اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
وَاَمَّا
dan adapun
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
ابْيَضَّتْ
menjadi putih (berseri)
وُجُوْهُهُمْ
wajah-wajah mereka
فَفِيْ
maka (berada)
رَحْمَةِ
rahmat
اللّٰهِ
Allah
ۗ
هُمْ
mereka
فِيْهَا
di dalamnya
خٰلِدُوْنَ
mereka kekal
﴿١٠٧﴾
Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.
400 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan ada pun orang-orang yang wajahnya putih berseri-seri karena kenikmatan yang menyenangkan dan kabar gembira yang disampaikan kepada mereka dari kebaikan, mereka berada di dalam surga Allah dengan segala kenikmatannya, mereka abadi di dalamnya, dan tidak keluar darinya selamanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1239-surat-ali-imran-ayat-107.html

Tafsir as-Sa'di

106-107. Allah memberitakan tentang perbedaan tingkatan para makhluk pada Hari Kiamat dalam kebahagiaan dan kesengsaraan, dan bahwasanya wajah-wajah penghuni kebahagiaan akan memutih yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah, membenarkan rasul-rasulNya, menaati perintahNya, menjauhi laranganNya, dan bahwasanya Allah memasukkan mereka ke dalam surga, dan akan melimpahkan segala kebaikan atas mereka, dan mereka akan kekal selamanya (di dalam surga). Sebaliknya wajah-wajah para penghuni kesengsaraan akan menghitam (muram) yaitu orang-orang yang mendustai para rasulNya, bermaksiat pada perintahNya dan memecah belah agama mereka menjadi beberapa kelompok, dan bahwa mereka akan dijelek-jelekkan sehingga dikatakan kepada mereka, “kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman?” bagaimana mungkin kalian memilih kekufuran atas keimanan? “Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.”

Sumber: https://tafsirweb.com/1239-surat-ali-imran-ayat-107.html

Tafsir Al-Wajiz

107 Adapun orang-orang yang wajahnya putih berseri karena cahaya iman, maka mereka berada dalam rahmat Allah dan tempat kemuliaan penuh dengan rahmat Allah yaitu surga; mereka kekal di dalamnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1239-surat-ali-imran-ayat-107.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 104-109 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat) yang bertugas untuk menjalankan perintah Allah dalam mengajak kepada kebaikan, memerintahkan untuk berbuat kebaikan, dan melarang kemungkaran, (merekalah orang-orang yang beruntung) Adh-Dhahhak berkata: Ini khusus untuk para sahabat dan para ulama’ yang menyampaikan riwayat, yaitu mereka adalah orang yang berjuang dan para ulama’. Maksud dari ayat ini adalah agar ada kelompok dalam umat ini yang bertanggung jawab atas perkara ini. Meskipun itu adalah kewajiban bagi setiap orang di umat ini sesuai dengan kemampuannya, sebagaimana yang ada dalam hadits shahih Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Siapa saja di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya.Jika dia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.” Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat (105)) Allah سبحانه وتعالى melarang umat ini untuk menjadi seperti umat-umat sebelumnya yang terpecah belah, berselisih, dan meninggalkan untuk memerintahkan kebajikan dan melarang kemungkaran, padahal bukti-bukti yang jelas telah datang kepada mereka. Firman Allah سبحانه وتعالى: (pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram) yaitu pada hari kiamat, ketika wajah ahlus sunnah akan bersinar putih, dan wajah ahli bid’ah dan orang yang melakukan perpecahan.Ibnu Abbas mengatakan itu. (Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman?) Hasan Al-Bashri berkata: “Mereka adalah orang-orang munafik.” (Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu) Sifat ini mencakup setiap orang kafir (Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya (107)) yaitu surga, mereka menetap di dalamnya selamanya (mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya (108)) (Surah Al-Kahfi) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu) yaitu ini adalah hujjah-hujjah, dan tanda-tanda Allah yang Kami bacakan kepadamu, wahai Muhammad (dengan benar) yaitu Kami menjelaskan perintah itu di dunia dan akhirat (dan tiadalah Allah berkehendak untuk berbuat zalim kepada seluruh alam) yaitu tidak melakukan kezaliman kepada mereka, sebab itu adalah hukum yang adil yang tidak sewenang-wenang, karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, lagi Maha Mengetahui segala sesuatu, maka Dia tidak memerlukan untuk berbuat zalim kepada siapa pun dari makhlukNya.Itulah sebabnya Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi) yaitu semuanya milikNya, dan hambaNya (dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan) yaitu Dialah yang mengatur urusan dunia dan akhirat, lagi Maha Bijaksana di dunia dan akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/1239-surat-ali-imran-ayat-107.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

107 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 63

Ruku

Ruku 52

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 13 (25/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-400 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3