Kembali ke Surat Sad

ص (Sad)

Surat ke-38, Ayat ke-22

اِذْ دَخَلُوْا عَلٰى دَاوٗدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ قَالُوْا لَا تَخَفْۚ خَصْمٰنِ بَغٰى بَعْضُنَا عَلٰى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَآ اِلٰى سَوَاۤءِ الصِّرَاطِ

ketika mereka masuk menemui Dawud lalu dia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata, “Janganlah takut! (Kami) berdua sedang berselisih, sebagian dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan di antara kami secara adil dan janganlah menyimpang dari kebenaran serta tunjukilah kami ke jalan yang lurus.

📚 Tafsir Al-Muyassar

21-22 apakah telah datang kepadamu (wahai rasul) berita dua orang yang berselisih yang menyelinap masuk kepada dawud di tempat ibadahnya, sehingga hal itu mengejutkannya? mereka berkata kepadanya, ”jangan takut, kami adalah dua seteru, salah seorang dari kami telah berbuat dzolim kepada yang lain, maka putuskanlah perkara diantara kami dengan adil, jangan berbuat zhalim dalam menetapkan hokum dan bimbinglah kami ke jalan yang lurus.

Sumber: https://tafsirweb.com/8508-surat-shad-ayat-22.html

📚 Tafsir as-Sa'di

22. Maka dari itu, setelah mereka masuk menemuinya dengan cara seperti itu, ia merasa sangat terkejut dan takut. Maka mereka berkata kepadanya, “Kami adalah dua orang yang bersengketa, maka jangan takut,” “yang salah seorang dari kami berbuat melampaui batas kepada yang lain” dengan melakukan kezhaliman, “maka berilah kaputusan antara kami dengan haq,” maksudnya, dengan adil dan jangan berpihak kepada salah satu di antara kami, “dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.”

Sumber: https://tafsirweb.com/8508-surat-shad-ayat-22.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

22. Ketika mereka menemui Dawud, dia terkejut dan takut atas kedatangan mereka karena datang tanpa izin. Mereka masuk tidak melalui pintu yang ada.

Mereka berkata kepada Dawud untuk menenangkannya: Jangan takut, kami adalah dua kubu yang berperkara. Salah satu dari kami berbuat dholim kepada yang lain, maka berikanlah keputusan yang benar atas perkara kami. Janganlah engkau berbuat keburukan dalam menghukuminya dan jangan menyeleweng dari kebenaran.

Tunjukkanlah kami kepada jalan yang benar. Menurut cerita yang masyhur dua orang yang berperkara itu adalah dua orang raja, namun yang lebih mendekati kebenaran adalah bahwa mereka itu dua orang/penduduk biasa

Sumber: https://tafsirweb.com/8508-surat-shad-ayat-22.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 21-25 Firman Allah SWT: (ia terkejut karena (kedatangan) mereka) Demikian itu tidak lain karena saat itu dia sedang berada di mihrabnya yang merupakan tempat paling mulia dalam rumahnya, dan sebelum itu dia telah memerintahkan agar tidak ada seorangpun yang masuk menemuinya di hari itu. Tanpa menyadarinya tiba-tiba ada dua orang yang memanjat menemuinya di mihrab, yaitu keduanya menginginkan agar kasus keduanya tidak diketahui. Firman Allah SWT: (dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan) yaitu aku tidak dapat menandinginya.

Firman Allah SWT: (Dan Dawud mengetahui bahwa Kami mengujinya) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa makna yang dimaksud adalah Kami mengujinya. Firman Allah SWT: (lalu ia menyungkur sujud) sujud (dan bertaubat) Bisa juga ditafsirkan bahwa yang dilakukan adalah rukuk terlebih dahulu kemudian dia bersujud. (Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu) yaitu Apa yang dilakukan itu seperti yang dikatakan “Sesungguhnya kebaikan orang-orang yang berbakti itu merupakan keburukan orang-orang yang mendekatkan dirinya” Diriwayatkan dari Al-Awwam, dia berkata,”Aku bertanya kepada Mujahid tentang ayat sajdah (Shad) maka dia menjawab,”Aku berkata kepada Ibnu Abbas, "Mengapa kamu bersujud?" Ibnu Abbas menjawab,”Apakah kamu tidak pernah membaca firmanNya: (dan kenapa sebagian dari keturunannya (Nuh), yaitu Dawud dan Sulaiman) (Surah Al-An'am: 84) dan: (Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka) (Surah Al-An'am: 90) Dan nabi Dawud termasuk salah seorang yang Nabi SAW kalian memerintahkan kepada kalian untuk mengikutinya.

Nabi Dawud bersujud, maka Rasulullah SAW juga bersujud. Firman Allah SWT: (Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik) yaitu sesungguhnya dia kelak pada hari kiamat mendapat kedudukan yang mendekatkan dirinya kepada Allah SWT dan tempat kembali yang baik, yaitu derajat yang tinggi di surga karena taubat dan keadilannya yang sempurna dalam kerajaannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/8508-surat-shad-ayat-22.html

Informasi Tambahan

Juz

23

Halaman

454

Ruku

392

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved