غافر (Gafir)

Per AyatMushaf
فَلَمَّا
maka ketika
جَاۤءَهُمْ
dia datang kepada mereka
بِالْحَقِّ
dengan kebenaran
مِنْ
dari
عِنْدِنَا
sisi kami
قَالُوا
mereka berkata
اقْتُلُوْٓا
bunuhlah
اَبْنَاۤءَ
anak-anak lelaki
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
مَعَهٗ
bersama dengan dia
وَاسْتَحْيُوْا
dan biarkan hidup
نِسَاۤءَهُمْ
perempuan-perempuan mereka
ۗوَمَا
dan tidaklah
كَيْدُ
tipu daya
الْكٰفِرِيْنَ
orang-orang kafir
اِلَّا
kecuali
فِيْ
dalam
ضَلٰلٍ
kesesatan
﴿٢٥﴾
Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa kebenaran dari Kami, mereka berkata, “Bunuhlah anak-anak laki-laki dari orang-orang yang beriman bersama dia dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka.” Namun tipu daya orang-orang kafir itu sia-sia belaka.
4158 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka ketika Musa datang kepada Fir’aun, Haman, dan Qarun dengan membawa mukjizat-mukjizat yang jelas dari sisi Kami, mereka tidak cukup hanya dengan menentang dan mengingkarinya, mereka malah berkata, “Bunuhlah anak-anak lelaki orang-orang yang beriman bersamanya dan biarkanlah anak-anak perempuan mereka tetap hidup untuk menjadi pelayan dan budak kami.” Rencana jahat orang-orang kafir hanyalah akan sia-sia dan binasa.

Sumber: https://tafsirweb.com/8837-surat-al-mumin-ayat-25.html

Tafsir as-Sa'di

25. “maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi kami,” dan ia pun diperkuat oleh Allah dengan beberapa mukjizat yang sangat hebat yang memaksa mereka harus benar-benar tunduk, namun mereka tidak menerimanya, bahkan mereka tidak cukup hanya dengan sikap mengabikan dan berpaling, dan bahkan tidak sekedar mengingkari dan menentangnya dengan kebatilan mereka, justru sampai pada tindakan yang sangta keji sekali, dimana “mereka berkata,’bunuhlah anak-anak orang yang beriman bersamanya dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka,’ dan tipu daya orang-orang kafir itu tidak lain,” dimana mereka telah merencanakan tipu daya ini dan mereka beranggapan bahwa apabila mereka membunuh anak-anak lelaki para pengikut Musa itu, maka mereka tidaka akan pernah menjadi kuat dan mereka akan tetap dalam perbudakan dan dibawah kendali mereka. Maka tipu daya mereka tidak lain ”hanyalah sia-sia” karena apa yang mereka inginkan tidak terjadi. Malah mereka ditimpa oleh kebalikan apa yang mereka renacanakan itu, di mana Allah membinasakan dan memusnahkan mereka secara total.Disini ada suatu kaidah penting; renungkanlah satu poin yang banyak disebutkan di dalam kitabullah ini, yaitu apabila konteksnya tentang satu kisah tertentu atau atas suatu permasalahan tertentu, sedangkan yang Allah inginkan adalah memberikan keputusan terhadapnya dengan suatu hukum (keputusan) yang tidak hanya khusus dengannya, maka Allah menyebutkan hukuman tersebut dan menetapkannya dengan ungkapan yang bersifat umum agar bermakna lebih luas, termasuk di dalamnya bentuk (putusan) yang karenanya kalimat tersebut dipaparkan, dan supaya asumsi bahwa hukum tersebut khusus untuk sesuatu yang khusus tersebut menjadi tidak ada. Maka dari itu dia tidak mengatakan (dan tipu daya mereka tidak lain melainkan sia-sia belaka), melainkan Dia berfirman, ”dan tipu daya orang-orang kafir itu tidak lain melainkan sia-sia belaka.”

Sumber: https://tafsirweb.com/8837-surat-al-mumin-ayat-25.html

Tafsir Al-Wajiz

25. Ketika Musa menyampaikan kebenaran dari Kami kepada mereka berupa mukjizat yang tampak, Fir’aun dan kaumnya berkata: “Lanjutkan pembunuhan putera-putera orang mukmin, dan biarkanlah anak perempuan mereka hidup sebagaimana disebutkan dalam surat Al-qashash ayat 4. Yang berarti ketika Allah mengutus nabi Musa, Fir’aun tetap membunuh bayi laki-laki dari Bani Israil.Dan yang dilakukan oleh Fir’aun itu adalah kesia-siaan belaka, tidak akan berdampak apa-apa kepada utusan Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/8837-surat-al-mumin-ayat-25.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 23-27 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menghibur hati NabiNya, Muhammad ﷺ dalam menghadapi pendustaan dari kaum beliau, seraya memberitahukan tentang berita gembira kepada beliau bahwa akibat yang baik dan kemenangan bagi beliau di dunia dan akhirat, sebagaimana yang terjadi kepada nabi Musa. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى mengutusnya dengan membawa ayat-ayat yang terang dan dalil-dalil yang jelas. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata) kata “as-sulthan” adalah hujjah dan bukti (kepada Fir’aun) yaitu raja suku Qibti di negeri Mesir (Haman) yaitu menteri dalam kerajaannya (dan Qarun) orang paling kaya di zamannya dalam harta dan perdagangannya (maka mereka berkata, "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta”) yaitu mereka mendustakan dan menuduhnya sebagai seorang penyihir, gila, kesurupan, dan pendusta dalam pengakuannya Allah mengutusnya.Ini sebagaimana firmanNya: (Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila” (52) Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas (53)) (Surah Adz-Dzariyat) (Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami) yaitu dengan membawa bukti yang pasti yang menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى mengutusnya kepada mereka (mereka berkata, "Bunuhlah anak-anak orang-orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka”) Ini merupakan perintah yang kedua dari Fir'aun untuk membunuh anak-anak laki-laki dari kaum Bani Israil.Adapun perintah pertama adalah untuk mencegah agar nabi Musa tidak dilahirkan, atau untuk menghina kaum ini dan memperkecil jumlah mereka, atau karena kedua perkara itu. Adapun perintah yang kedua karena alasan yang lain, juga untuk menghinakan bangsa ini agar mereka merasa sial dengan adanya nabi Musa. oleh karena itu mereka berkata: (Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab, Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu”) (Surah Al-A'raf: 129) Qatadah berkata bahwa ini merupakan perintah sesudah perintah.Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan tipu daya orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah sia-sia (belaka)) yaitu tidak ada lain tipu daya dan tujuan mereka untuk mengurangi jumlah kaum Bani Israil agar mereka tidak mempunyai kekuatan melawan mereka, melainkan sia-sia dan kehancuran (Dan berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya), "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya") Ini merupakan tekad Fir'aun (semoga laknat Allah bagi mereka) untuk membunuh nabi Musa, yaitu untuk membunuh nabi Musa demi kalian" (dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya) yaitu aku tidak peduli denganNya. Ini merupakan untuk menunjukkan keingkaran, kekerasan, dan kekeras kepalaan. Perkataan Fir'aun (semoga laknat Allah baginya): (karena sesungguhnya aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi) yaitu nabi Musa, Fir'aun merasa khawatir jika nabi Musa menyesatkan manusia dan mengganti tradisi dan kebiasaan mereka.Ini sebagaimana yang dikatakan dalam suatu ungkapan,”Fir'aun berpura-pura sebagai seorang yang mengharapkan kebaikan bagi manusia, yaitu dia memperingatkan manusia dari nabi Musa. Kebanyakan dari mereka membaca (An yubaddila diinakum wa an yuzhira fil ardhil fasaada) dan ulama lainnya membacanya (aw yuzhira fil ardhil fasaada) dan sebagian ulama membacanya (yazhara fil ardhil fasaadu) dengan didhammah. Nabi Musa berkata: (Dan Musa berkata, "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab”) yaitu setelah perkataan Fir'aun itu sampai kepadanya: (Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya) Maka nabi Musa berkata,”Aku memohon perlindungan dan meminta pertolongan kepada Allah dari kejahatan Fir'aun dan orang-orang yang serupa dengannya" Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu) wahai orang-orang yang diajak bicara (dari setiap orang yang menyombongkan diri) yaitu dari kebenaran dan jahat (yang tidak beriman kepada hari penghisaban)

Sumber: https://tafsirweb.com/8837-surat-al-mumin-ayat-25.html

Informasi

Surat

غافر (Gafir)

Maha Pengampun — 85 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

25 dari 85 ayat

Juz

Juz 24

Halaman

Halaman 469

Ruku

Ruku 406

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 94 (188/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4158 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-40