Kembali ke Surat Sad

ص (Sad)

Surat ke-38, Ayat ke-21

وَهَلْ اَتٰىكَ نَبَؤُ الْخَصْمِۘ اِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَۙ

Dan apakah telah sampai kepadamu berita orang-orang yang berselisih ketika mereka memanjat dinding mihrab?

📚 Tafsir Al-Muyassar

21-22 apakah telah datang kepadamu (wahai rasul) berita dua orang yang berselisih yang menyelinap masuk kepada dawud di tempat ibadahnya, sehingga hal itu mengejutkannya? mereka berkata kepadanya, ”jangan takut, kami adalah dua seteru, salah seorang dari kami telah berbuat dzolim kepada yang lain, maka putuskanlah perkara diantara kami dengan adil, jangan berbuat zhalim dalam menetapkan hokum dan bimbinglah kami ke jalan yang lurus.

Sumber: https://tafsirweb.com/8507-surat-shad-ayat-21.html

📚 Tafsir as-Sa'di

21. Setelah Allah menjelaskan bahwasanya Dia telah menganugerahkan kepada NabiNya dawud, kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan di antara manusia, hingga ia menjadi terkenal dengan sifat itu dan menjadi sandaran, maka Allah menyebutkan berita tentang dua orang yang berselisih di hadapannya dalam suatu perkara yang mana keduanya dijadikan oleh Allah sebagai fitnah (cobaan) bagi Nabi Dawud. Lalu Allah menerima taubat dan mengampuninya, dan Allah menakdirkan perkara tersebut baginya.

Maka Allah berkata kepada NabiNya, Muhammad, “Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara?” sebab ia merupakan berita yang sangat menakjubkan, “ketika mereka memanjat pagar” untuk menemui Dawud “ di mihrab,” yaitu tempat ibadah beliau tanpa izin dan mita izin terlebih dahulu, mereka tidak masuk untuk menjumpainya lewat pintu.

Sumber: https://tafsirweb.com/8507-surat-shad-ayat-21.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

21. Wahai nabi, apakah cerita tentang orang-orang yang memanjat pagar itu. Ketika mereka turun dari pagar pembatas para sesembahan yang mereka sembah.

Khasm adalah bentuk jamak dan mufrad.

Sumber: https://tafsirweb.com/8507-surat-shad-ayat-21.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 21-25 Firman Allah SWT: (ia terkejut karena (kedatangan) mereka) Demikian itu tidak lain karena saat itu dia sedang berada di mihrabnya yang merupakan tempat paling mulia dalam rumahnya, dan sebelum itu dia telah memerintahkan agar tidak ada seorangpun yang masuk menemuinya di hari itu. Tanpa menyadarinya tiba-tiba ada dua orang yang memanjat menemuinya di mihrab, yaitu keduanya menginginkan agar kasus keduanya tidak diketahui. Firman Allah SWT: (dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan) yaitu aku tidak dapat menandinginya.

Firman Allah SWT: (Dan Dawud mengetahui bahwa Kami mengujinya) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna yang dimaksud adalah Kami mengujinya. Firman Allah SWT: (lalu ia menyungkur sujud) sujud (dan bertaubat) Bisa juga ditafsirkan bahwa yang dilakukan adalah rukuk terlebih dahulu kemudian dia bersujud. (Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu) yaitu Apa yang dilakukan itu seperti yang dikatakan “Sesungguhnya kebaikan orang-orang yang berbakti itu merupakan keburukan orang-orang yang mendekatkan dirinya” Diriwayatkan dari Al-Awwam, dia berkata,”Aku bertanya kepada Mujahid tentang ayat sajdah (Shad) maka dia menjawab,”Aku berkata kepada Ibnu Abbas, "Mengapa kamu bersujud?" Ibnu Abbas menjawab,”Apakah kamu tidak pernah membaca firmanNya: (dan kenapa sebagian dari keturunannya (Nuh), yaitu Dawud dan Sulaiman) (Surah Al-An'am: 84) dan: (Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka) (Surah Al-An'am: 90) Dan nabi Dawud termasuk salah seorang yang Nabi SAW kalian memerintahkan kepada kalian untuk mengikutinya.

Nabi Dawud bersujud, maka Rasulullah SAW juga bersujud. Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik) yaitu sesungguhnya dia kelak pada hari kiamat mendapat kedudukan yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan tempat kembali yang baik, yaitu derajat yang tinggi di surga karena taubat dan keadilannya yang sempurna dalam kerajaannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/8507-surat-shad-ayat-21.html

Informasi Tambahan

Juz

23

Halaman

454

Ruku

392

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved