غافر (Gafir)

Per AyatMushaf
يَوْمَ
pada hari
تُوَلُّوْنَ
kamu berpaling
مُدْبِرِيْنَۚ
ke belakang
مَا
tidak ada
لَكُمْ
bagi kalian
مِّنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
مِنْ
dari
عَاصِمٍۚ
pelindung/penyelamat
وَمَنْ
dan barang siapa
يُّضْلِلِ
menyesatkan
اللّٰهُ
Allah
فَمَا
maka tidak ada
لَهٗ
baginya
مِنْ
dari
هَادٍ
seorang pemberi petunjuk
﴿٣٣﴾
(yaitu) pada hari (ketika) kamu berpaling ke belakang (lari), tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkan kamu dari (azab) Allah. Dan barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, niscaya tidak ada sesuatu pun yang mampu memberi petunjuk.”
4166 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Di hari dimana kalian berlarian tak tentu arah, kalian tidak memiliki pelindung dan penolong dari Allah yang bisa membantu kalian. Barangsiapa dibiarkan oleh Allah dan tidak dibimbing ke jalan lurus, maka tidak ada sesuatu pun yang membimbing yang menuntunnya ke jalan yang benar dan haq.

Sumber: https://tafsirweb.com/8845-surat-al-mumin-ayat-33.html

Tafsir as-Sa'di

33. ia pun mempertakuti mereka, (semoga Allah meridhainya) akan hari yang sangat mengerikan ini dan ia merasa sangat prihatin terhadap mereka jika mereka tetap dalam kesyirikan. Maka dari itu ia berkata, ”hari ketika kamu berpaling, kebelakang,” maksudnya, hari itu telah menyeret kalian ke neraka, “tidak ada bagimu bseorangpun yang menyelamatkan kamu dari Allah,” dan tidak pula kekuatan dari diri kalian untuk menolak azab Allah dan tidak ada pula seorang pun yang bisa menolong kalian selain Dia. “pada hari ditampakkannya segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong,” (ath-thariq:9-10) “dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk,” sebab petunjuk itu ada di tangan Allah. Maka apabila Allah mencegah pertunjuk bagi seorang hamba karena Dia tahu bahwa ia tidak laik mendapat petunjuk karena kebusukannya, maka tidak ada jalan apapun untuk memberinya petunjuk.

Sumber: https://tafsirweb.com/8845-surat-al-mumin-ayat-33.html

Tafsir Al-Wajiz

33. Hari itu adalah hari dimana kalian lari menghindar karena ketakutan terhadap azab yang akan menimpa kalian. Tidak akan ada yang bisa menyelamatkan kalian dari azab Allah.Barangsiapa dijauhkan dari kebenaran atau dibiarkan dalam kesesatan, maka itulah seburuk-buruk pilihan baginya. Tidak akan ada sesuatu apapun yang dapat memberinya petunjuk

Sumber: https://tafsirweb.com/8845-surat-al-mumin-ayat-33.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 30-35 Ini adalah pemberitahuan dari Allah سبحانه وتعالى tentang laki-laki shalih yang mukmin dari keluarga Fir'aun, bahwa dia memperingatkan kaumnya atas azab Allah سبحانه وتعالى di dunia dan akhirat. Jadi dia berkata: (Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir kamu akan ditimpa (bencana) seperti peristiwa kehancuran golongan yang bersekutu) yaitu orang-orang yang mendustakan para rasul Allah di masa lalu seperti kaum nabi Nuh, kaum 'Ad, kaum Tsamud, dan orang-orang setelah mereka dari kalangan umat-umat yang mendustakan, bagaimana mereka tertimpa azab Allah, dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak dan menyelamatkan mereka dari itu (Dan Allah tidak menghendaki berbuat kezaliman terhadap hamba-hambaNya) yaitu, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka hanya karena dosa-dosa mereka, dan karena pendustaan mereka terhadap para rasulNya dan pertentangan mereka terhadap perintahNya. Maka Allah melaksanakan kekuasaan­Nya terhadap mereka.Kemudian laki-laki itu berkata: (Hai kaumku, sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan siksaan hari saling memanggil (32)) yaitu pada hari kiamat. Qatadah berkata bahwa setiap kaum dipanggil sesuai dengan amal mereka, penghuni surga dipanggil dengan sebutan penghuni surga, dan penghuni neraka dipanggil dengan sebutan penghuni neraka. Dikatakan, hari itu dinamakan demikian karena penghuni surga dan penghuni neraka saling memanggil (Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?Mereka (ahli neraka) menjawab,"benar") (Surah Al-A'raf: 44) dan seruan penghuni neraka kepada penghuni surga: (Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu. Mereka (ahli surga) menjawab, "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir”) (Surah Al-A'raf: 50) dan karena adanya saling memanggil antara penghuni surga, dan penghuni neraka, sebagaimana yang telah disebutkan dalam surah Al-A'raf.Al-Baghawi dan lainnya memilih bahwa hari itu dinamakan demikian karena penggabungan hal itu. Ini merupakan pendapat yang baik, hanya Allah yang lebih Mengetahui. Firman Allah: ((yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang) yaitu pergi melarikan diri (sekali-kali tidak!Tidak ada tempat berlindung! (11) Hanya kepada Tuhan­mu sajalah pada hari itu tempat kembali (12)) (Surah Al-Qiyamah) Oleh karena itu Allah berfirman: (tidak ada bagimu seorang pun yang menyelamatkan kamu dari (azab) Allah) yaitu tidak ada seorang pun yang dapat melindungi kalian dari azab dan pembalasan Allah (dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorang yang akan memberi petunjuk) yaitu, barangsiapa yang disesatkan Allah سبحانه وتعالى, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk selain Dia Firman Allah: (Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu sebelumnya dengan membawa keterangan-keterangan) yaitu kepada penduduk Mesir, Allah سبحانه وتعالى mengutus mereka seorang rasul sebelum nabi Musa.Dia adalah nabi Yusuf yang menjadi perdana menteri penduduk Mesir, sekaligus sebagai seorang rasul yang menyeru umatnya untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى untuk bersikap adil. Tetapi mereka tidak menaatinya dengan sebenarnya, melainkan hanya karena dia sebagai menteri, kedudukan dunianya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (tetapi kamu senantiasa dalam keraguan tentang apa yang dibawanya kepadamu, hingga ketika dia meninggal, kamu berkata, "Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya”) yaitu kalian putus asa dan kalian katakan dengan maksud menggambarkan keinginan: (Allah tidak akan mengirim seorang rasul pun sesudahnya) Demikian itu karena kekafiran dan kedustaan mereka (Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang melampaui batas dan ragu-ragu) yaitu seperti keadaan orang yang telah disesatkan Allah karena perbuatannya yang sewenang-wenang dan hatinya ragu kepada kebenaran.Kemudian Allah berfirman: ((yaitu) orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka) yaitu orang-orang yang menolak kebenaran dengan kebathilan, dan membantah hujjah-hujjah tanpa dalil dan hujjah dari Allah سبحانه وتعالى.Maka sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى sangat membenci orang yang berperilaku demikian. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Amat besar kemurkaan (bagi mereka) di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman) yaitu, orang-orang yang beriman juga membenci orang-orang yang sifatnya demikian, karena sesungguhnya orang yang bersifat demikian itu hatinya dikunci Allah, sehingga dia setelah itu tidak dapat mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Oleh karena itu Allah berfirman: (Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang sombong) yaitu dari mengikuti kebenaran (lagi sewenang-wenang)

Sumber: https://tafsirweb.com/8845-surat-al-mumin-ayat-33.html

Informasi

Surat

غافر (Gafir)

Maha Pengampun — 85 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

33 dari 85 ayat

Juz

Juz 24

Halaman

Halaman 470

Ruku

Ruku 407

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 94 (188/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4166 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-40