اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
فَمَنِ
maka barang siapa
افْتَرٰى
mengada-adakan
عَلَى
atas/terhadap
اللّٰهِ
Allah
الْكَذِبَ
dusta
مِنْۢ
dari
بَعْدِ
sesudah
ذٰلِكَ
itu/demikian
فَاُولٰۤىِٕكَ
maka mereka itu
هُمُ
mereka
الظّٰلِمُوْنَ
orang-orang yang dzalim
﴿٩٤﴾
Maka barangsiapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.
387 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka barang siapa yang berdusta atas Nama Allah setelah membaca taurat dan jelasnya kebenaran, maka mereka itu adalah orang-orang zhalim yang mengatakan kebatilan atas Nama Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/1226-surat-ali-imran-ayat-94.html
Tafsir as-Sa'di
93-94. Dari sejumlah perkara yang dituduhkan oleh kaum yahudi sebagai suatu masalah dalam kenabian Nabi Isa dan Nabi Muhammad, yaitu mereka meyakini bahwasanya nasakh itu bathil, dan bahwa seorang nabi yang akan datang tidaklah mungkin menyalahi Nabi sebelumnya. Maka Allah mendustakan mereka dengan suatu perkara yang mereka ketahui, yaitu bahwa mereka mengetahui semua makanan sebalum turunya Taurat adalah halal bagi bani israil kecuali beberapa jenis saja yang di haramkan oleh Isra’il (Nabi Ya’kub) atas dirinya dan hal itu ia lakukan karena suatu penyakit yang di deritanya.Kemudian dalam Taurat ada beberapa perkara yang di haramkan yang menasakh apa yang sebelumnya halal, dan hal ini banyak terjadi. Katakan kepada mereka apabila mereka mengingkari hal itu, ”maka bawalah taurat itu, lalu bacalah ia jika kamu orang-orangyang benar” dengan keyakinan kalian bahwa tidak ada nasakh, tidak pula ada penghalalan dan pengaharaman. Ini merupakan hujjah yang paling tegas yakni seseorang digugat dengan sesuatu yang ia ketahui sendiri dan tidak ia ingkari.Apabila ia patuh terhadap kebenaran itu, maka itulah yang seharusnya terjadi, namun apabila ia enggan dan tidak patuh setelah keterangan tersebut, maka jelaslah kebohongan, fitnah, kezhaliman bathilnya apa yang ia yakini dan itulah realita kaum Yahudi.
Sumber: https://tafsirweb.com/1226-surat-ali-imran-ayat-94.html
Tafsir Al-Wajiz
94 Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah membaca Taurat dan menelaahnya, maka merekalah orang-orang yang zalim atas diri mereka sendiri, sebab mereka membantah dengan sesuatu yang keliru
Sumber: https://tafsirweb.com/1226-surat-ali-imran-ayat-94.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 93-95 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas: Israil (nabi Yakub) sering kali menderita keringat malam yang membuatnya gelisah dan mengganggunya tidur, sedangkan penderitaan itu berhenti pada siang hari. Lalu dia bernaazar kepada Allah bahwa jika Allah menyembuhkannya, dia tidak akan pernah makan yang mengakibatkan berkeringat dan tidak akan memiliki keturunan makan yang mengakibatkan berkeringat. Hal ini disampaikan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya.Dia berkata,”Kemudian, anak-anaknya mengikutinya dalam mengharamkan hal itu dan meneladani caranya. Dia berkata, firman Allah, (sebelum Taurat diturunkan) yaitu dia mengharamkan hal tersebut untuk dirinya sendiri sebelum turunnya Taurat. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Semua makanan adalah halal bagi Bani Israil melainkan makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya'qub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan) yaitu halal bagi mereka semua makanan itu sebelum turunnya Taurat, kecuali yang diharamkan oleh Israil (nabi Ya’kub), kemudian Allah berfirman (Katakanlah: "maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar") Maka Taurat itu berbicara tentang apa yang telah kita sebutkan (Maka barangsiapa mengada-adakan dusta terhadap Allah sesudah itu, maka merekalah orang-orang yang zalim (94)) yaitu bahwa siapa saja yang berdusta kepada Allah dengan mengklaim bahwa Dia telah menghalalkan kegiatan hari sabtu dan tetap berpegang pada Taurat, dan bahwa tidak ada nabi lain yang akan diutus yang mengajak beribadah kepada Allah dengan membawa bukti-bukti dan argumen-argumen setelah semua yang telah kita jelaskan, berupa terjadinya nasakh dan kejelasan sesuatu yang telah kami sebutkan (maka merekalah orang-orang yang zalim) Kemudian Allah berfirman, (Katakanlah: "Benarlah (apa yang difirmankan) Allah") yaitu katakanlah wahai Muhammad, benarlah Allah dalam apa yang Dia beritahukan tentang apa yang Dia syariatkan dalam Al-Qur’an (Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik) yaitu ikutilah agama nabi Ibrahim yang lurus, yang disyariatkan dalam Al-Qur’an melalui lisan nabi Muhammad ﷺ, bahwa sesungguhnya hal itu adalah kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya.Ini adalah agama yang aturan yang belum pernah datang kepada nabi dengan lebih lengkap, lebih jelas dan lebih sempurna. Sebagaimana Allah berfirman (Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik" (161)) (Surah Al-An’am)
Sumber: https://tafsirweb.com/1226-surat-ali-imran-ayat-94.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
94 dari 200 ayat
Juz
Juz 4
Halaman
Halaman 62
Ruku
Ruku 51
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 13 (25/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-387 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3