Per AyatMushaf
فَاِذَا
maka apabila
سَوَّيْتُهٗ
telah Kusempurnakan kejadiannya
وَنَفَخْتُ
dan kutiupkan
فِيْهِ
ke dalamnya
مِنْ
dari
رُّوْحِيْ
roh-Ku
فَقَعُوْا
maka tunduklah kamu
لَهٗ
kepadanya
سٰجِدِيْنَ
bersujud
﴿٧٢﴾
Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh (ciptaan)-Ku kepadanya; maka tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya.”
4042 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

71-72 Katakanlah kepada mereka (wahai rasul), saat tuhanmu berfirman kepada malaikat “sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah basah. Kemudian apabila Aku telah menyempurnakan jasad dan bentuk penciptaanNya dan meniupkan arwah kepadanya, sehingga dia hidup maka sujudlah kepadanya,” sebagai penghormatan dan penghargaan, bukan sujud pengagungan dan ibadah, karena ibadah hanya untuk Allah semata. Dan Allah telah mengharamkan sujud demi menghormati dalam syariat islam.

Sumber: https://tafsirweb.com/8558-surat-shad-ayat-72.html

Tafsir as-Sa'di

71-72. Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, “Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat” sebagai informasi, “SEsungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.” Maksudnya, materinya dari tanah liat, “Maka apabila telah Kusempurnakan,” maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk, “dan Kutiupkan kepadanya ruhKu, maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.”

Sumber: https://tafsirweb.com/8558-surat-shad-ayat-72.html

Tafsir Al-Wajiz

72. ketika Aku (Allah) telah menciptakannya dan menyempurnakannya, para malaikat bersujud kepada Adam dengan penuh penghormatan dan kemuliaan, dan wajib bersujud

Sumber: https://tafsirweb.com/8558-surat-shad-ayat-72.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 71-85 Kisah yang telah disebutkan Allah dalam surah Al-Baqarah, permulaan surah Al-A'raf, surah Al-Hijr, surah Al-Isra’, surah Al-Kahfi dan di sini, yaitu bahwa Allah سبحانه وتعالى sebelum menciptakan nabi Adam, Dia memberitahukan kepada para malaikat bahwa Dia akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat dari lumpur hitam yang dibentuk. Dan Allah memerintahkan kepada mereka bahwa ketika nabi Adam telah diciptakan dan disempurnakan bentuknya, maka hendaknya mereka bersujud kepadanya sebagai penghormatan, dan pemuliaan untuknya, dan pelaksanaan perintah Allah سبحانه وتعالى. Semua malaikat mengerjakan hal itu kecuali iblis yang bukan termasuk jenis malaikat, namun dari golongan jin.Kemudian watak dan kejadiannya membuat dirinya sombong, maka dia menolak bersujud kepada nabi Adam dan mendebat Tuhannya tentang hal ini. Iblis menduga bahwa dirinya lebih baik daripada nabi Adam karena dia diciptakan dari api, sedangkan nabi Adam diciptakan dari tanah liat, dan api lebih baik daripada tanah menurut sangkaannya. Dengan demikian, berarti iblis bersikap salah dan menentang perintah Allah سبحانه وتعالى serta ingkar dalam hal itu.Maka Allah سبحانه وتعالى menjauhkan dan mengusirnya dari rahmatNya dan dari hadapanNya, yang Maha Suci, serta menamainya iblis karena dia dijauhkan dari rahmatNya, dan Allah menurunkannya dari langit dalam keadaan tercela dan terhina ke bumi. Maka dia meminta kepada Allah agar diberi masa tangguh sampai hari kebankitan, dan Allah yang Maha Penyantun mengabulkan permintaannya, yang tidak menyegerakan azab terhadap orang yang durhaka kepada­Nya. Setelah iblis merasa aman dari kebinasaan sampai hari kiamat, maka dia berlaku membangkang dan melampaui batas Dan dia berkata (Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya (82) kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas di antara mereka (83)) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku?Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil) (Surah Al-Isra: 62) Mereka adalah orang-orang yang dikecualikan dalam ayat lain, yaitu melalui firmanNya: (Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga (65))) (Surah Al-Isra’) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Allah berfirman, "Maka yang benar (adalah sumpahKu) dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan” (84) Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka semua (85)) Demikianlah yang dibaca mayoritas ulama, di antaranya adalah Mujahid, dengan merafa' kata “al-haqqu” yang pertama.Dan Mujahid menafsirkan bahwa makna yang dimaksud adalah,”Akulah Yang Maha Benar dan hanya kebenaran yang Aku firmankan” Dalam riwayat lain darinya, makna yang dimaksud adalah “Kebenaran itu datangnya dariKu dan hanya Aku hanya kebenaran yang Aku firmankan” Ulama lain menashabnya. As-Suddi berkata bahwa ini adalah sumpah yang difirmankan Allah سبحانه وتعالى. Saya berkata, ayat ini sebagaimana firmanNya: (tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan) dari-Ku, "Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahanam itu dengan jin dan manusia bersama-sama”) (Surah As-Sajdah: 13) dan (Tuhan berfirman, "Pergilah, barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahanam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup” (63)) (Surah Al-Isra’)

Sumber: https://tafsirweb.com/8558-surat-shad-ayat-72.html

Informasi

Surat

ص (Sad)

Sad — 88 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

72 dari 88 ayat

Juz

Juz 23

Halaman

Halaman 457

Ruku

Ruku 395

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 92 (183/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4042 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-38