ص (Sad)
Per AyatMushaf
اَؤُنْزِلَ
apakah diturunkan
عَلَيْهِ
atasnya/kepadanya
الذِّكْرُ
pengajaran/Al Quran
مِنْۢ
dari
بَيْنِنَا
antara kita
ۗبَلْ
bahkan/sebenarnya
هُمْ
mereka
فِيْ
dalam
شَكٍّ
keragu-raguan
مِّنْ
dari
ذِكْرِيْۚ
peringatan-Ku
بَلْ
bahkan/sebenarnya
لَّمَّا
belum
يَذُوْقُوْا
mereka merasakan
عَذَابِ
azab-Ku
ۗ
﴿٨﴾
mengapa Al-Qur'an itu diturunkan kepada dia di antara kita?” Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al-Qur'an-Ku, tetapi mereka belum merasakan azab(-Ku).
3978 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Mengapa Muhammad diberi al-qur’an dan bukan kami? justru mereka dalam kebimbangan terhadap wahyu-Ku kepadamu (wahai rasul) dan pengangkatanKu terhadapmu sebagai rasul, lalu mereka berkata demikian, karena mereka belum mencicipi azab Allah, sekiranya mereka telah merasakanna, niscaya mereka tidak akan berkata demikian.
Sumber: https://tafsirweb.com/8494-surat-shad-ayat-8.html
Tafsir as-Sa'di
8. “Mengapa al-Quran itu diturunkan kepadanya di antara kita?” maksudnya, apa yang telah membuatnya lebih utama daripada kita sehingga al-Quran diturunkan kepadanya, bukan kepada kita dan ia diistimewakan oleh Allah dengannya?! Ini juga adalah syubhat mereka. Mana dalil yang terdapat di dalam syubhat ini yang membuktikan penolakan terhadap apa yang ia katakan?!Tidakkah semua rasul itu melainkan demikian adanya?! Allah mengaruniakan kerasulan kepada mereka dan memerintah mereka mengajak manusia kepadaNya. Maka dari itu, tatkala perkataan-perkataan yang bersumber dari mereka tersebut tidak pantas sedikitpun (untuk dijadikan argument) untuk menolak apa yang dibawa oleh Rasul, maka Allah memberitahu darimana perkataan-perkataan seperti itu bersumber, dan sesungguhnya mereka “berada dalam keragu-raguan terhadap al-QuranKu.” Mereka sama sekali tidak mempunyai ilmu pengetahuan dan tidak pula bukti.Tatkala mereka sudah terjerumus dalam lembah keraguan dan puas dengannya, sedangkan kebenaran yang nyata telah datang kepada mereka, dan mereka pun sudah berbulat hati untuk terus berada dalam keraguan, maka mereka mengatakan perkataan-perkataan tersebut untuk menolak kebaenaran, tanpa satu bukti pun dari mereka, melainkan hanya bersumber dari kedustaan yang mereka lakukan. Sudah dimaklumi bahwasanya siapa saja yang berkarakter seperti itu, berbicara berdasarkan keraguan dan sikap keras kepala, maka perkataannya tidak bisa diterima, dan tak seorang pun yang dapat mencemarkan kebenaran; dan sesungguhnya orang yang seperti itu keadaannya mendapat celaan dan cacian akibat perkataannya. Maka dari itu Allah mengancam mereka dengan azab, seraya berfirman, “Dan sebenarnya mereka belum merasakan azabKu.” Maksudnya, mereka telah mengatakan perkataan-perkataan tersebut dan telah lancang melakukannya, di mana mereka bersenang-senang di dunia, tidak ditimpa azab Allah sedikit pun.Kalau saja mereka merasakan azabNya, tentu mereka tidak akan berani berbuat lancang seperti itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/8494-surat-shad-ayat-8.html
Tafsir Al-Wajiz
8. “Mengapa Al-quran ini diturunkan kepada kami, padahal kami ini lebih senior dan lebih luhur daripada dia.” Namun sebenarnya mereka tidak meragukan kejujuran Muhammad, namun mereka ragu bahwa Alquran itu dari Allah. Mereka bahkan belum merasakan azab-Ku
Sumber: https://tafsirweb.com/8494-surat-shad-ayat-8.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 4-11 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik heran dengan diutusnya Rasulullah ﷺ sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman, bahwa mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di sisi Tuhan mereka.” Orang-orang kafir berkata, "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata” (2)) (Surah Yunus) Allah سبحانه وتعالى berfirman di sini: (Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka) yaitu manusia seperti mereka (Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta (4) Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja?) yaitu, apakah dia menyangka bahwa Tuhan yang disembah itu hanya satu saja, yang tidak ada Tuhan selain Dia?Orang-orang musyrik (semoga dilaknat oleh Allah) ingkar dengan ucapan itu dan mereka merasa heran jika meninggalkan kemusyrikan kepada Allah, padahal mereka telah menerimanya dari nenek moyang mereka berupa pmenyembah berhala-berhala yang telah menjadi kecintaan hati mereka. Ketika Rasulullah ﷺ menyeru mereka untuk melenyapkan hal itu dari hati mereka, lalu menggantinya dengan mengesakan Allah ﷺ, maka mereka merasa heran dan berdosa besar dengan hal itu, dan mereka berkata: (Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan Yang Satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan (5) Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka) Mereka adalah para pemuka, pemimpin, dan pembesar mereka.Mereka pergi seraya berkata: (Pergilah kamu) yaitu tetaplah pada agama kalian (dan bertahanlah (menyembah) tuhan-tuhanmu) yaitu, janganlah menuruti apa yang diserukan Muhammad kepada kalian berupa ajaran tauhid. Firman Allah سبحانه وتعالى: (sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki) Ibnu Jarir berkata bahwa makna yang dimaksud adalah sesungguhnya apa yang diserukan Muhammad kepada kita berupa ajaran tauhid benar-benar dia jadikan sebagai sarana untuk meraih kemuliaan dan kedudukan yang tinggi di atas kalian, juga agar kalian semua menjadi pengikutnya, dan kita tidak akan mau menerima seruannya. Ucapan mereka: (Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir) yaitu kami belum pernah mendengar apa yang diserukan Muhammad berupa ajaran tauhid dalam agama yang terakhir.Menurut Mujahid, Qatadah, dan Abu Zaid, yang mereka maksudkan adalah agama orang-orang Quraisy. Ini tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan. (Shad: 7) Mujahid, Qatadah, dan Ibnu Zaid berkata bahwa yang mereka maksud adalah agama suku Quraisy (ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan) Mujahid dan Qatadah berkata bahwa maknanya adalah dusta. Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah dugaan.Ucapan mereka: (mengapa Al-Qur'an itu diturunkan kepadanya di antara kita?) yaitu, mereka menganggap mustahil jika Al-Qur'an hanya diturunkan kepada nabi Muhammad ﷺ secara khusus di antara mereka semua, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman di ayat lain: (Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dari dua negeri (Makkah dan Thaif) ini) (Surah Az-Zukhruf: 31) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu?Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat) (Surah Az-Zukhruf: 32) Oleh karena itu ketika mereka mengatakan hal itu yang menunjukkan kebodohan mereka sendiri dan kurangnya akal mereka, karena menganggap mustahil Al-Qur'an diturunkan kepada rasul yang ada di antara mereka.Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman (sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku) yaitu sesungguhnya mereka berkata demikian hanya karena sampai saat mereka mengucapkan kata-katanya itu masih belum merasakan azab dan pembalasan Allah. Maka mereka akan mengetahui akibat dari apa yang mereka katakan dan apa yang mereka dustakan itu, yaitu pada hari ketika itu mereka diseret ke neraka Jahanam dengan sebenar-benarnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan bahwa Dialah Dzat yang mengatur kerajaanNya dan Maha Berbuat terhadap apa yang Dia kehendaki yang memberi siapa saja yang Dia kehendaki dengan apa yang Dia kehendaki, yang memuliakan siapa saja yang Dia kehendaki, dan menghinakan siapa saja yang Dia kehendaki, yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan yang menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki.Dia menurunkan malaikat Jibril membawa perintahNya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya, dan Dia juga yang mengunci mati hati siapa saja yang Dia kehendaki. Maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk kepada selain Allah. Dan sesungguhnya semua hamba itu tidak memiliki sesuatupun dari urusan ini, mereka tidak berhak untuk mengatur kerajaan ini, dan mereka tidak memiliki apapun bahkan seberat dzarrah dan kulit ari.Oleh karena itu maka Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari kata-kata mereka: (Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi (9)) yaitu Maha Perkasa yang DzatNya tidak dapat dijangkau, dan Maha Pemberi yang memberi kepada siapa saja yang Dia kehendaki dengan apa yang Dia kehendaki. Ayat ini mirip dengan firmanNya سبحانه وتعالى: (Ataukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan (kekuasaan)? Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia (53) ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepada manusia itu?Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar (54) Maka di antara mereka (orang-orang yang dengki itu) ada orang-orang yang beriman kepadanya, dan di antara mereka ada orang-orang yang menghalangi (manusia) dari beriman kepadanya. Dan cukuplah (bagi mereka) neraka Jahanam yang menyala-nyala apinya (55)) (Surah An-Nisa’) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Kalau seandainya kamu mengusai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya” Dan manusia itu sangat kikir (100)) (Surah Al-Isra’) Demikian itu setelah menceritakan tentang orang-orang kafir bahwa mereka mengingkari pengutusan rasul manusia Rasulullah ﷺ.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kaum nabi Shalih ketika mereka berkata: (Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong (25) Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong (26)) (Surah Al-Qamar) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada) maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit) (10)) yaitu jika mereka mempunyai hal itu, maka hendaklah mereka menaiki tangga menuju ke langit.Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair, Qatadah, dan lainnya berkata bahwa makna yang dimaksud adalah jalan-jalan menuju ke langit. Kemudian Allah berfirman: (Suatu tentara yang besar yang berada di sana dari golongan-golongan yang bersekutu, pasti akan dikalahkan (11)) yaitu tentara yang mendustakan itu berada dalam kejayaan dan perpecahan akan dikalahkan dan dihancurkan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka dari kalangan golongan-golongan yang bersekutu dan mendustakan dihancurkan.Ini sebagaimana firmanNya: (Atau apakah mereka mengatakan, "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang” (44) Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang (45)) (Surah Al-Qamar) Hal tersebut terjadi di perang Badar (Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka, dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit (46)) (Surah Al-Qamar)
Sumber: https://tafsirweb.com/8494-surat-shad-ayat-8.html
Informasi
Surat
ص (Sad)
Sad — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
8 dari 88 ayat
Juz
Juz 23
Halaman
Halaman 453
Ruku
Ruku 391
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 91 (181/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3978 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-38