الصّٰۤفّٰت (As-Saffat)
Surat ke-37, Ayat ke-84
اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,
📚 Tafsir Al-Muyassar
83-87 Diantara pengikut nuh yang berjalan diatas manhaj dan agamanya adalah nabiyullah Ibrahim, saat dia datang kepada tuhannya dengan membawa hati yang bersih dari segala akidah sesat dan akhlak tercela saat dia berkata kepada bapaknya dan kaumnya dengan penuh pengingkaran “apa yang kalian sebah selain Allah itu? apakah kalian ingin menyembah tuhan-tuhan buatan dan meninggalkan ibadah kepada Allah yang berhak untuk disembah semata? lalu apa dugaan kalian terhadap apa yang akan dilakukan oleh raabbul alamin bila kalian menyekutukannNya dengan menyembah selainNya?
Sumber: https://tafsirweb.com/8206-surat-as-saffat-ayat-84.html
📚 Tafsir as-Sa'di
83-84. Maksudnya, sesungguhnya termasuk golongan Nabi Nuh, dan orang yang sejalan dengannya dalam kenabian, kerasulan, menyeru manusia kepada Allah, dan dikabulkan doanya, adalah Nabi Ibrahim al-Khalil, “ketika datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,” dari syirik, syubhat, dan syahwat yang merupakan penghalang untuk memandang yang haq dan mengamalkannya. Apabila hati seorang manusia sudah suci, maka ia suci (selamat) dari segala keburukan dan ia pun pasti meraih segala kebaikan.
Sumber: https://tafsirweb.com/8206-surat-as-saffat-ayat-84.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
84. Wahai Nabi, ingatlah saat Ibrahim mendekati Tuhannya untuk beribadah dan menaatinya dengan hati yang ikhlas dan bersih dari kesyirikan.
Sumber: https://tafsirweb.com/8206-surat-as-saffat-ayat-84.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 83-87 Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh) (83)) dia berkata yaitu termasuk pemeluk agamanya. Mujahid berkata, berada dalam tuntunan dan sunnahnya ((Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci (84)) Al-Hasan berkata bahwa yang dimaksud adalah yang bersih dari kemusyrikan. Firman Allah SWT: ((ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, "Apakah yang kamu sembah itu?” (85)) Nabi Ibrahim mengingkari penyembahan mereka kepada berhala dan tandingan-tandingan itu.
Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong? (86) Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam? (87)) Qatadah berkata bahwa makna yang dimaksud adalah tidaklah dugaan kalian terhadap apa yang akan Dia lakukan terhadap kalian jika kalian menjumpaiNya, sedangkan kalian telah menyembah kepada selainNya?
Sumber: https://tafsirweb.com/8206-surat-as-saffat-ayat-84.html
Informasi Tambahan
Juz
23
Halaman
449
Ruku
388