غافر (Gafir)
Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
يُجَادِلُوْنَ
mereka membantah
فِيْٓ
pada
اٰيٰتِ
ayat-ayat
اللّٰهِ
Allah
بِغَيْرِ
dengan tanpa
سُلْطٰنٍ
kekuasaan/alasan
اَتٰىهُمْ
ia datang pada mereka
ۙاِنْ
tidak ada
فِيْ
pada
صُدُوْرِهِمْ
dada mereka
اِلَّا
kecuali
كِبْرٌ
kebesaran
مَّا
tidaklah
هُمْ
mereka
بِبَالِغِيْهِۚ
mencapainya
فَاسْتَعِذْ
maka berlindunglah
بِاللّٰهِ
kepada Allah
ۗاِنَّهٗ
sesungguhnya Dia
هُوَ
Dia
السَّمِيْعُ
Maha Mendengar
الْبَصِيْرُ
Maha Melihat
﴿٥٦﴾
Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah tanpa alasan (bukti) yang sampai kepada mereka, yang ada dalam dada mereka hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang tidak akan mereka capai, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
4189 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya orang-orang yang menolak kebenaran dengan kebatilan, menolak hujjah-hujjah Allah yang shahih dengan syubhat-syubhat yang rusak tanpa ada bukti dan hujjah dari Allah, di dalam dada mereka hanyalah ada kesombongan untuk menerima kebenaran ditambah dengan kedengkian dari mereka atas karunia yang Allah berikan kepada NabiNya dan kemuliaan derajat kenabian yang Dia limpahkan kepadanya, sesuatu yang tidak akan mereka dapatkan dan raih, maka berlindunglah kepada Allah dari keburukan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar perkataan-perkataan mereka, Maha Melihat perbuatan-perbuatan mereka dan Dia akan membalas mereka atasnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/8868-surat-al-mumin-ayat-56.html
Tafsir as-Sa'di
56. Allah mengabarkan bahwasannya oang-orang yang memperdebatkan ayat-ayatNya untuk membatalkannya dengan kebatilan tanpa bukti yang jelas dariNYa dan tanpa hujjah (argument), adalah besumberr dari kesombongan yang ada dalam dada mereka terhadap kebenaran dan terhadap orang yang membawa kebenaran itu. Mereka ingin menguasainya (menganiayanya) dengan kebatilan yang mereka miliki.Inilah tujuan dan keinginan meeka. Namun semua ini tidak akan tejadi dan mereka tidak akan mencapainya. Ini adalah nash (penyataan) yang sangat tegas dan berita gembira bahwa setiap orang yang memperdebatkan kebenaran pasti kalah, dan siapa saja yang menyombongkan diri terhadapnya, maka pada akhirnya ia hina. “maka mintalah perlindungan,” maksudnya, maka berlindung dan kembalilah “kepada Allah,” disini tidak disebutkan permohonan dan perlindungan dari apa, adalah agar maknanya umum.Maka maknanya adalah: mintalah perlindungan kepada Allah dari sifat sombong yang bisa berakibat takabbur terhadap kebenaran, dan mohonlah perlindungan kepada Allah dari seluruh kejahatan. “sesungguhnya Dia Maha mendengar” segenap suara dengan berbagai perbedaannya, “lagi Maha Melihat,” seluruh yang dapat dilihat di mana saja dan kapan saja.
Sumber: https://tafsirweb.com/8868-surat-al-mumin-ayat-56.html
Tafsir Al-Wajiz
56. Sesungguhnya orang-orang yang berdebat tentang ayat-ayat Al-Qur’an tanpa hujjah dan bukti-bukti yang datang dari Allah, maka di dalam hati mereka itu tidak lain hanya enggan untuk mengikuti kebenaran. Apa yang mereka sampaikan hanyalah keinginan mereka yaitu kepemimpinan dan keunggulan atas nabi.Maka berlindunglah kepada Allah atas kejahatan dan tipu daya mereka. Sesungguhnya Allah itu Maha mendengar ucapan mereka dan Maha melihat keadaan dan tindakan mereka. Ayat ini diturunkan untuk orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, orang-orang musyrik Mekah dan orang-oang kafir secara umum
Sumber: https://tafsirweb.com/8868-surat-al-mumin-ayat-56.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 51-56 Abu Ja'far bin Jarir menyebutkan sebuah pertanyaan tentang firmanNya: (Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia) yaitu bahwa telah diketahui bahwa sebagian dari para nabi itu telah dibunuh oleh kaumnya, seperti nabi Yahya, nabi Zakaria, dan n Sya'ya’. Di antara mereka juga ada yang diusir dari kalangan kaumnya; adakalanya hijrah ke negeri lain, seperti nabi Ibrahim, dan adakalanya diangkat ke langit, seperti nabi Isa. Jadi dimanakah pertolongan yang di dunia itu? pertanyaan ini ada dua jawaban: Pertama, bahwa berita tentang itu merupakan pengecualian dari hal yang umum, dan makna yang dimaksud adalah hanya menimpa sebagian saja.Dia berkata bahwa ini diperbolehkan menurut kaidah bahasa. Kedua, bahwa yang dimaksud dengan “pertolongan” adalah pertolongan bagi mereka dari orang-orang yang menyakiti mereka, baik hal itu terjadi ketika mereka ada di tempat, atau ketika mereka di tempat lain atau setelah mereka mati, sebagaimana yang dilakukan terhadap pembunuhan nabi Yahya, nabi Zakaria, dan nabi Sya'ya’. Allah menguasakan diri mereka kepada orang-orang yang menghina dan mengalirkan darah mereka dari kalangan musuh-musuh mereka.Telah disebutkan juga bahwa Raja Namrud diazab Allah سبحانه وتعالى dengan azab dari Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa. Sedangkan orang-orang yang menjerumuskan nabi Isa untuk disalib dari kalangan orang-orang Yahudi, maka Allah menguasakan diri mereka kepada bangsa Romawi, maka bangsa Romawi menindas, menghinakan, dan menjadikan musuh mereka menang atas diri mereka. Kemudian sebelum hari kiama,t nabi Isa akan turun sebagai pemimpin dan hakim yang adil.Maka nabi Isa membunuh Dajjal dan tentaranya dari kalangan orang-orang Yahudi, membunuh semua babi, menghancurkan salib, dan meniadakan jizyah, maka dia tidak mau menerima selain Islam. Ini merupakan pertolongan yang agung, dan demikianlah sunnah Allah pada makhlukNya sejak dahulu sampai sekarang bahwa Dia akan menolong para hambaNya yang beriman di dunia dan menjadikan mereka senang atas pembalasan terhadap orang-orang yang menyakiti mereka. Disebutkan dalam hadits shahih Bukhari dari Abu Hurairah dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda:”Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Barangsiapa yang memusuhi kekasihKu, maka dia terang-terangan menantangKu untuk berperang” Demikianlah Allah سبحانه وتعالى menolong nabiNya, Muhammad ﷺ, dan para sahabatnya dalam menghadapi orang-orang yang menentang, menghalangi, mendustakan, dan memusuhi beliau.Lalu Allah menjadikan kalimaNya adalah yang tertinggi dan agamaNya menang di atas agama lainnya. Lalu Allah memerintahkan kepada beliau untuk berhijrah dari kaumnya menuju Madinah. Dan Allah menjadikan bagi beliau di dalamnya orang-orang yang menolong dan membantu Selanjutnya agama ini tetap tegak dengan pertolongan dan dimenangkan sampai hari kiamat.Oleh karena itu Allah SWt berfirman: (Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (51)) yaitu pada hari kiamat kemenangan itu lebih agung, lebih besar dan lebih mulia. Mujahid berkata bahwa “Al-asyhad” adalah para malaikat. Firman Allah: ((yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya) yaitu badal dari firmanNya: (dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)) Ulama lainnya membacanya dengan dirafa' seakan-akan menjadi penjelasan firmannya (dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (51) (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim) yaitu orang-orang musyrik (permintaan maafnya) yaitu alasan dan tebusan mereka tidak diterima (dan bagi merekalah laknat) yaitu, dijauhkan dan diusir dari rahmat (dan bagi mereka tempat tinggal yang buruk) yaitu neraka.As-Suddi berkata yaitu seburuk-buruk tempat tinggal dan tempat istirahat. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan bagi mereka tempat tinggal yang buruk) yaitu akibat yang paling buruk. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Musa) yaitu petunjuk dan cahaya yang diutus Allah سبحانه وتعالى kepadanya (dan Kami wariskan kepada Bani Israil kitab Taurat) yaitu, Kami menjadikan bagi mereka akibat yang baik dan Kami wariskan kepada mereka negeri, harta, penghasilan, dan tanah Fir’aun dengan kesabaran mereka dalam taat kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengikuti rasulNya, yaitu nabi Musa, dan di dalam kitab yang diwariskan kepada mereka, yaitu kitab Taurat (petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berpikir) yaitu akal yang sehat dan bersih.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka bersabarlah) wahai Muhammad (karena sesungguhnya janji Allah itu benar) yaitu Kami menjanjikan kepadamu bahwa Kami akan meninggikan kalimahmu dan menjadikan akinat yang baik bagimu dan orang-orang yang mengikutimu, Allah tidak akan mengingkari janjiNya. Dan apa yang Kami beritahukan kepadamu ini adalah kebenaran, tidak ada keraguan padanya. Firman Allah: (dan mohonlah ampunan untuk dosamu) Ini merupakan dorongan bagi umatnya untuk memohon ampun (dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang) yaitu di penghujung siang dan permulaan malam (dan pagi hari) yaitu, permulaan siang dan penghujung malam.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka) yaitu mereka menolak kebaikan dengan kebathilan dan menolak hujjah yang benar dengan keraguan yang merusak tanpa bukti dan hujjah dari Allah (tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya) yaitu tidak ada yang tersimpan dalam dada mereka kecuali keengganan dari mengikuti kebenaran, dan menghina orang yang menyampaikan kebenaran kepada mereka. Dan tidaklah apa yang mereka tuju berupa memadamkan kebenaran hak dan meninggikan kebathilan itu akan memberikan hasil bagi mereka. Tetapi kebenaran itulah yang ditinggikan, sedangkan ucapan dan tujuan mereka direndahkan (maka mintalah perlindungan kepada Allah) yaitu terhindar dari perbuatan yang serupa dengan mereka (Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat) atau dari kejahatan yang serupa dengan apa yang dilakukan orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah tanpa alasan.Ini adalah penafsiran Ibnu Jarir
Sumber: https://tafsirweb.com/8868-surat-al-mumin-ayat-56.html
Informasi
Surat
غافر (Gafir)
Maha Pengampun — 85 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
56 dari 85 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 473
Ruku
Ruku 409
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 95 (189/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4189 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-40