فصّلت (Fussilat)

Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
يُلَقّٰىهَآ
dijumpainya
اِلَّا
kecuali
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
صَبَرُوْاۚ
sabar
وَمَا
dan tidak
يُلَقّٰىهَآ
dijumpainya
اِلَّا
kecuali
ذُوْ
(orang yang) mempunyai
حَظٍّ
keberuntungan
عَظِيْمٍ
besar
﴿٣٥﴾
Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
4253 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

34-35. Kebaikan orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah di atas syariatNya serta berbuat baik kepada makhlukNya, tidak sama dengan keburukan orang-orang yang kafir kepadaNya, menyelisihi perintahNya dan berbuat buruk kepada makhlukNya. Sikapilah (wahai Rasul) dengan maafmu, kesantunanmu dan kebaikanmu orang yang berbuat buruk kepadamu, balaslah keburukannya terhadapmu dengan kebaikanmu kepadanya, dengan itu orang yang berbuat buruk kepadamu, di mana antara dirimu dengan dirinya terdapat permusuhan, akan menjadi kawan akrab bagimu.Dan tidak dibimbing kepada sifat yang terpuji ini kecuali orang-orang yang sabar menghadapi gangguan dan hal-hal yang tidak diinginkan, membawa jiwa mereka kepada apa yang dicintai oleh Allah, dan tidak dibimbing kepadanya kecuali orang yang memiliki bagian besar dari kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/9017-surat-fussilat-ayat-35.html

Tafsir as-Sa'di

35. “ia tidak dianugerahkan” maksudnya, tidak ada yang dianugerahkan sifat-sifat terpuji itu,”melainkan kepada oang-orang yang,” menyebarkan drii mereka dalam menghadapi hal-hal yang tidak disukai dan memaksanya untuk tunduk kepada apa-apa yang dicintai Allah. Sesungguhnya jiwa itu sudah menjadi tabiatnya membalas orang yang bebuat buruk dengan berbuat buruk kepadanya dan tidak memaafkannya. Lalu bagaimana dengan ihsan?!Apabila seseorang mampu menyebakan dirinya, mematuhi peratuan tuhannya mengetahui pahala yang berlimpah, ia mengethaui bahwa membalas orang yang berbuat buruk dengan keburukan yang serupa itu sama sekali berguna baginya dan malah makin menambah kerasnya permusuhan, dan bahwa sesungguhnya perbuatan ihsan kepada orang yang berbuat jahat itu tidak akan merendahkan martabatnya, bahkan siapa saja yang merendahkan diri kepada Allah, niscaya Allah mengangkat derajatnya, maka perrmasalahan akan menjadi ringan baginya dan ia melakukannya dengan penuh rasa lezat lagi merasakan manisnya.”dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar,” sebab sifat-sifat tersebut merupakan karakteristik manusia-manusia yang di istimewakan, yang dengannya seseorang akan memperoleh derajat tinggi di dunia akhiat, yang merupakan sifat-sifat terbesar dari akhlak mulia.

Sumber: https://tafsirweb.com/9017-surat-fussilat-ayat-35.html

Tafsir Al-Wajiz

35. Watak alami yang berupa penolakan keburukan dengan kebaikan ini tidak diberi dan tidak dipikul, kecuali kepada orang-orang yang sabar atas sesuatu yang dibenci dan menahan amarah. Watak ini juga tidak diberi, tidak diterima dan tidak didapatkan kecuali oleh orang yang memiliki keberuntungan besar berupa kebaikan dan sempurnanya jiwa dan pahala yang didapatkannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9017-surat-fussilat-ayat-35.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 33-36 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah) yaitu menyeru manusia untuk menyembah Allah (mengerjakan amal saleh dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri"?) yaitu dirinya sendiri mengerjakan apa yang dia katakan dengan penuh sungguh-sungguh sehingga bermanfaat bagi dirinya, dan orang lain yang mengikuti jejaknya. Dan dia bukan termasuk orang-orang yang memerintahkan kepada kebaikan, sedangkan mereka tidak mengerjakannya, dan tidak termasuk orang-orang yang mencegah kemungkaran, sedangkan mereka mengerjakannya. Bahkan dia menganjurkan kepada kebaikan dan meninggalkan keburukan, dan menyeru manusia untuk kembali ke Penciptanya سبحانه وتعالى.Ayat ini mencakup setiap orang yang menyeru manusia kepada kebaikan, dan dia sendiri mengerja­kannya dengan penuh sungguh-sungguh, dan Rasulallah ﷺ adalah orang yang paling utama dalam hal itu. Sebagaimana yang dikatakan As-Suddi, dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri, bahwa dia ayat ini: (Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata, "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (33)) Lalu dia berkata ini adalah kekasih Allah, orang yang diutamakan Allahو orang pilihan Allah, ini adalah orang yang paling disukai Allah di antara penduduk bumi.Dia memenuhi seruan Allah dan menyeru manusia untuk memenuhi seruan Allah, dan dia beramal shalih untuk memenuhi seruan Allah, lalu dia berkata, "Aku termasuk orang-orang yang berserah diri" dan ini adalah khalifah Allah. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan) yaitu alangkah besarnya perbedaan antara ini dan itu (Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik) yaitu, barangsiapa yang berbuat jahat kepadamu, maka balaslah kejahatan itu darimu dengan berbuat baik kepadanya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia) yaitu teman setia. yaitu jika kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadamu, maka kebaikan itu akan melunakkan hatinya dan berbalik menyukai dan menyenangimu, sehingga seakan-akan dia menjadi teman dekatmu yaitu teman dekat yang kasihan dan ingin berbuat baik kepadamu.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar) yaitu, tidak dapat diterima dan diamalkan kecuali hanya oleh orang yang sabar dalam menjalaninya, karena sesungguhnya hal ini amat berat (dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar) yaitu orang yang mempunyai kebahagiaan yang besar dalam kehidupan dunia dan akhirat. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang tafsir ayat ini, bahwa Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk bersabar saat sedang marah, penyantun dalam menghadapi orang yang tidak mengerti, dan memaafkan jika disakiti. Apabila mereka melakukan hal ini, maka Allah akan memelihara mereka dari godaan setan, dan menundukkan bagi mereka musuh-musuh mereka sehingga seakan-akan menjadi teman dekat.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah) yaitu bahwa setan dari golongan manusia barangkali dapat ditundukkan dengan bersikap baik kepadanya. Adapun setan dari golongan jin, maka tidak ada cara bagi orang mukmin untuk menghindarinya jika dia menggodanya selain memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Pencipta, karena Dialah Dzat yang menguasakannya terhadapmu. Apabila kamu memohon perlindungan kepada Allah, maka Dia akan menghindarkannya darimu dan menolak tipu dayanya.Dan Rasulullah ﷺ apabila berdiri untuk melakukan shalat selalu berdoa:”Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk, yaitu dari bisikan, godaan, dan rayuannya”

Sumber: https://tafsirweb.com/9017-surat-fussilat-ayat-35.html

Informasi

Surat

فصّلت (Fussilat)

Yang Dijelaskan — 54 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

35 dari 54 ayat

Juz

Juz 24

Halaman

Halaman 480

Ruku

Ruku 417

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 96 (192/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4253 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-41