فصّلت (Fussilat)
Per AyatMushaf
وَلَا
dan tidaklah
تَسْتَوِى
sama
الْحَسَنَةُ
kebaikan
وَلَا
dan tidaklah
السَّيِّئَةُ
kejahatan
ۗاِدْفَعْ
tolaklah
بِالَّتِيْ
dengan yang
هِيَ
ia (cara)
اَحْسَنُ
lebih baik
فَاِذَا
maka tiba-tiba
الَّذِيْ
orang yang
بَيْنَكَ
diantaramu
وَبَيْنَهٗ
dan antara dia
عَدَاوَةٌ
permusuhan
كَاَنَّهٗ
seakan-akan
وَلِيٌّ
penolong
حَمِيْمٌ
teman
﴿٣٤﴾
Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan an-tara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.
4252 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
34-35. Kebaikan orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah di atas syariatNya serta berbuat baik kepada makhlukNya, tidak sama dengan keburukan orang-orang yang kafir kepadaNya, menyelisihi perintahNya dan berbuat buruk kepada makhlukNya. Sikapilah (wahai Rasul) dengan maafmu, kesantunanmu dan kebaikanmu orang yang berbuat buruk kepadamu, balaslah keburukannya terhadapmu dengan kebaikanmu kepadanya, dengan itu orang yang berbuat buruk kepadamu, di mana antara dirimu dengan dirinya terdapat permusuhan, akan menjadi kawan akrab bagimu.Dan tidak dibimbing kepada sifat yang terpuji ini kecuali orang-orang yang sabar menghadapi gangguan dan hal-hal yang tidak diinginkan, membawa jiwa mereka kepada apa yang dicintai oleh Allah, dan tidak dibimbing kepadanya kecuali orang yang memiliki bagian besar dari kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Sumber: https://tafsirweb.com/9016-surat-fussilat-ayat-34.html
Tafsir as-Sa'di
34. Allah berfirman ”dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan,” atau tidaklah sama mengerjakan kebajikan dan ketaatan karena demi mendapat ridha Allah dengan mengerjakan dosa-dosa dan maksiat yang bisa membuat Allah murka dan tidak membuatNya ridha;dan tidak pula sama perbuatn baik kepada manusia dengan berbuat buruk kepada mereka, baik pada keburukan itu sendii, karakternya maupun pada balasannya kelak. “tidak ada balasan bagi kebajikan melainkan kebajikan pula,”(ar-ahman:60) Kemudian Allah memerintahkannya untuk bebuat ihsan (baik) yang khusus baginya, karena mempunyai pengaruh yang sangat besar, yaitu berbuat ihsan kepada orang yang justru berbuat tidak baik kepadamu, seraya befiman,”tolaklah dengan cara yang lebih baik,” apabila ada seseorang manusia yang berbuat baik kepadamu, terutama orang yang mempunyai hak yang sangat besar atasmu, sepeti kaum kerabat para sahib dan yang semisal dengan mereka, maka balaslah dengan berbuat yang terbaik kepadanya.Jika ia memutus hubungan denganmu, maka jalinlah hubungan itu dan jika ia bebuat zhalim (aniaya) tehadapmu, maka maafkanlah ia, dan jika ia membicarakanmu ketika kamu absen atau hadir, maka janganlah kamu membalasnya, tetapi maafkanlah ia dan pergaulilah dia dengan cara yang lembut. Dan jika ia memboikotmu dan tidak mau bicara padamu, maka maniskanlah ucapan-ucapanmu kepadanya dan ucapkanlah salam kepadanya. Jika kamu telah membalas pebuatan buruk itu dengan ihsan (perbuatan yang terbaik), maka akan diperoleh faidah (keuntungan) yang sangat besar. “maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia,” maksudnya, seakan-akan ia adalah kerabat yang sangat sayang.
Sumber: https://tafsirweb.com/9016-surat-fussilat-ayat-34.html
Tafsir Al-Wajiz
34. Tidak ada kesamaan antara kebaikan yang diridhai Allah dan keburukan yang dibenci olehNya dalam hal balasan dan akibat yang baik. Tolaklah kebiasaan buruk dengan kebaikan yaitu dengan cara yang tenang dan tidak ada kekerasan di dalamnya.Tolaklah juga keburukan dengan kebaikan, dosa dengan permohonan maaf, kemarahan dengan kesabaran, dan kebodohan dengan pengertian. Jika kamu melakukan hal itu, maka musuhmu akan menjadi teman dekat dalam kebaikan dan kelembutan. Ayat ini diturunkan untuk Abu Sufyan bin Harb saat melawan Nabi ﷺ, kemudian dia menjadi sahabat setianya dengan terjalinnya hubungan antara keduanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9016-surat-fussilat-ayat-34.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 33-36 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah) yaitu menyeru manusia untuk menyembah Allah (mengerjakan amal saleh dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"?) yaitu dirinya sendiri mengerjakan apa yang dia katakan dengan penuh sungguh-sungguh sehingga bermanfaat bagi dirinya, dan orang lain yang mengikuti jejaknya. Dan dia bukan termasuk orang-orang yang memerintahkan kepada kebaikan, sedangkan mereka tidak mengerjakannya, dan tidak termasuk orang-orang yang mencegah kemungkaran, sedangkan mereka mengerjakannya. Bahkan dia menganjurkan kepada kebaikan dan meninggalkan keburukan, dan menyeru manusia untuk kembali ke Penciptanya سبحانه وتعالى.Ayat ini mencakup setiap orang yang menyeru manusia kepada kebaikan, dan dia sendiri mengerjakannya dengan penuh sungguh-sungguh, dan Rasulallah ﷺ adalah orang yang paling utama dalam hal itu. Sebagaimana yang dikatakan As-Suddi, dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri, bahwa dia ayat ini: (Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (33)) Lalu dia berkata ini adalah kekasih Allah, orang yang diutamakan Allahو orang pilihan Allah, ini adalah orang yang paling disukai Allah di antara penduduk bumi.Dia memenuhi seruan Allah dan menyeru manusia untuk memenuhi seruan Allah, dan dia beramal shalih untuk memenuhi seruan Allah, lalu dia berkata, "Aku termasuk orang-orang yang berserah diri" dan ini adalah khalifah Allah. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan) yaitu alangkah besarnya perbedaan antara ini dan itu (Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik) yaitu, barangsiapa yang berbuat jahat kepadamu, maka balaslah kejahatan itu darimu dengan berbuat baik kepadanya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia) yaitu teman setia. yaitu jika kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadamu, maka kebaikan itu akan melunakkan hatinya dan berbalik menyukai dan menyenangimu, sehingga seakan-akan dia menjadi teman dekatmu yaitu teman dekat yang kasihan dan ingin berbuat baik kepadamu.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar) yaitu, tidak dapat diterima dan diamalkan kecuali hanya oleh orang yang sabar dalam menjalaninya, karena sesungguhnya hal ini amat berat (dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar) yaitu orang yang mempunyai kebahagiaan yang besar dalam kehidupan dunia dan akhirat. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang tafsir ayat ini, bahwa Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk bersabar saat sedang marah, penyantun dalam menghadapi orang yang tidak mengerti, dan memaafkan jika disakiti. Apabila mereka melakukan hal ini, maka Allah akan memelihara mereka dari godaan setan, dan menundukkan bagi mereka musuh-musuh mereka sehingga seakan-akan menjadi teman dekat.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah) yaitu bahwa setan dari golongan manusia barangkali dapat ditundukkan dengan bersikap baik kepadanya. Adapun setan dari golongan jin, maka tidak ada cara bagi orang mukmin untuk menghindarinya jika dia menggodanya selain memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Pencipta, karena Dialah Dzat yang menguasakannya terhadapmu. Apabila kamu memohon perlindungan kepada Allah, maka Dia akan menghindarkannya darimu dan menolak tipu dayanya.Dan Rasulullah ﷺ apabila berdiri untuk melakukan shalat selalu berdoa:”Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk, yaitu dari bisikan, godaan, dan rayuannya”
Sumber: https://tafsirweb.com/9016-surat-fussilat-ayat-34.html
Informasi
Surat
فصّلت (Fussilat)
Yang Dijelaskan — 54 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
34 dari 54 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 480
Ruku
Ruku 417
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 96 (192/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4252 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-41