فصّلت (Fussilat)

Per AyatMushaf
ثُمَّ
kemudian
اسْتَوٰىٓ
Dia menuju
اِلَى
kepada
السَّمَاۤءِ
langit
وَهِيَ
dan ia/langit
دُخَانٌ
asap
فَقَالَ
lalu Dia berkata
لَهَا
kepadanya
وَلِلْاَرْضِ
dan kepada bumi
ائْتِيَا
datanglah kamu berdua
طَوْعًا
suka hati
اَوْ
atau
كَرْهًاۗ
terpaksa
قَالَتَآ
keduanya berkata
اَتَيْنَا
kami datang
طَاۤىِٕعِيْنَ
dengan suka hati
﴿١١﴾
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan patuh.”
4229 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kemudian Allah bersemayam, yaitu menuju langit yang sebelumnya adalah kabut, lalu Dia berfirman kepada langit dan bumi, “Tunduklah kalian berdua kepada perintahKu, dengan sukarela atau terpaksa.” Maka keduanya menjawab, “Kami menghadap kepadaMu dengan tunduk, kami tidak memiliki keinginan yang mnyelisihi keinginanMu.”

Sumber: https://tafsirweb.com/8993-surat-fussilat-ayat-11.html

Tafsir as-Sa'di

11. ”kemudian” setelah Dia menciptakan bumi “dia menuju” mengarah “kepada” penciptaan “langit dan ia (ketika itu) masih merupakan asap,” yang menguap di atas permukaan air “lalu dia berkata kepadanya,”oleh karena takhsish (penghususan) ini mengisyaratkan pengecualian, maka Allah menyambungnya dengan firmanNYa,”dan kepada bumi, ’datanglah kamu berdua menurut perintahku dengan suka hati atau terpaksa,” maksudnya, tunduklah pada perintahku dengan suka hati atau terpaksa, karena ia harus terlaksana “keduanya menjawab,’kami datang dengan suka hati’,” artinya, kami tidak mempunyai keinginan yang menyelisihi keinginanMu.

Sumber: https://tafsirweb.com/8993-surat-fussilat-ayat-11.html

Tafsir Al-Wajiz

11. Kemudian Dia berkehendak atau mulai menciptakan langit yaitu kumpulan gas (kabut) yang menyerupai asap (sesuatu yang membumbung tinggi dari kobaran api). Kemudian Dia berfirman kepada langit dan bumi usai menciptakan keduanya: “Kalian berdua akan dihuni oleh orang-orang yang taat dan yang dibenci” Lalu keduanya berkata: “Berilah kami orang-orang yang menyerahkan urusannya kepadaMu tanpa ditunda-tunda”.Itu adalah gambaran betapa berpengaruhnya kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dalam mempersiapkan keduanya agar dapat diambil manfaatnya dan betapa mereka bergegas melaksanakan perintah sang pencipta.

Sumber: https://tafsirweb.com/8993-surat-fussilat-ayat-11.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 9-12 Ini merupakan keingkaran dari Allah سبحانه وتعالى terhadap orang-orang musyrik, yaitu mereka yang menyembah selainNya bersama Dia, padahal Allah adalah Dzat yang Maha Pencipta, Maha Mengalahkan, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Katakanlah, "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya?”) yaitu tandingan dan sekutu yang kalian sembah bersamaNya (Yang demikian itulah Tuhan alam semesta) yaitu Dzat yang Maha Pencipta segala sesuatu itu adalah Tuhan alam semesta. Ini terkandung rincian dari apa yang disebutkan melalui firmanNya سبحانه وتعالى: (Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa) (Surah Al-A’raf: 54) Di sini dirincikan hal-hal yang berkaitan dengan bumi secara terpisah dari hal-hal yang berkaitan dengan langit.Disebutkan bahwa pada mulanya Allah menciptakan bumi karena bumi itu seperti pondasi, dan mulanya yaitu harus memulai pondasi dahulu, kemudian atap, sebagaimana Allah: (Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit) (Surah Al-Baqarah: 29) Adapun firman Allah سبحانه وتعالى: (Apakah kamu yang lebih sulit penciptaannya ataukah langit?Allah telah membangunnya (27) Dia meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya (28) dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang (29) Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya (30) Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya (31) Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan kokoh (32) (semua itu) untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu (33) (Surah An-Nazi'at) yaitu padanya bahwa penghamparan bumi itu setelah penciptaan langit.Penghamparan itu dijelaskan firmanNya: (Ia memancarkan darinya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya (31)) (Surah An-Nazi'at) Ini setelah penciptaan langit.Adapun penciptaan bumi, maka itu sebelum penciptaan langit berdasarkan nash. Dengan ini Ibnu Abbas mengemukakan jawabannya dalam apa yang disebutkan Imam Bukhari dalam tafsir ayat ini, dari hadits shahihnya. Dia berkata,”Allah menciptakan bumi dalam dua hari, kemudian Allah سبحانه وتعالى menciptakan langit, lalu beristiwa’ menuju ke langit dan menjadikannya dalam dua hari yang lain.Kemudian Dia menghamparkan bumi, yaitu mengeluarkan airnya, tumbuh-tumbuhannya, dan menciptakan gunung-gunung, padang pasir, dan lainnya dalam dua hari lainnya. Hal ini yang dimaksud dengan makna (menghamparkannya). Dan firman Allah: (menciptakan bumi dalam dua hari) Dia menciptakan bumi dan segala sesuatu yang ada padanya dalam empat hari, dan Dia menciptakan langit dalam dua hari. (Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya) yaitu Allah menjadikan bumi penuh berkah, yakni dapat menerima kebaikan, benih-benih, dan dapat dibajak. (dan Dia menentukan kadar makanan-makanan (penghuni)nya) yaitu apa yang dibutuhkan penghuninya berupa rezeki dan tempat-tempat yang layak untuk ditanami dan dibajak, yaituyaitu hari Selasa dan hari Rabu, yang jika digabungkan dengan dua hari yang sebelumnya menjadi empat hari.Oleh karena itu Allah berfirman: (dalam empat hari genap. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya) yaitu bagi orang yang mau bertanya tentang hal itu untuk mengetahuinya.Ikrimah berkata tentang firmanNya: (dan Dia menentukan kadar makanan-makanan (penghuni)nya) Dia menjadikan pada tiap-tiap bagian bumi yang tidak dapat dimiliki oleh bagian yang lainnya, Qatadah, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya: ((bagi orang-orang yang bertanya) yaitu, bagi orang yang ingin bertanya tentangnya. Ibnu Zaid berkata bahwa maknannya adalah Dia menentukan kadar waktunya padanya dalam empat hari bagi orang yang menanyakannya, yaitu berdasarkan keperluan terhadap rezeki atau kebutuhan, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى menentukan baginya keperluan yang dibutuhkannya. Pendapat ini serupa dengan apa yang mereka sebutkan tentang firmanNya: (Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya) (Surah Ibrahim: 34) Hanya Allah yang lebih Mengetahui.Firman Allah: (Kemudian Dia menuju ke langit dan langit itu masih merupakan asap) yaitu uap air yang naik membumbung saat bumi diciptakan (lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”) yaitu, perkenankanlah perintahKu dan tunduklah kepada perbuatanKu dengan taat atau terpaksa. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada langit,"Munculkanlah matahari, bulan, dan bintang-bintang" Dan berfirman kepada bumi, "Belahlah kamu untuk sungai-sungaimu dan keluarkanlah buah-buahanmu!" (Keduanya menjawab, "Kami datang dengan suka hati”) Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir. (Keduanya menjawab, "Tidak, bahkan kami datang dengan suka rela penuh ketaatan kepadaMu) yaitu kami memenuhi panggilanmu seraya taat kepadamu bersama semua makhluk yang hendak Engkau ciptakan, yaitu malaikat, jin, dan manusia yang ada pada kami, semuanya taat kepadaMu" (Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa) yaitu, Allah selesai menyempurnakan ciptaan langit menjadi tujuh langit dalam dua hari, yaitu dua hari lainnya (dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya) yaitu Dia mengatur dan menetapkan pada tiap-tiap langit segala sesuatu yang diperlukannya berupa para malaikat dan lainnya yang tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali hanya Dia (Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang) yaitu, bintang-bintang yang bercahaya yang tampak di mata penduduk bumi (dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya) yaitu sebagai penjaga-penjaga dari setan-setan yang bermaksud mencuri dengar pembicaraan para malaikat (Demikianlah ketentuan Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui) yaitu Maha Perkasa yang mengalahkan dan menundukkan segala sesuatu, lagi Maha Mengetahui tentang semua gerakan dan diamnya semua makhluk

Sumber: https://tafsirweb.com/8993-surat-fussilat-ayat-11.html

Informasi

Surat

فصّلت (Fussilat)

Yang Dijelaskan — 54 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

11 dari 54 ayat

Juz

Juz 24

Halaman

Halaman 477

Ruku

Ruku 414

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 96 (191/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4229 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-41