البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
قَالُوْا
mereka berkata
سُبْحٰنَكَ
Maha Suci Engkau
لَا
tidak ada
عِلْمَ
pengetahuan
لَنَآ
bagi kami
اِلَّا
kecuali
مَا
apa
عَلَّمْتَنَا
Engkau ajarkan kepada kami
ۗاِنَّكَ
sesungguhnya Engkau
اَنْتَ
Engkau
الْعَلِيْمُ
Maha Mengetahui
الْحَكِيْمُ
Maha Bijaksana
﴿٣٢﴾
Mereka menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”
39 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Para malaikat berkata: “kami menyucikan Engkau wahai Tuhan kami, tidak ada pengetahuan bagi kami kecuali apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, hanya Engkaulah Dzat Yang Maha Mengetahui urusan-urusan seluruh makhluk lagi Dzat yang maha bijaksana dalam segala pengaturan- Mu.”

Sumber: https://tafsirweb.com/294-surat-al-baqarah-ayat-32.html

Tafsir as-Sa'di

32. “Mereka menjawab, ’Mahasuci Engkau, .” Maksudnya, kami menyucikanMu, dari segala pembantahan kami dan penyelisishan kami terhadap perintah Mu “tidak ada yang kami ketahui” dengan segala bentuknya, ”selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami” tentangnya sebagai suatu anugerah dariMu dan kemuliaan, “ sesungguhnya Engkau lah Yang Maha mengetahui lagi Maha bijaksana, ” yang Maha mengetahui adalah yang mengetahui sesuatu dalam segala aspeknya, tidak ada yang tertutup olehnya dan tidak terlupakan seberat bijnin dzarrah pun di langit maupun di bumi dan tidak yang kecil maupun yang besar, dan yang Maha bijaksana adalah Dzat yang memiliki kebijaksanaan yang sempurna, yang tidak ada seorang makhluk pun yang keluar darinya dan tidak seorang pun yang di perintahkan menyimpang darinya, karena Dia tidaklah menciptakan sesuatu kecuali ada hikmah di baliknya, dan tidak pula Dia memerintahkan kepada sesuatu kecuali menyimpan hikmah padanya, dan hikmah itu sendiri meletakkan sesuatu pada tempatnya yang sesuai. Lalu mereka sadar dan mengakui ilmu Allah dan hikmahNya, dan ketidak mampuan mereka dalam mengetahui sekecil apapun, serta pengakuan mereka terhadap keutamaan Allah atas mereka dan pengajaranNya kepada meeka apa-apa yang tidak mereka ketahui.

Sumber: https://tafsirweb.com/294-surat-al-baqarah-ayat-32.html

Tafsir Al-Wajiz

Setelah mengumumkan kelemahan dan keterbatasan mereka, para malaikat berkata: “Ya Tuhan, Maha Suci Engkau, tidak ada yang tahu tentang hal ghaib kecuali Engkau. Tidak ada pengetahuan bagi kami tanpa Engkau ajari. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala sesuatu dan Maha Bijaksana atas segala ciptaan”

Sumber: https://tafsirweb.com/294-surat-al-baqarah-ayat-32.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ini adalah bagian ayat di mana Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kelebihan nabi Adam عليه السلام atas para malaikat, keistimewaan ilmu tentang nama-nama dari segala sesuatu yang tidak diberikan kepada mereka. Hal ini terjadi setelah mereka melakukan sujud kepadanya. Sebenarnya penjelasan tentang hal ini telah disebutkan karena adanya keterkaitan antara bagian ini dengan ketidaktahuan para malaikat tentang hikmah penciptaan khalifah ketika mereka bertanya tentang hal itu.Lalu Allah memberitahu mereka bahwa Dia mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Oleh karena itu, Allah menyebutkan ayat ini untuk menjelaskan kelebihanan nabi Adam عليه السلام atas mereka dalam hal keilmuan. Allah سبحانه وتعالى berfirman, " Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya" Mujahid berkata,(Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya ) maknanya adalah ilmunya tentang nama setiap binatang melata, burung, dan segala sesuatu Hal yang juga diriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, Qatadah, dan beberapa ulama’ teradahulu lainnya bahwa nabi Adam عليه السلام diajarkan nama-nama segala sesuatu.Ar-Rabi' dalam satu riwayat dia mengatakan bahwa itu adalah nama para malaikat. Hamid Asy-Syami berkata bahwa itu adalah nama-nama bintang. Abdullah bin Zaid berkata bahwa dia diajarkan nama-nama seluruh keturunannya.Ibnu Jarir memilih pendapat bahwa dia diajarkan nama para malaikat dan keturunannya, karena Allah سبحانه وتعالى berfirman, (kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat). Ini adalah ungkapan yang masuk akal Ini adalah pendapat yang dia kuatkan, karena tidak menafikan kemungkinan ada makhluk lain yang ikut bersama mereka (para malaikat). Mengungkapkan sesuatu secara keseluruhan menggunakan pola berpikir orang yang berakal itu untuk menunjukkan dominasi, sebagaimana Allah berfirman, (Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki.Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) (Surah An-Nur:45) Ibnu Mas'ud membaca, (Tsumma ‘aradhahun) dan Abu Ka’b membaca (Tsumma ‘aradhaha), maknanya yaitu nama-nama (makhluk-makhluk tersebut).Yang benar adalah bahwa Allah mengajari nabi Adam عليه السلام nama-nama segala sesuatu; baik esensi, sifat, maupun perbuatannya, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas. yaitu nama sesuatu dan perbuatannya baik yang besar dan yang kecil, Oleh karena itu Qatadah meriwayatkan dari Anas dari nabi Muhammad ﷺ, bersabda, "Pada hari kiamat orang-orang yang beriman berkumpul lalu mereka berkata; 'Sebaiknya kita meminta syafaat kepada Tuhan kita sehingga kita dapat pindah dari tempat kita sekarang juga.' Lalu mereka mendatangi Adam عليه السلام seraya mengatakan; 'Wahai Adam, engkau adalah bapaknya manusia, Allah menciptakanmu dengan tanganNya sendiri dan menjadikan malaikat-malaikat-Nya sujud kepadamu, serta diajarkan pula kepadamu nama-nama segala sesuatu" Hal ini menunjukkan bahwa Allah mengajarinya, nama-nama semua makhlukNya. Oleh karena itu, Allah berfirman, (kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat) maknanya, yaitu nama-nama itu, sebagaimana yang dikatakan oleh Abdur Razzaq dari Ma'mar dan dari Qatadah, bahwa maknanya adalah Dia menunjukkan nama-nama itu kepada para malaikat dengan berkata, (lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!") Ibnu Jarir berkata,”Pendapat yang paling kuat mengenai hal itu adalah tafsir Ibnu Abbas dan orang yang menyampaikan pendapatnya, yaitu "Beritahukanlah kepadaKu nama-nama yang telah Aku tunjukkan kepada kalian, wahai para malaikat yang berkata (Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah) [Surah Al-Baqarah: 30], apakah dari kalangan kami atau bukan?Karena kami bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu. Makna ayat (jika kamu memang orang-orang yang benar) yaitu dalam perkataan kalian bahwa jika Aku menjadikan khalifahKu di bumi dari kalangan selain kalian, maka keturunannya akan berbuat kerusakan dan mengalirkan darah, tetapi jika Aku menjadikan kalian sebagai khalifah disana, kalian akan taat kepadaKu, mengikuti perintahKu dengan mengagungkan dan menyucikanKu. Jika kalian tidak mengetahui nama-nama makhluk yang Aku tunjukkan kepada kalian, sedangkan kalian menyaksikannya, itu berarti kalian tidak mengetahui sesuatu yang ada.Firman Allah (Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (32)) maknanya adalah Ini adalah bentuk pengagungan dan pensucian dari para malaikat kepada Allah سبحانه وتعالى bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui sesuatu melainkan dengan kehendakNya, atau mereka mengetahui sesuatu kecuali yang Allah telah mengajarkan hal itu kepada mereka. Karena itu mereka berkata (Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) maknanya yaitu Engkau adalah Dzat yang Maha Mengetahui segala sesuatu lagi Maha Bijaksana dalam penciptaan dan perintahMu dan dalam pengajaranmu kepada orang yang Engkau kehendaki, dan menghalangi orang yang Engkau kehendaki, hanya milikMu hikmah dan keadilan yang sempurna dalam hal itu. Dan firman Allah (Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?) Mujahid berkata tentang firman Allah (Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini) maknanya yaitu, nama burung merpati, gagak dan nama segala sesuatu.Diriwayatkan dari Sa’id bin Jubair, Hasan, dan Qatadah terkait hal itu Ketika keistimewaan nabi Adam عليه السلام atas para malaikat telah terungkap dengan menyebutkan nama-nama segala sesuatu yang diajarkan Allah kepadanya, Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada para malaikat, (Bukankah sudah Ku-katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?) maknanya yaitu "Bukankah Aku telah berfirman kepada kalian bahwa Aku mengetahui yang ghaib yang tampak dan yang tersembunyi, sebagaimana Dia berfirman (Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. (7)) (surah Thaha) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى memberitahu tentang Hud-hud yang berbeicara kepada nabi Sulaiman (agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan (25) Allah, tiada Tuhan Yang disembah kecuali Dia, Tuhan Yang mempunyai 'Arsy yang besar" (26)) (surah An-Naml) Dikatakan terkait makna firman Allah سبحانه وتعالى, (Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?) selain pendapat yang telah kami sebutkan, bahwa Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna (Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?) yaitu “Aku mengetahui rahasia sebagaimana Aku mengetahui yang tampak” maknanya yaitu sesuatu yang disembunyikan oleh Iblis dalam hatinya berupa kesombongan dan keangkuhan" Dari Ibnu Mas'ud, Ibnu Abbas, dan beberapa sahabat, berkata bahwa firman Allah, (Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah ...) [Surah Al-Baqarah: 30], ini adalah sesuatu yang mereka tunjukkan, dan (dan apa yang kamu sembunyikan?) maknanya adalah sesuatu yang disembunyikan oleh Iblis dalam hatinya berupa kesombongan dan keangkuhan.Demikian juga yang dikatakan Sa'id bin Jubair, Mujahid, As-Suddi, Adh-Dhahhak, dan Ats-Tsauri. Dan Ibnu Jarir memilih pendapat tersebut. Abu Al-'Aliyah, Ar-Rabi' bin Anas, Al-Hasan, dan Qatadah berkata, bahwa itu adalah perkataan para malaikat, "Tidak ada makhluk yang diciptakan oleh Tuhan kami kecuali kami lebih tahu, dan lebih mulia daripada makhluk itu" Dari Ar-Rabi' bin Anas: terkait firmanNya (dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?) bahwa sesuatu yang mereka tunjukkan adalah perkataan mereka, (Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah) [Surah Al-Baqarah: 30], dan sesuatu yang mereka sembunyikan di antara mereka adalah perkataan mereka, " Tidak ada makhluk yang diciptakan oleh Tuhan kami kecuali kami lebih tahu, dan lebih mulia daripada makhluk itu", Lalu mereka menyadari bahwa Allah telah mengistimewakan nabi Adam atas mereka dalam hal ilmu dan kemuliaan.Dari Abdurrahman bin Zaid bin Aslam tentang kisah para malaikat dan nabi Adam عليه السلام, Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada malaikat: "Sebagaimana kalian tidak mengetahui nama-nama ini, maka karena kalian tidak mengetahuinya. Aku berkuasa untuk menciptakan mereka, lalu mereka menyebabkan kerusakan di bumi.”. Hal ini berada di sisiKu, dan sungguh Aku mengetahuinya.Oleh karena itu, kekhawatiran kalian terhadapKu adalah bahwa Aku menciptakan di bumi makhluk yang akan bermaksiat kepadaKu dan makhluk yang menaatiKu. Dia berkata, dan sungguh telah lewat (penjelasan) firman Allah (sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.) (Surah Hud: 119) maknanya yaitu para malaikat belum mengetahui dan menyadari hal ini, dan ketika mereka melihat apa yang diberikan oleh Allah kepada nabi Adam عليه السلام berupa keilmuan, lalu mereka mengakuinya dengan keutamaan itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/294-surat-al-baqarah-ayat-32.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

32 dari 286 ayat

Juz

Juz 1

Halaman

Halaman 6

Ruku

Ruku 5

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 1 (2/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-39 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2