa yang mereka kendarai” Di sini Allah mengingatkan akan nikmatNya kepada nenek-nenek moyang, yaitu mereka dimuat di dalam kapal laut. Hal ini adalah karena nikmat yang dikaruniakan kepada mereka, juga merupakan nikmat kepada anak keturunannya kemudian. Masalah ini merupakan permasalahan yang paling rumit bagi saya di dalam ilmu tafsir, karena kebanyakan hal yang dijelaskan oleh para ahli tafsir, yaitu bahwa yang dimaksud “keturunan,” adalah bapak-bapak moyang, dan ini merupakan hal yang tidak biasa di dalam al-qur’an, yaitu mengartikan dzuriyyah (keturunan) dengan bapak-bapak moyang.Sungguh ini mengandung ketidakjelasan dan mengeluarkan kata (kalimat) dari makna asalnya, hal yang sangat dijauhi oleh firman Allah Rabbul ‘Alamin dan kehendakNya untuk memberikan penjelasan dan keterangan kepada hamba-hambaNYa. Ada makna alternative yang lebih baik dari makna diatas, yaitu bahwa yang dimaksud “keturunan” adalah “jenis” dan bahwa mereka adalah diri mereka sendiri, karena mereka berasal dari anak cucu Nabi Adam. Akan tetapi arti semacam ini tidak dibenarkan oleh FirmanNYa, ”dan kami ciptakan untuk mereka semisal apa yang akan mereka kendarai,” jika artinya, dan kami ciptakan dari yang semisal dengan bahtera itu, yakni, untuk mereka yang diajak bicara (mukhatabin) apa yang akan mereka kendarai dari jenis-jenis bahtera.Jika demikian, maka ini adalah pengulangan terhadap makna ayat yang tidak dikehendaki oleh fashahah (kefasihan) al-qur’an. Dan jika arti dari, “dan kami ciptakan untuk mereka yang semisal apa yang mereka kendarai,” adalah unta yang merupakan bahtera darat, maka maknanya menjadi lurus dan jelas; hanya saja masih ada hal lain, yaitu keberadaan ungkapan ini mengandung kerancuan (tasywisy). Sebab, kalau itu yang dimaksud, tentu Allah berfirman, “dan suatu tanda bagi mereka adalah kami angkut mereka dalam bahtera yang penuh muatan, dan kami ciptakan untuk mereka dari yang semisalnya apa yang akan mereka kendarai,” Kalau pada yang pertama disebutkan, “kami angkut keturunan mereka,” sedangkan ini, “kami angkut mereka, maka maknanya tidak jelas kecuali dikatakan; dhamir (kata ganti) “hum” kembali kepada dzurriyah,” dan hanya Allah yang lebih mengetahui akan hakikat yang sebenarnya.Setelah saya sampai pada pembahasan ini dalam penulisan tafsir ini, maka tampak bagi saya suatu makna yang tidak jauh dari maksud Allah, yaitu, bahwa siapa saja yang mengetahui keagungan kitabullah dan uraiannya yang sempurna dari segala sisi tentang perkara-perkara yang sekarang, yang telah lalu dan yang akan datang, dia (menjadi tahu) bahwa sesungguhnya Allah menyebutkan dari setiap maknanya itu yang paling tinggi dan paling sempurna dari keadaannya, sedangkan bahtera merupakan salah satu tanda dan salah satu nikmatNya kepada hamba-hamabNya semenjak Dia mengaruniakannya kepada mereka, dengan mempelajarinya hingga Hari kiamat nanti, dan ia terus ada pada setiap zaman hingga pada zaman orang-orang yang dihadapkan kepada al-qur’an. Setelah Allah berbicara kepada mereka dengan al-qur’an dan menjelaskan perihal bahtera, dan Allah mengetahui bahwa aka nada tanda-tanda (cikal-bakal) bahtera yang lebih besar pada waktu lain selain waktu mereka dan pada zaman lain selain zaman mereka saat Dia mengerjakan kepada mereka cara pembuatan bahtera laut, baik yang menggunakan layar dan mesin, dan bahtera angkasa yang terbang seperti burung diangkasa dan yang serupa dengannya dan berbagai alat-alat transportasi darat, yang merupakan tanda kekuasaan yang besar padanya yang belum pernah ada kecuali pada “keturunan” maka Allah mengingatkan di dalam al-qur’an ini akan salah satu macam yang paling tinggi dari macam-macam tanda-tandanya, seraya berfirman, ”dan suatu tanda bagi mereka adalah kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,” artinya yang penuh dengan penumpang dan barang bawaan, lalu Allah mengangkut mereka dan menyelamatkan mereka dari musibah karam (tenggelam) dengn cara-cara yang telah diajarkan oleh Allah kepada mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/7998-surat-yasin-ayat-42.html
Tafsir Al-Wajiz
42. Kami juga menciptakan untuk mereka tumpangan serupa yang dapat mereka kendarai yaitu unta, perahu-perahu yang bisa berlayar di lautan, kereta dan pesawat-pesawat modern.
Sumber: https://tafsirweb.com/7998-surat-yasin-ayat-42.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 41-44 Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa suatu dalil lagi bagi mereka yang menunjukkan kekuasaan Allah سبحانه وتعالى adalah Dia telah menundukkan laut agar dapat membawa bahtera, yang antara lain bahkan bahtera yang pertama adalah bahtera nabi Nuh yang diselamatkan Allah سبحانه وتعالى dengan membawa nabi Nuh dan orang-orang yang beriman kepadanya, yang pada masa itu tidak ada seorang pun dari keturunan anak cucu nabi Adam yang tersisa di muka bumi selain mereka. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka) yaitu nenek moyang mereka (dalam bahtera yang penuh muatan) yaitu dalam perahu yang dipenuhi dengan barang-barang dan hewan-hewan yang diperintahkan Allah kepadanya untuk mengangkutnya di dalam perahunya dari setiap jenis satu pasang. Ibnu Abbas berkata bahwa “al-masyhun” adalah penuh dengan muatan.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”Apakah kalian mengetahui makna firmanNya سبحانه وتعالى: (dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai semisal dengan bahtera itu (42)) Kami berkata "Tidak" dia berkata,”yaitu perahu-perahu yang dibuat setelah perahu nabi Nuh. Demikian juga dikatakan Abu Malik, Adh-Dhahhak, Qatadah, dan Abu Shalih bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya: (dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu (42)) yaitu perahu-perahu. Pendapat ini bertambah kuat ditinjau dari makna firmanNya: (Sesungguhnya Kami tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang kamu) ke dalam bahtera (11) agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar (12)) (Surah Al-Haqqah) Firman Allah: (Dan jika Kami menghendaki, niscaya Kami tenggelamkan mereka) yaitu, orang-orang yang ada di dalam bahtera itu (maka tiadalah bagi mereka penolong) yaitu tidak ada seorangpun yang menolong dan menyelamatkan mereka musibah tenggelam (dan tidak pula mereka diselamatkan) dari musibah yang menimpa mereka (Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami) Dan ini adalah istisna munqati' yaitu bentuknya,”Akan tetapi rahmat Kami, Kami memperjalankan kalian di daratan, dan di laut, kemudian Kami menyelamatkan kalian sampai waktu yang telah ditentukan.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika) yaitu sampai waktu yang telah ditentukan di sisi Allah سبحانه وتعالى.
Sumber: https://tafsirweb.com/7998-surat-yasin-ayat-42.html
Informasi
Surat
يٰسۤ (Yasin)
Yasin — 83 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
42 dari 83 ayat
Juz
Juz 23
Halaman
Halaman 443
Ruku
Ruku 383
Manzil
Manzil 5
Hizb
Hizb 89 (177/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3747 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-36