ص (Sad)
Per AyatMushaf
اِصْبِرْ
bersabarlah
عَلٰى
atas
مَا
apa
يَقُوْلُوْنَ
mereka katakan
وَاذْكُرْ
dan ingatlah
عَبْدَنَا
hamba Kami
دَاوٗدَ
Daud
ذَا
mempunyai
الْاَيْدِۚ
tangan/kekuatan
اِنَّهٗٓ
sesungguhnya dia
اَوَّابٌ
seorang yang kembali
﴿١٧﴾
Bersabarlah atas apa yang mereka katakan; dan ingatlah akan hamba Kami Dawud yang mempunyai kekuatan; sungguh dia sangat taat (kepada Allah).
3987 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sabarlah (wahai rasul) atas apa yang mereka katakan dari perkataan yang tidak kamu sukai, dan ingatlah hamba Kami, Dawud, pemilik kekuatan atas musuh-musuh Allah dan selau sabar menaatiNya. Sesungguhnya dia bertaubat dan kembali kepada apa yang diridhai Allah. Dalam ayat ini mengandung hiburan untuk rasulullah.
Sumber: https://tafsirweb.com/8503-surat-shad-ayat-17.html
Tafsir as-Sa'di
17. Setelah Allah memerintah RasulNya untuk bersabar dalam menghadapi kaumnya, DIa memerintah beliau untuk memohon pertolongan dalam bersabar tersebut dengan beribadah hanya kepada Allah saja dan mengingat-ingat keadaan para ahli ibadah, sebagaimana dikatakanNya di dalam ayat yang lain, “Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.” (Thaha:130). Dan di antara ahli ibadah yang teragung adalah Nabiyullah Dawud, yang “mempunyai kekuatan,” maksudnya, kekuatan yang sangat besar untuk beribadah kepada Allah yang terdapat pada jasad dan dalam hatinya, “sesungguhnya dia amat taat,” maksudnya, selalu kembali kepada Allah segala permasalahannya dengan inabah kepadaNya, mencintai, menghambakan diri, takut, berharap dan selalu merendahkan diri dan berdoa kepadaNya; selalu kembali kepadaNya di kala terlanjur melakukan kekeliruan dengan cara menghentikan kesalahan itu dan beratubat dengan sebenarnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/8503-surat-shad-ayat-17.html
Tafsir Al-Wajiz
17. Bersabarlah atas perkataan, kekufuran dan pendustaan mereka wahai Nabi, sungguh Kami adalah penolongmu. Ingatkanlah mereka tentang cerita nabi Dawud yang kuat, yang teguh dan istiqamah dalam agama.Dengan kekuatan yang dia miliki, dia pergunakan untuk selalu kembali kepada segala yang diridhoi dan disenangi Allah. Yang demikian itu adalah pengagungan terhadap nabi Daud atas segala maksiat yang mereka lakukan
Sumber: https://tafsirweb.com/8503-surat-shad-ayat-17.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 17-20 Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang hamba dan rasulNya, nabi Dawud bahwa dia memiliki kekuatan. Dan kata “al-aid” adalah kekuatan dalam masalah ilmu dan amal. Mujahid berkata bahwa “al-aid” adalah kekuatan dalam ketaatan.Qatadah berkata bahwa nabi Dawud dianugerahi kekuatan dalam mengerjakan ibadah dan memberinya pengetahuan tentang Islam. Telah disebutkan kepada kami bahwa nabi Dawud selalu mengerjakan shalat di sepertiga malam, dan puasa setengah tahun. Hal ini disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau ﷺ bersabda:”Shalat yang paling disukai Allah adalah shalatnya nabi Dawud, dan puasa yang paling disukai Allah adalah puasanya nabi Dawud.Dia tidur sampai tengah malam, lalu bangun sepertiganya, dan tidur seperenamnya. Dan dia berpuasa sehari dan berbuka sehari, dia tidak pernah lari jika bertemu dengan musuh” dan dia adalah seorang yang mengembalikan semuanya kepada Allah سبحانه وتعالى, yaitu selalu menyembalikan semua urusan dan perkaranya hanya kepada Allah: Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) di waktu petang dan pagi (18)) yaitu Allah سبحانه وتعالى menundukkan gunung-gunung yang bertasbih bersamanya di saat terbitnya matahari terbit dan di penghujung siang, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud) (Surah Saba’: 10) Demikian juga burung-burung bertasbih bersama dengan tasbinya, menjawab tasbih bersama jawabannya, dan gunung-gunung yang tinggi-tinggi pun membalas tasbihnya dan mengikuti tasbih bersamanya.Diriwayatkan dari Ayyub bin Shafwan. dari maulanya yaitu Abdullah bin Al-Harits bin Naufal, bahwa Ibnu Abbas pada mulanya tidak mengerjakan shalat dhuha. Kemudian aku membawanya masuk menemui Ummu Hani', dan aku berkata kepadanya,”Ceritakanlah kepadaku apa yang kamu ceritakan kepadaku ini" Maka Ummu Hani' berkata:”Pada hari jatuhnya penaklukkan Makkah, Rasulullah ﷺ masuk ke dalam rumahku, kemudian meminta air sebanyak satu mangkuk besar, lalu memerintahkan agar dibuat penghalang dari kain antara aku dan dia. Lalu beliau mandi, dan mengeringkan tubuhnya di salah satu sudut di rumahku, lalu beliau shalat delapan rakaat.Shalat itu adalah shalat dhuha yang berdiri, rukuk, sujud, dan duduknya hampir sama lamanya antara satu dengan yang lain. Ibnu Abbas keluar seraya berkata: “Sungguh aku membaca apa yang ada di antara dua lembaran, namun aku baru mengenal shalat dhuha saat ini (bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi). Aku bertanya, “Di manakah shalat pagi?” Kemudian, setelah itu, dia menyebut shalat pagi.Oleh karena itu, Allah berfirman: (dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul) yaitu tertahan di udara (Masing-masingnya amat taat kepada Allah) yaitu taat bertasbih kepada Allah.Qatadah dan Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam tentang FirmanNya (Masing-masingnya amat taat kepada Allah) yaitu taat Firman Allah سبحانه وتعالى. (Dan Kami kuatkan kerajaannya) yaitu Kami menjadikan baginya kerajaan yang sempurna dari semua yang diperlukan para raja. Firman Allah (dan Kami berikan kepadanya hikmah) Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah pemahaman, akal, dan kecerdasan. Di lain kesempatan dia mengatakan bahwa itu adalah kebijaksanaan dan keadilan, dan di lain kesempatan lagi dia berkata bahwa itu kebenaran.As-Suddi berkata tentang (Al-Hikmah) yaitu kenabian. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan) Syuraih Al-Qadhi dan Asy-Sya'bi berkata, keputusan dalam perselisihan tentang persaksian sumpah. Qatadah berkata yaitu dua orang saksi yang dibebankan kepada orang yang tertuduh.Berdasarkan keputusan dalam perselisihan yang ditetapkan para nabi dan rasul. Orang-orang mukmin dan orang-orang shalih berkata yaitu keadilan dari umat ini sampai hari kiamat. Mujahid berkata juga bahwa yang dimaksud dengan pembahasan ini adalah adalah keputusan dalm berbiacara dan menentukan keputusan, dan semua ini mencakup semua pendapat itu, dan ini adalah makna yang dimaksud dan dipilih Ibnu Jarir.
Sumber: https://tafsirweb.com/8503-surat-shad-ayat-17.html
Informasi
Surat
ص (Sad)
Sad — 88 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
17 dari 88 ayat
Juz
Juz 23
Halaman
Halaman 454
Ruku
Ruku 392
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 91 (181/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-3987 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-38