اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
۞
كُلُّ
semua
الطَّعَامِ
makanan
كَانَ
adalah
حِلًّا
halal
لِّبَنِيْٓ
bagi Bani
اِسْرَاۤءِيْلَ
Israil
اِلَّا
kecuali
مَا
apa
حَرَّمَ
yang mengharamkan
اِسْرَاۤءِيْلُ
Israil
عَلٰى
atas
نَفْسِهٖ
dirinya
مِنْ
dari
قَبْلِ
sebelum
اَنْ
bahwa
تُنَزَّلَ
diturunkan
التَّوْرٰىةُ
Taurat
ۗ
قُلْ
katakanlah
فَأْتُوْا
maka datangkan/bawalah
بِالتَّوْرٰىةِ
dengan Taurat itu
فَاتْلُوْهَآ
maka/lalu bacalah ia
اِنْ
bahwa
كُنْتُمْ
kalian adalah
صٰدِقِيْنَ
orang-orang yang benar
﴿٩٣﴾
Semua makanan itu halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Yakub) atas dirinya sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah (Muhammad), “Maka bawalah Taurat lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar.”
386 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Seluruh makanan yang baik-baik, hukumnya halal bagi anak keturunan Ya’kub , kecuali apa yang diharamkan sendiri oleh Ya’kub atas dirinya karena penyakit yang menimpanya. Dan itu terjadi sebelum turunnya taurat. Kemudian setelah turunnya taurat, Allah mengharamkan atas Bani Israil beberapa jenis makanan yang sebelumnya halal bagi mereka, hal itu disebabkan oleh perbuatan zhalim dan sikap mereka yang melampaui batas.Katakanlah kepada mereka (wahai Rasul), “Datangkanlah taurat ke sini dan bacakanlah apa yang dikandungannya, bila kalian orang-orang yang benar dalam pengakuan kalian bahwa sesungguhnya Allah itu menurunkan ayat tentang pengharaman hal-hal yang diharamkan oleh Ya’kub atas dirinya sendiri, sehingga kalian mengetahui kebenaran yang dibawa Al-quran bahwa Allah tidak mengharamkan atas Bani Israil sesuatu pun sebelum turunnya taurat, kecuali apa yang diharamkan sendiri oleh Ya’kkub atas dirinya tersebut.”

Sumber: https://tafsirweb.com/1225-surat-ali-imran-ayat-93.html

Tafsir as-Sa'di

93-94. Dari sejumlah perkara yang dituduhkan oleh kaum yahudi sebagai suatu masalah dalam kenabian Nabi Isa dan Nabi Muhammad, yaitu mereka meyakini bahwasanya nasakh itu bathil, dan bahwa seorang nabi yang akan datang tidaklah mungkin menyalahi Nabi sebelumnya. Maka Allah mendustakan mereka dengan suatu perkara yang mereka ketahui, yaitu bahwa mereka mengetahui semua makanan sebalum turunya Taurat adalah halal bagi bani israil kecuali beberapa jenis saja yang di haramkan oleh Isra’il (Nabi Ya’kub) atas dirinya dan hal itu ia lakukan karena suatu penyakit yang di deritanya.Kemudian dalam Taurat ada beberapa perkara yang di haramkan yang menasakh apa yang sebelumnya halal, dan hal ini banyak terjadi. Katakan kepada mereka apabila mereka mengingkari hal itu, ”maka bawalah taurat itu, lalu bacalah ia jika kamu orang-orangyang benar” dengan keyakinan kalian bahwa tidak ada nasakh, tidak pula ada penghalalan dan pengaharaman. Ini merupakan hujjah yang paling tegas yakni seseorang digugat dengan sesuatu yang ia ketahui sendiri dan tidak ia ingkari.Apabila ia patuh terhadap kebenaran itu, maka itulah yang seharusnya terjadi, namun apabila ia enggan dan tidak patuh setelah keterangan tersebut, maka jelaslah kebohongan, fitnah, kezhaliman bathilnya apa yang ia yakini dan itulah realita kaum Yahudi.

Sumber: https://tafsirweb.com/1225-surat-ali-imran-ayat-93.html

Tafsir Al-Wajiz

93 Semua makanan halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil yaitu Nabi Ya’qub bin Ishaq untuk dirinya sendiri, ketika ia sakit. Kemudian ia bernadzar jika Allah memberi ampunan kepadanya maka ia bernadzar tidak akan memakan daging unta juga tidak akan meminum susu unta, sebelum Taurat diturunkan kepada Musa. Katakanlah wahai Nabi: “Jika kamu memang benar mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat, maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar atas klaim kalian bahwa daging unta dan susunya itu diharamkan dalam syariat kalian.”

Sumber: https://tafsirweb.com/1225-surat-ali-imran-ayat-93.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 93-95 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas: Israil (nabi Yakub) sering kali menderita keringat malam yang membuatnya gelisah dan mengganggunya tidur, sedangkan penderitaan itu berhenti pada siang hari. Lalu dia bernaazar kepada Allah bahwa jika Allah menyembuhkannya, dia tidak akan pernah makan yang mengakibatkan berkeringat dan tidak akan memiliki keturunan makan yang mengakibatkan berkeringat. Hal ini disampaikan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya.Dia berkata,”Kemudian, anak-anaknya mengikutinya dalam mengharamkan hal itu dan meneladani caranya. Dia berkata, firman Allah, (sebelum Taurat diturunkan) yaitu dia mengharamkan hal tersebut untuk dirinya sendiri sebelum turunnya Taurat. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan) yaitu halal bagi mereka semua makanan itu sebelum turunnya Taurat, kecuali yang diharamkan oleh Israil (nabi Ya’kub), kemudian Allah berfirman (Katakanlah: "maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar") Maka Taurat itu berbicara tentang apa yang telah kita sebutkan (Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim (94)) yaitu bahwa siapa saja yang berdusta kepada Allah dengan mengklaim bahwa Dia telah menghalalkan kegiatan hari sabtu dan tetap berpegang pada Taurat, dan bahwa tidak ada nabi lain yang akan diutus yang mengajak beribadah kepada Allah dengan membawa bukti-bukti dan argumen-argumen setelah semua yang telah kita jelaskan, berupa terjadinya nasakh dan kejelasan sesuatu yang telah kami sebutkan (maka merekalah orang-orang yang zalim) Kemudian Allah berfirman, (Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah") yaitu katakanlah wahai Muhammad, benarlah Allah dalam apa yang Dia beritahukan tentang apa yang Dia syariatkan dalam Al-Qur’an (Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik) yaitu ikutilah agama nabi Ibrahim yang lurus, yang disyariatkan dalam Al-Qur’an melalui lisan nabi Muhammad ﷺ, bahwa sesungguhnya hal itu adalah kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya.Ini adalah agama yang aturan yang belum pernah datang kepada nabi dengan lebih lengkap, lebih jelas dan lebih sempurna. Sebagaimana Allah berfirman (Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik" (161)) (Surah Al-An’am)

Sumber: https://tafsirweb.com/1225-surat-ali-imran-ayat-93.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

93 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 62

Ruku

Ruku 51

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 13 (25/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-386 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3