اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
ضُرِبَتْ
ditimpakan
عَلَيْهِمُ
atas mereka
الذِّلَّةُ
kehinaan
اَيْنَ
dimana
مَا
apa/saja
ثُقِفُوْٓا
mereka berdiam/berada
اِلَّا
kecuali
بِحَبْلٍ
dengan/kepada tali
مِّنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
وَحَبْلٍ
dan tali
مِّنَ
dari
النَّاسِ
manusia
وَبَاۤءُوْ
dan mereka kembali
بِغَضَبٍ
dengan kemurkaan
مِّنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
وَضُرِبَتْ
dan ditimpakan
عَلَيْهِمُ
atas mereka
الْمَسْكَنَةُ
kelemahan
ۗ
ذٰلِكَ
demikian itu
بِاَنَّهُمْ
bahwasanya mereka
كَانُوْا
adalah mereka
يَكْفُرُوْنَ
(mereka) ingkar
بِاٰيٰتِ
dengan/terhadap ayat-ayat
اللّٰهِ
Allah
وَيَقْتُلُوْنَ
dan mereka membunuh
الْاَنْبِۢيَاۤءَ
para Nabi
بِغَيْرِ
dengan tidak/tanpa
حَقٍّۗ
alasan/kebenaran
ذٰلِكَ
demikian itu
بِمَا
dengan apa/disebabkan
عَصَوْا
mereka durhaka
وَّكَانُوْا
dan mereka adalah
يَعْتَدُوْنَ
(mereka) melampaui batas
﴿١١٢﴾
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan (selalu) diliputi kesengsaraan. Yang demikian itu karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi, tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.
405 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Allah menjadikan kehinaan dan kenistaan sebagai suatu kenicscayaan yang tidak pernah terpisah dari kaum Yahudi. Karena itu, mereka adalah kaum terhina lagi ternistakan di mana pun mereka berada, kecuali dengan adanya janji dari Allah dan perjanjian dari manusia, maka barulah mereka merasakan aman pada jiwa dan harta mereka. Itu merupakan perjanjian bagi ahli dzimmah atas mereka dan keharusan bagi mereka untuk menjalankan hukum-hukum islam.Dan mereka kembali dengan ditimpa kemurkaan Allah yang layak mereka dapatkan. Dan mereka ditimpa oleh kehinaan dan kerendahan. Maka tidaklah kamu melihat orang Yahudi kecuali pada dirinya terpancar rasa takut dan gentar terhadap orang-orang beriman.Itulah yang telah Allah jadikan untuk mereka disebabkan kekafiran mereka kepada Allah dan kelakuan melampaui batas yang mereka perbuat terhadap batas-batas Allah, juga karena mereka membunuh para nabi secara zhaliman dan melampaui batas. Dan tidak ada yang membuat mereka lancang untuk melakukan itu kecuali karena mereka melakukan berbagai maksiat dan melanggar batasan-baatasan Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/1244-surat-ali-imran-ayat-112.html
Tafsir as-Sa'di
112. Ini merupakan kabar dari Allah bahwa kaum Yahudi itu diliputi oleh kehinaan sehingga mereka selalu takut di mana pun mereka berada, tidak ada yang dapat menenangkan mereka kecuali perjanjian damai dan suatu sebab yang bisa membuat mereka tenang, mereka tunduk di bawah hukum-hukum Islam dan mereka membayar jizyah, atau dengan tali perjanjian “dengan manusia,” maksudnya, apabila mereka di bawah kekuasaan selain mereka dan pengawasan bangsa lain, sebagaimana telah terlihat dari kondisi mereka dahulu maupun yang akan datang, dimana mereka pada masa terakhir ini tidak mampu menguasai secara temporal di Palestina kecuali dengan bantuan negara-negara kuat dan penyediaan prasarana mereka untuk mereka dalam segala hal. “Dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah,” maksudnya, sungguh Allah murka atas mereka dan menghukum mereka dengan kehinaan dan kerendahan. Sebab-sebabnya adalah kekufuran mereka terhadap para Nabi “tanpa alasan yang benar.” Maksudnya, hal tersebut tidaklah atas dasar kesewenang-wenangan dan kedurhakaan.Hukuman yang bermacam-macam yang menimpa mereka, “disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas.” Allah tidak menzhalimi mereka dan menyiksa mereka tanpa adanya dosa, akan tetapi yang Allah timpakan atas mereka disebabkan oleh kesewenang-wenangan, permusuhan, kukufuran, pendustaan, dan kejahatan mereka yang besar itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/1244-surat-ali-imran-ayat-112.html
Tafsir Al-Wajiz
112 Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali agama Allah dan tali perjanjian dengan manusia untuk tidak melakukan peperangan. Dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan dari segala arah. Kemurkaan dan segala kehinaan itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah berupa Taurat dan Al-quran, serta membunuh para nabi tanpa alasan yang benar dan permusuhan.Siksa bagi mereka itu disebabkan mereka durhaka atas perintah Allah pelanggaran-pelanggaran mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/1244-surat-ali-imran-ayat-112.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 110-112 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa umat nabi Muhammad adalah umat terbaik, Lalu Allah berfirman: (Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia) Maknanya adalah bahwa mereka adalah umat terbaik dan paling bermanfaat bagi manusia.Karena itu, Allah berfirman: (menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah) Diriwayatkan dari Durrah binti Abu Lahab, dia berkata: "Ada seorang pria berdiri di hadapan Nabi ﷺ, dan saat itu beliau berada di atas mimbar.Dia bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah manusia terbaik?” Nabi menjawab, “Manusia terbaik adalah yang paling bertaqwa kepada Allah, yang menyuruh kepada kebaikan, melarang dari kemunkaran, dan yang menjalin hubungan silaturahim.” Yang benar adalah bahwa ayat ini berlaku umum untuk seluruh umat, setiap zaman sesuai dengan kemampuannya, sebaik-baik orang pada zaman mereka yaitu orang-orang yang diutus kepada mereka Rasulullah ﷺ, kemudian orang-orang yang mengikuti mereka, dan seterusnya. Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain: (Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil) (Surah Al-Baqarah: 143), yang berarti umat terbaik (agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu).Dalam musnad Imam Ahmad, Jami' At-Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah, dan Mustadrak Al-Hakim dari riwayat Hakim bin Mu'awiyyah bin Haidah, dari ayahnya, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Kalian adalah penyempurna tujuh puluh umat, kalian yang terbaik dan yang paling mulia di sisi Allah " Umat ini memperoleh bagian sebelumnya kepada banyak kebaikan karena memiliki Nabinya, Muhammad ﷺ. Beliau merupakan makhluk dan rasul Allah paling mulia. Allah mengutusnya dengan syariat yang lengkap dan agung yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi dan rasul pun sebelumnya.Maka mengamalkan ajaran dan jalan beliau adalah sesuatu yang hanya sedikit bisa menandingi amalan yang banyak dari umat selain mereka dalam hal kedudukan. Oleh karena itu, ketika Allah سبحانه وتعالى memuji umat ini atas sifat-ini, Dia juga menegur Ahli Kitab dan mencela mereka, Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sekiranya Ahli Kitab beriman) yaitu dengan apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad ﷺ (tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik) yaitu sedikit di antara mereka yang beriman kepada Allah dan apa yang telah diturunkan kepada mereka. Kebanyakan dari mereka berada dalam kesesatan, kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman sembari memberitahukan para hambaNya yang beriman dan memberi kabar gembira kepada mereka bahwa pertolongan dan kemenangan akan menjadi milik mereka atas Ahli Kitab yang kafir dan ingkar. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan (111)) Demikianlah yang terjadi.Sesungguhnya mereka pada hari perang Khaibar, Allah menghinakan dan merendahkan mereka, begitu juga sebelumnya dengan beberapa suku Yahudi di Madinah yaitu Bani Qainuqa', Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah, semuanya dihinakan oleh Allah. Demikian pula dengan kaum Nasrani di Syam. Para sahabat menghancurkan mereka di banyak tempat, dan merampas kerajaan mereka di Syam selamanya.Islam masih tetap teguh di wilayah Syam hingga nabi Isa putra Maryam turun, dan dia akan memerintah dengan agama Islam dan hukum nabi Muhammad ﷺ. Dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan memberlakukan jizyah. Tidak ada yang diterima kecuali Islam.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia) yaitu Allah mengenakan kehinaan dan kerendahan kepada mereka di mana saja mereka berada, dan mereka tidak akan merasa aman (kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah) yaitu dengan perlindungan Allah, yaitu perjanjian perlindungan bagi mereka, ketetapan jizyah atas mereka, dan melakukan hukum-hukum agamanya (dan tali (perjanjian) dengan manusia) yaitu keamanan dari manusia bagi mereka, sebagaimana dalam perjanjian perdamaian atau perjanjian tawanan ketika seorang muslim membuatnya aman, meskipun itu seorang perempuan, sekalipun itu seorang hamba menurut pendapat salah satu ulama’. Ibnu Abbas berkata: (kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia) maknanya adalah dengan perjanjian dari Allah dan perjanjian dari manusia. Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, ‘Ikrimah, ‘Atha', Adh-Dhahhak, Al-Hasan, Qatadah, As-Suddi, dan Ar-Rabi' bin Anas.Firman Allah: (dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah) yaitu mereka harus mendapatkan murka Allah dan mereka pantas mendapatkannya. (dan mereka diliputi kerendahan) yaitu mereka dihukum baik secara takdir maupun secara syariat. Oleh karena itu Allah berfirman: (Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar) yaitu hal itu karena mereka berada pada kesombongan, kemungkaran, dan kedengkian sehingga Dia menghukum mereka dengan kehinaan dan kerendahan selamanya, dilanjutkan dengan kehinaan di akhirat.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas) yaitu karena mereka telah mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh rasul-rasul Allah. Dengan hal itu mereka diputuskan bahwa mereka selalu mengingkari perintah-perintah Allah, selalu bermaksiat terhadap Allah, dan melampaui batas dalam hukum Allah. Kami berlindung kepada Allah dari hal itu.Allah adalah tempat meminta pertolongan.
Sumber: https://tafsirweb.com/1244-surat-ali-imran-ayat-112.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
112 dari 200 ayat
Juz
Juz 4
Halaman
Halaman 64
Ruku
Ruku 53
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 13 (25/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-405 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3