Kembali ke Surat Yasin

يٰسۤ (Yasin)

Surat ke-36, Ayat ke-66

وَلَوْ نَشَاۤءُ لَطَمَسْنَا عَلٰٓى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَاَنّٰى يُبْصِرُوْنَ

Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?

📚 Tafsir Al-Muyassar

Kalau Kami berkehendak, niscaya Kami menghapus mata-mata mereka dengan menghilangkan penglihatan mereka sebagaimana Kami telah menutup mulut mereka, selanjutnya mereka akan berbondong-bondong menuju titian untuk melintasinya, mana mungkin mereka bisa melewatinya sementara penglihatan mereka telah dibutakan?

Sumber: https://tafsirweb.com/8022-surat-yasin-ayat-66.html

📚 Tafsir as-Sa'di

66. “dan jikalau kami menghendaki, pastilah kami hapuskan mata mereka,” yaitu dengan cara mengambil penglihatan mereka sebagaimana Kami telah menghapus kemampuan mereka bicara,” lalu mereka berlomba-lomba menuju jalan,” maksudnya, mereka segera menuju kepadanya, Karena ia adalah jalan yang dapat mengantarkan menuju surga.” Maka betapakah mereka dapat melihat?”, sebab, pandangan mata mereka telah dihapus.

Sumber: https://tafsirweb.com/8022-surat-yasin-ayat-66.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

66. Jika berkehendak sungguh Kami membutakan mereka. Ketika mereka berlomba-lomba menuju jalan keberhasilan, bagaimana mereka akan melihat sedangkan mereka buta?

Maknanya mereka tidak bisa melihat

Sumber: https://tafsirweb.com/8022-surat-yasin-ayat-66.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 63-67 Dikatakan kepada orang-orang kafir dari kalangan anak cucu nabi Adam pada hari kiamat saat neraka Jahim dimunculkan di hadapan mereka dengan maksud mengecam dan mencemooh: (Inilah Jahanam yang dahulu kamu diancam (dengannya) (63)) yaitu, ini adalah apa yang pernah diperingatkan para rasul kepada kalian, lalu kalian mendustakan mereka (Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya (64)) sebagaimana Allah SWT berfirman: (pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya (13) (Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya” (14) Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat? (15)) (Surah Ath-Thur) Firman Allah SWT: (Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan (65)) Ini tentang keadaan orang-orang kafir dan orang-orang munafik di hari kiamat ketika mereka mengingkari kejahatan yang mereka lakukan di dunia dan mengucapkan sumpah untuk itu.

Maka Allah mengunci mulut mereka dan dibiarkan Allah semua anggota tubuh lain berbicara menjadi saksi atas apa yang mereka perbuat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa ketika kami bersama Nabi SAW, tiba-tiba beliau tersenyum sehingga gigi serinya terlihat. Kemudian beliau SAW bersabda,"Apakah kalian mengetahui, mengapa aku tertawa?" Kami menjawab,"Allah dan RasulNya lebih mengetahui” Nabi SAW bersabda: “Karena bantahan seorang hamba kepada Tuhannya pada hari kiamat. dia berkata, "Wahai Tuhanku, bukankah Engkau melindungiku dari kezaliman?" Tuhan berfirman, "Benar” dia berkata, "Saya tidak memperkenankan ada yang bersaksi terhadapku kecuali hanya diriku sendiri” Tuhan berfirman,"Cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghitung terhadapmu, dan malaikat yang mencatat amal perbuatanmu sebagai saksinya” Maka dikuncilah mulutnya, lalu dikatakan kepada anggota-anggota tubuhnya, "Berbicaralah, maka semua anggota tubuhnya berbicara tentang amal perbuatannya.

Kemudian dibiarkan antara dia dan anggota tubuhnya untuk berbicara. Maka ia berkata,"Celaka dan sial kalian, dahulu aku berjuang membelamu" Firman Allah SWT: (Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihatnya (66)) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang tafsirnya. dia berkata bahwa seandainya Kami menghendaki, maka Kami menyesatkan mereka dari jalan petunjuk, maka bagaimana bisa mereka mendapatkan petunjuk? dia juga berkata,”Kami membutakan mereka” Hasan Al-Bahsri berkata,"Seandainya Allah menghendaki, maka mata mereka Dia butakan sehingga Dia menjadikam mereka buta dengan kebingungan mereka" Mujahid, Abu Shalih, Qatadah, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya (maka berlomba-lombalah mencari jalan) yaitu jalan Ibnu Zaid berkata bahwa makna yang dimaksud dengan shirat di sini adalah kebenaran, maka betapa mereka dapat melihatnya dan Kami telah membutakan penglihatan mereka. (Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada) As-Suddi berkata bahwa maknanya adalah Kami mengubah bentuk mereka.

Hasan Al-Bahsri dan Qatadah berkata bahwa tentu Allah menjadikan mereka duduk di atas kaki mereka. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (maka mereka tidak sanggup berjalan lagi) yaitu ke depan (dan tidak (pula) sanggup kembali) yaitu ke belakang, bahkan mereka tetap berada di tempatnya, tidak bisa maju dan mundur.

Sumber: https://tafsirweb.com/8022-surat-yasin-ayat-66.html

Informasi Tambahan

Juz

23

Halaman

444

Ruku

384

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved