الصّٰۤفّٰت (As-Saffat)

Per AyatMushaf
اِلَّا
kecuali
مَنْ
siapa (syaitan)
خَطِفَ
menyambar/mencuri
الْخَطْفَةَ
sambaran
فَاَتْبَعَهٗ
maka mengikutinya/ia dikejar
شِهَابٌ
nyala api
ثَاقِبٌ
cemerlang
﴿١٠﴾
kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
3798 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kecuali setan yang mencuri pendengaran terhadap pembicaraan yang dia dengar dari langit, lalu dia menyampaikannya kepada setan yang ada di bawahnya, lalu yang dibawahnya tersebut menyampaikan pada yang dibawahnya lagi, dan terkadang dia sudah terkena lemparan bola api sebelum dia menyampaikannya dan terkadang pula dia telah menyampaikan dengan takdir Allah sebelum dia terkena lemparan bola api, lalu dia membawanya ke dukun-dukun dan mereka pun mencampurnya dengan sertaus kedustaan.

Sumber: https://tafsirweb.com/8132-surat-as-saffat-ayat-10.html

Tafsir as-Sa'di

10. kalau saja Allah tidak mengecualikan, niscaya hal itu menjadi dalil yang membuktikan bahwasannya setan-setan itu tidak akan dapat mendengar apa pun sama sekali. Akan tetapi Dia berfirman, ”akan tetapi barangsiapa yang mencuri (pendengaran)” maksudnya, kecuali siapa diantara setan-setan pembangkang itu yang mengambil secara rahasia dan mencuri satu kata, “maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang,” kadang ia dapat menghanguskannya sebelum setan itu menyampaikannya kepada para sekutunya sehingga berita dari langit pun terputus (terjaga), dan kadang ia sempat menyampaikannya sebelum suluh api itu menghanguskannya Pada saat itulah setan-setan itu menambah kalimat yang dicuri itu dengan seratus dusta, mereka mempropagandakannya disebabkan satu kata yang berhasil ia curi dari langit.

Sumber: https://tafsirweb.com/8132-surat-as-saffat-ayat-10.html

Tafsir Al-Wajiz

10. Akan tetapi salah satu golongan setan mencuri berita di tengah perundingan malaikat yaitu menguping pembicaraan mereka, maka dia akan dikejar bintang bercahaya yang kemudian membakarnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/8132-surat-as-saffat-ayat-10.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 6-10 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia telah menghiasi langit dunia bagi orang yang memandangnya dari kalangan penduduk bumi, dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. Dibaca dengan diidhafahkan atau sebagai badal, keduanya bermakna sama. Bintang-bintang yang beredar dan yang tetap sinarnya menembus ruang angkasa yang bening, maka dapat menerangi penduduk bumi.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa yang menyala-nyala (5)) (Surah Al-Mulk) Firman Allah سبحانه وتعالى di sini: (dan (telah memelihara) sebenar-benarnya) bentuknya adalah,“dan Kami memeliharanya dengan sebenar-benarnya” (dari setiap setan yang sangat durhaka) yaitu yang membangkang dan durhaka, ketika dia hendak mencuri dengar dari pembicaraan para malaikat, maka dikejar meteor yang menyala-nyala, lalu membakarnya.Oleh karena itu Allah berfirman: (setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat) yaitu, agar para setan-setan itu tidak sampai ke tempat yang tinggi, yaitu langit dan para penghuninya adalah para malaikat, ketika mereka berbincang-bincang tentang apa yang diwahyukan Allah سبحانه وتعالى tentang syariat dan ketetapanNya Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan mereka dilempari) yaitu mereka dilempari (dari segala penjuru) yaitu dari semua penjuru langit yang mereka tuju (Untuk mengusir mereka) yaitu mereka dirajam dan dilempari dengan itu agar terusir dan dicegah jauh dari tempat yang mereka tuju (dan bagi mereka siksaan yang kekal) bagi mereka di akhirat azab yang kekal, menyakitkan, dan terus-menerus.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Kami sediakan bagi mereka siksa yang menyala-nyala) (Surah Al-Mulk: 5) Firman Allah سبحانه وتعالى: (tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan)) yaitu kecuali setan-setan yang hendak mencuri dengar dari pembicaraan para malaikat, kemudian setan itu menyampaikannya kepada setan lain yang ada di bawahnya, lalu disampaikan lagi kepada yang di bawahnya lagi.Dan adakalanya setan yang telah berhasil mencuri dengar itu dihantam bintang yang menyala-nyala sebelum menyampaikannya,. Adakalanya dia sempat menyampaikannya itu berkat takdir Allah, sebelum dikejar oleh bintang yang menyala dan yang membakarnya. Maka tugasnya dipegang oleh setan lain hingga sampai kepada dukun, Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (tetapi barang siapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang (10)) yaitu terang benderang.Makna firmanNya ini, yaitu pada firman Allah سبحانه وتعالى yang menceritakan tentang jin, bahwa mereka berkata: (Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api (8) dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu), tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk menembaknya) (9) Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui (dengan adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka (10)) (Surah Al-Jin)

Sumber: https://tafsirweb.com/8132-surat-as-saffat-ayat-10.html

Informasi

Surat

الصّٰۤفّٰت (As-Saffat)

Barisan-Barisan — 182 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

10 dari 182 ayat

Juz

Juz 23

Halaman

Halaman 446

Ruku

Ruku 386

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 89 (178/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-3798 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-37