Kembali ke Surat Yasin

يٰسۤ (Yasin)

Surat ke-36, Ayat ke-76

فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘاِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ

Maka jangan sampai ucapan mereka membuat engkau (Muhammad) bersedih hati. Sungguh, Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Maka janganlah kamu (wahai rasul) bersedih karena kekafiran mereka kepada Allah, pendustaan mereka kepadamu dan penghinaan mereka kepadamu. Seseungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka simpan dan apa yang mereka tampakkan dan Kami akan membalas mereka atasnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/8032-surat-yasin-ayat-76.html

📚 Tafsir as-Sa'di

76. maksudnya, maka hendaknya jangan sampai ucapan orang-orang yang didustakan itu menjadikan kamu sedih, wahai Rasul. Yang dimaksud ucapan disini adalah apa yang dimaksud oleh konteks ayat, yaitu setiap ucapan yang dengannya mereka mencemoohkan Rasulullah, atau apa yang beliau bawa. Artinya, maka kamu jangan menyibukkan hatimu dengan rasa sedih terhadap mereka. “sesungguhnya kami mengetahui apa yang mereka rahasikan dan apa yang mereka nyatakan,” lalu kami akan memberikan pembalasan kepada mereka sesuai dengan pengetahuan kami tentang mereka.

Dan sesungguhnya ucapan mereka sama sekali tidak memudaratkanmu.

Sumber: https://tafsirweb.com/8032-surat-yasin-ayat-76.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

76. Maka jangan sampai ucapan mereka menempatkanmu dalam kesedihan, yaitu “Sesungguhnya mereka adalah tuhan-tuhan Kami”. Maka sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menyekutukan Allah dalam beribadah.

Sesungguhnya Kami mengetahui rahasia mereka, sesuatu yang ada dalam hati mereka dan sesuatu yang mereka tampakkan serta mereka ucapkan menggunakan lisan mereka, Lalu Kami membalas mereka atas hal itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/8032-surat-yasin-ayat-76.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 74-76 Allah SWT berfirman seraya mengingkari sikap orang-orang musyrik yang menjadikan tandingan-tandingan yang disembah bersama Allah. Mereka berbuat demikian dengan agar tandingan-tandingan itu dapat membantu, memberi rezeki, dan mendekatkan diri mereka kepada Allah SWT. Lalu Allah SWT berfirman: (Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka) yaitu sembahan-sembahan itu tidak mampu menolong orang-orang yang menyembahnya, bahkan lebih lemah, lebih hina, lebih rendah, dan lebih kecil; bahkan untuk menolong diri sendiri dan membalas orang yang bertujuan jahat terhadap dirinya.

Karena berhala-berhala itu benda mati, tidak dapat mendengar, dan berpikir. Firman Allah: (padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka) Mujahid berkata bahwa maknanya adalah di hari perhitungan, Allah bermaksud mengumpulkan semua berhala pada hari kiamat, semuanya dihadirkan saat hari perhitungan terhadap orang-orang yang menyembahnya, agar hal itu memperberat kesedihan mereka dan lebih menunjukkan kepada mereka ditegakkannya hujjah atas mereka. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Berhala-berhala itu tidak dapat menolong mereka) yaitu sembahan-sembahan (mereka itu tidak dapat membantu mereka. padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka) Orang-orang musyrik itu marah demi berhala-berhala sesembahan di dunia.

Padahal berhala-berhala itu tidak mendatangkan suatu kebaikan bagi mereka, tidak menolak suatu keburukan dari mereka, karena sesungguhnya berhala-berhala itu adalah patung-patung. Pendapat ini baik, dan itu adalah pendapat yang dipilih Ibnu Jarir. Firman Allah SWT: (Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu) yaitu pendustaan kalian terhadapmu dan kekafiran mereka kepada Allah (Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan) yaitu, Kami mengetahui semua yang ada pada diri mereka, dan Kami akan membalas, menggambarkan, dan berlaku kepada mereka atas hal itu dengan balasan setimpal pada hari dimana tidak ada sesuatupun dari perbuatan mereka, baik yang agung, hina, besar, dan kecil yang luput.

Bahkan semua amal perbuatan mereka dahulu dan yang akan datang ditampakkan.

Sumber: https://tafsirweb.com/8032-surat-yasin-ayat-76.html

Informasi Tambahan

Juz

23

Halaman

445

Ruku

385

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved