ص (Sad)
Per AyatMushaf
اِنْ
tidak lain
كُلٌّ
semua itu
اِلَّا
kecuali
كَذَّبَ
telah mendustakan
الرُّسُلَ
Rasul-rasul
فَحَقَّ
maka pastilah
عِقَابِ
azab-Ku
ࣖ
﴿١٤﴾
Semua mereka itu mendustakan rasul-rasul, maka pantas mereka merasakan azab-Ku.
3984 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
11-14 Bala tentara yang mendustakan itu adalah bala tentara yang kalah, sebagaimana sekutu-sekutu kafir sebelum mereka juga dikalahkan. Sebelum mereka kaum nuh, ad, fir’aun pemilik kekuatan yang besar, tsamud, kaum luth, juga para penduduk desa dengan pohon-pohon dan kebun-kebun yang lebat, yaitu kaum syuaib, semuanya telah mendustakan. para umat yang bersekutu dalam kekafiran dan pendustaan dan bersatu padu di atasnya, masing-masing dari mereka tidak lain kecuali mendustakan para rasul, sehingga mereka berhak untuk diazab oleh Allah dan hukumannya pun turun menipa mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/8500-surat-shad-ayat-14.html
Tafsir as-Sa'di
12-15. Allah mewanti-wanti akan bertindak terhadap mereka seperti yang dilakukanNya terhadap umat-umat sebelum mereka yang keberadaannya jauh lebih kuat daripada mereka (kaum Quraisy) dan lebih besar jumlah koalisinya dalam kebatilan, yakni, “kaum Nuh, ‘Ad,” kaum nabi HUd, dan “Firaun yang mempunyai tentara yang banyak.” Maksudnya, bala tentara yang sangat besar jumlahnya dan (memiliki) kekuatan yang luar biasa, “dan Tsamud” yaitu kaum Nabi Shalih, “kaum Luth dan penduduk Aikah,” yang memiliki banyak pepohonan dan kebun-kebun yang rindang. Mereka adalah kaum Nabi syuaib. “Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu,” yang bersatu dengan kekuatan, jumlah dan perlengkapan mereka untuk menolak kebenaran.Namun semua itu sama sekali tidak berguna bagi mereka. “semua mereka,” masing-masing dari mereka itu “tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul,” maka pastilah mereka ditimpa oleh “azab” dari Allah. Mereka (kaum musyrikin Quraisy), apa yang dapat menyucikan dan membersihkan mereka agar tidak ditimpa oleh apa yang telah menimpa umat-umat sebelumnya?! Maka hendaklah mereka menunggu “satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang,” maksudnya, untuk kembali.Teriakan (tiupan sangkakala malaikat Israfil) itu akan membinasakan dan memusnahkan mereka jika mereka tetap ngotot pada kesesatan yang mereka anut.
Sumber: https://tafsirweb.com/8500-surat-shad-ayat-14.html
Tafsir Al-Wajiz
14. Mereka semua itu tidak lain adalah para pendusta rasul-Ku, barang siapa mendustakan satu rasul maka sama seperti mendustakan semua rasul. Maka azab-Ku wajib bagi mereka atas pendustaan mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/8500-surat-shad-ayat-14.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 12-16 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang umat-umat terdahulu dan apa yang telah menimpa mereka berupa azab, pembalasan, dan siksaan, karena menentang para rasul dan mendustakan nabi-nabi Allah. Kisah-kisah mereka telah dijelaskan secara panjang lebar di berbagai tempat. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul)) yaitu mereka lebih banyak, lebih kuat, dan lebih banyak harta dan anak-anaknya, tetapi semua itu tidak dapat melindungi mereka dari azab Allah sedikit pun, ketika azab Allah datang kepada mereka.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, maka pastilah (bagi mereka) azab-Ku (14)) Maka yang menjadi penyebab pembinasaan mereka adalah karena mendustakan para rasul. Maka hendaklah orang-orang yang diajak bicara waspada dari hal itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Tidaklah yang mereka tunggu melainkan hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang (15)) Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam, yaitu mereka tidak ditangguhkan melainkan saat hari kiamat menimpa mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya semua pertandanya telah ada, yaitu, hari kiamat itu telah dekat masanya.Dan tiupan sangkakala ini adalah tiupan yang mengejutkan dimana Allah سبحانه وتعالى memerintahkan malaikat Israfil untuk memperpanjang tiupan yang pertama ini, sehingga tidak ada seorang pun dari kalangan penduduk langit dan bumi, melainkan terkejut kecuali orang-orang yang dikecualikan Allah سبحانه وتعالى. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab" (16)) Ini merupakan perngingkaran dari Allah سبحانه وتعالى terhadap orang-orang musyrik dalam seruan mereka agar azab itu disegerakan kepada mereka. Sesungguhnya kata “Al-Qithu” adalah ketetapan.Dikayakan bahwa maknannya adalah bagian. Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya berkata bahwa mereka meminta agar azab disegerakan kepada mereka. Qatadah menambahkan, bahwa itu sebagaimana mereka berkata: (Ya Allah, jika betul (Al-Qur’an) ini dialah yang benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah azab yang pedih) (Surah Al-Anfal: 32) Dikatakan bahwa mereka meminta agar bagian dari surga disegerakan untuk mereka, jika surga itu memang ada, agar mereka dapat merasakannya di dunia.Sesungguhnya hal ini keluar dari mereka sebagai reaksi dari ketidakpercayaan dan kedustaan mereka. Ibnu Jarir berkata bahwa mereka meminta agar kebaikan atau keburukan yang berhak mereka terima disegerakan di dunia ini. Pendapat yang dia katakan itu cukup baik, Berdasarkan apa yang dikatakan orang-orang musyrik ini mengandung makna cemoohan dan ketidakpercayaan.Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan kepada Rasulallah ﷺ agar bersabar dalam menghadapi gangguan mereka, dan memberikan berita gembira kepadanya bahwa dengan kesabarannya itu dia akan mendapat akibat yang baik, pertolongan dan kemenangan.
Sumber: https://tafsirweb.com/8500-surat-shad-ayat-14.html
Informasi
Surat
ص (Sad)
Sad — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
14 dari 88 ayat
Juz
Juz 23
Halaman
Halaman 453
Ruku
Ruku 391
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 91 (181/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3984 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-38