اٰل عمران (Ali 'Imran)
Per AyatMushaf
اِنْ
jika
تَمْسَسْكُمْ
menyentuh kamu/kamu memperoleh
حَسَنَةٌ
kebaikan
تَسُؤْهُمْۖ
menyusahkan mereka/bersedih hati
وَاِنْ
dan jika
تُصِبْكُمْ
menimpa kamu (kamu mendapat)
سَيِّئَةٌ
keburukan/bencana
يَّفْرَحُوْا
mereka gembira
بِهَا
dengannya/karenanya
ۗ
وَاِنْ
dan jika
تَصْبِرُوْا
kamu bersabar
وَتَتَّقُوْا
dan kamu bertakwa
لَا
tidak
يَضُرُّكُمْ
memudharatkan kamu
كَيْدُهُمْ
tipu daya mereka
شَيْـًٔا
sedikitpun
ۗ
اِنَّ
jika
اللّٰهَ
Allah
بِمَا
dengan/terhadap (segala apa)
يَعْمَلُوْنَ
mereka kerjakan
مُحِيْطٌ
meliputi/mengetahui
ࣖ
﴿١٢٠﴾
Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.
413 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Di antara bentuk permusuhan mereka bahwa sesungguhnya kalian (wahai orang-orang mukmin), jika terjadi kepada kalian peristiwa yang baik, seperti kemenangan dan memperoleh harta rampasan, maka tampak jelas pada mereka duka-lara dan kesedihan. Dan apabila terjadi hal-hal buruk pada kalian, berupa kekalahan, berkurangnya harta benda, jiwa dan hasil panen buah-buahan, maka mereka bergembira ria dengan hal tersebut. Apabila kalian sabar terhadap apa yang menimpa kalian dan kalian bertakwa kepada Allah dalam perkara yang Allah memerintahkan kalian untuk melakukannya dan perkara yang Allah larang kalian darinya, maka gangguan dari makar mereka tidak akan memudaratkan kalian.Dan Allah meliputi seluruh kerusakan yang diperbuat oleh orang-orang kafir dan akan membalas mereka atas hal itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/1252-surat-ali-imran-ayat-120.html
Tafsir as-Sa'di
120. “Jika kamu memperoleh kebaikan;” kemuliaan, kemenangan, keselamatan, dan kebaikan, “niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapatkan bencana” berupa penguasaan musuh atau terjadinya beberapa musibah duniawi, “niscaya mereka bergembira karenanya.” Ini adalah sifat dari musuh yang sangat sengit sekali permusuhannya. Ketika Allah menerangkan tentang permusuhan mereka yang begitu keras dan menjelaskan tentang sifat keji yang ada pada mereka, maka Allah memerintahkan hamba-hambaNya yang Mukmin untuk bersabar dan konsisten terhadap ketakwaan, dan bahwa bila mereka menegakkan hal itu, niscaya tipu daya musuh mereka tidak akan memudaratkan mereka sedikit pun. Sesungguhnya Allah meliputi mereka semua, perbuatan-perbuatan mereka, tipu daya mereka yang mereka gencarkan terhadap kalian, dan sungguh Allah telah berjanji kepada kalian ketika kalian menegakkan ketakwaan, bahwa mereka tidak akan memudaratkan kalian sedikit pun, maka janganlah kalian bersedih dengan terjadinya hal tersebut.
Sumber: https://tafsirweb.com/1252-surat-ali-imran-ayat-120.html
Tafsir Al-Wajiz
120 Jika kamu memperoleh kenikmatan berupa pertolongan, atau ghanimah, atau kekuatan, niscaya mereka akan bersedih hati dan gundah. Namun jika kamu mendapat bencana berupa kekalahan atau kekeringan, mereka akan bergembira karenanya sebab kebencian mereka. Jika kamu bersabar atas perlakuan dan permusuhan mereka dan bertakwa kepada Allah dan tidak menjadikan mereka sebagai teman kepercayaan, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak akan mendatangkan kemudharatan kepadamu.Sebab kalian berada dalam perlindungan Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan dan Maha Kuasa menjadikan mereka frustasi.
Sumber: https://tafsirweb.com/1252-surat-ali-imran-ayat-120.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 118-120 Allah سبحانه وتعالى berfirman sembari melarang hamba-hambaNya yang mukmin untuk menjadikan orang-orang munafik sebagai teman akrab, yaitu membiarkan mereka mengetahui rahasia-rahasia orang mukmin yang bisa digunakan oleh musuh-musuh mereka. Orang-orang munafik dengan segala usaha dan upaya tidak akan henti-hentinya untuk merugikan orang-orang beriman, yaitu mereka akan berusaha bertentangan dan berusaha membahayakan mereka dengan segala kemungkinan, dan melakukan tipu daya untuk mencelakakan mereka. Mereka menginginkan sesuatu yang membuat orang-orang mukmin merasa tertekan dan terganggu.Firman Allah سبحانه وتعالى, (janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu) yaitu golongan lain dari golongan agama lain, dan teman kepercayaan seseorang terhadap oerang lain seperti keluarganya yang mengetahui rahasia-rahasia perkaranya. Imam Bukhari meriwayatkan hal ini. Diriwayatkan dari Abu Sa'id bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi dan mengangkat seorang khalifah melainkan dia mempunyai dua orang kepercayaan: satu orang kepercayaan yang menyuruh dan mendorongnya kepada yang makruf, dan satu orang kepercayaan yang menyuruh dan mendorongnya kepada kejahatan.Orang yang terjaga adalah orang yang dijaga oleh Allah " Diriwayatkan dari Abu Dahqanah, dia berkata, "Dikatakan kepada Umar bin Khattab, “Sesungguhnya disini ada anak dari golongan Nasrani yang hafal kitab, maka mungkin kamu bisa menjadikannya penulis” Umar berkata, “Sungguh jika aku mengambilnya, maka aku menjadikan orang kepercayaan selain orang-orang beriman." Dalam riwayat dan ayat ini terdapat dalil bahwa orang-orang yang ditegur maka tidak boleh dimintai pertolongan untuk menulis yang di dalamnya terdapat rahasia-rahasia orang muslim dan dalam urusannya yang bisa membahayakan mereka jika terungkap kepada musuh-musuh Islam dalam peperangan.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi) sungguh telah terlihat di banyak wajah mereka, jadi ujaran kebencian keluar dari lisan-lisan tidak berguna mereka, dengan yang ada dalam hati mereka berupa kebencian terhadap Islam dan orangpara pemeluknya. Hal yang semacam itu tidak dapat disembunyikan bagi orang yang bijaksana dan berakal.Oleh karena itu Allah berfirman, (Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya) Firman Allah سبحانه وتعالى, (Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu) yaitu hai orang-orang yang beriman, kalian mencintai orang-orang munafik karena apa yang mereka tunjukkan kepada kalian berupa keimanan, sehingga kalian mencintai mereka karena itu.Adapun mereka tidak mencintai kalian baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. (dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya) yaitu kalian tidak ragu-ragu dalam mengimani kepada kitab-kitab tersebut, sedangkan mereka memiliki keraguan, kebimbangan, dan ketidakpastian. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas mengatakan, (dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya) yaitu terhadap kitab kalian, kitab mereka, dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Adapun mereka ingkar terhadap kitab kalian sehingga kalian lebih berhak membenci mereka daripada mereka membenci kalian.Ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, (Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata "Kami beriman", dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu) “Al-Anamil" adalah ujung-ujung jari. Ini adalah yang dikatakan Qatadah. Seorang penyair berkata: Aku ingin dari kalian berdua, yaitu sesuatu yang mencapai tenggorokanku, dan apa yang dipegang oleh sepuluh jari tanganku.Ibnu Mas'ud, As-Suddi, dan Ar-Rabi' bin Anas berkata, “Al-Anamil” adalah jari-jari tangan. Ini adalah perkara orang-orang munafik. Mereka menampakkan iman dan kasih sayang kepada orang-orang mukmin, tetapi di dalam hati mereka sesuatu yang bertentangan.Seperti Allah سبحانه وتعالى berfirman: (mereka menggigit ujung jari antaran marah bercampur benci terhadap kamu” Ini adalah kemarahan dan kebencian yang paling mendalam. Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Katakanlah (kepada mereka): "Matilah kamu karena kemarahanmu itu". Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati) yaitu bagaimana kalian dengki terhadap orang-orang mukmin dan marah karena hal itu. Maka ketahuilah sesungguhnya Allah telah menyempurnakan nikmatNya kepada hamba-hambaNya yang beriman, memantapkan agamaNya, meninggikan kalimat-kalimatNya, dan menampakkan agamaNya.Maka matilah kalian dalam kemarahan kalian (Sesungguhnya Allah mengetahui segala isi hati) yaitu Dia Maha Mengetahui apa yang terkandung dalam hati kalian, dan yang tersembunyi berupa rahasia-rahasia kalian berupa kemarahan, kedengkian, dan dendam terhadap orang-orang mukmin. Itu adalah kiasan bagi kalian di dunia, dimana kalian menampakkan sesuatu yang kalian harapkan. Di akhirat, kalian diberi azab yang dahsyat di neraka dan kalian kekal di dalamnya, sehingga tidak ada jalan keluar bagi kalian dari sana.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berkata, (Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya) Ini adalah bukti yang menunjukkan atas dahsyatnya permusuhan mereka terhadap orang-orang mukmin. Ketika orang mukmin meraih kemenangan, pertolongan, dan dukungan, serta mendapatkan banyak bantuan, hal itu menyakiti orang munafik. Ketika orang-orang mukmin mengalami kesulitan, atau kekalahan dari musuh mereka, dimana dalam hal tersebut terdapat hikmah Allah سبحانه وتعالى (sebagaimana yang terjadi pada perang Uhud) orang-orang munafik merasa gembira.Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahu kepada hamba-hambaNya (Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan) Allah سبحانه وتعالى membimbing mereka agar selamat dari kejahatan orang-orang yang berbuat jahat dan usaha orang yang berbuat dosa dengan sabar, takwa, dan tawakal kepada Allah, Dzat yang meliputi muruh-musuh mereka. Maka, tidak ada daya dan upaya bagi mereka kecuali dengan izinNya. Dialah Dzat yang membuat sesuatu ada jika Dia berkehendak, dan tidak ada jika Dia tidak berkehendak, serta sesuatu tidak aakn terjadi kecuali dengan kausa dan kehendakNya.Cukuplah berserah diri kepadaNya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menentukan syariat dalam mengisahkan perang Uhud dan apa yang terjadi di dalamnya, berupa ujian bagi hamba-hambaNya yang beriman, dan memisahkan antara orang-orang mukmin dan orang-orang munafik serta menjelaskan kesabaran orang-orang yang bersabar. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman
Sumber: https://tafsirweb.com/1252-surat-ali-imran-ayat-120.html
Informasi
Surat
اٰل عمران (Ali 'Imran)
Keluarga Imran — 200 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
120 dari 200 ayat
Juz
Juz 4
Halaman
Halaman 65
Ruku
Ruku 53
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 13 (26/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-413 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-3