فصّلت (Fussilat)
Per AyatMushaf
لَّا
tidak
يَأْتِيْهِ
datang kepadanya
الْبَاطِلُ
kebathilan
مِنْۢ
dari
بَيْنِ
antara
يَدَيْهِ
depannya
وَلَا
dan tidak
مِنْ
dari
خَلْفِهٖ
belakangnya
ۗتَنْزِيْلٌ
diturunkan
مِّنْ
dari
حَكِيْمٍ
Yang Maha Bijaksana
حَمِيْدٍ
Maha Terpuji
﴿٤٢﴾
yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji.
4260 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
41-42. Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Al-Quran itu dan mendustakannya saat ia datang kepada mereka adalah orang-orang yang celaka lagi disiksa.Sesungguhnya al-Quran ini adalah kitab yang mulia dengan pemuliaan dari Allah dan penjagaanNYa terhadapnya dari segala perubahan dan pergantian, kebatilan tidak menyusupinya dari arah manapun dan tidak ada sesuatu pun yang membatalkannya, ia terjaga sehingga tidak bisa dikurangi atau ditambah, diturunkan dari Allah yang Mahabijaksana dengan mengatur segala perkara hamba-hambaNya, Dia Mahaterpuji karena Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan.
Sumber: https://tafsirweb.com/9024-surat-fussilat-ayat-42.html
Tafsir as-Sa'di
41-42. kemudian Allah berfirman, “sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ad-dzikr,” maksudnya mengingkari al-quran al-karim yang mengingatkan manusia akan seluruh kepentingan dunia, agama dan akhirat mereka, yang meninggikan kedudukan siapa saja yang mengikutinya “ketika ia datang kepada mereka” sebagai nikmat dari Tuhan mereka melalui tangan manusia termulia dan tersempurna “dan” padahal “sesungguhnya ia” adalah kitab yang mencakup seluruh sufat-sifat kesempurnaan “yang mulia” yang kokoh dari setiap siapa saja yang menghendaki tahrif atau keburukan terhadapnya, dan karena itu Allah berfirman “yang tidak datang kepada kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya,” maksudnya tidak akan didekati oleh setan dari golongan manusia dan dari golongan jin, apakah untuk mencuri, atau menyusupkan sesuatu yang bukan darinya, atau melakukan penambahan atau pengurangan, jadi ia terpelihara pada saat diturunkan, terpelihara lafazh-lafazh dan makna-maknanya, telah dijamin oleh Allah yang menurunkan keterpeliharaannya, sebagaimana difirmankan oleh Allah, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Al-Hijr :9) “yang diturunkan dari yang Mahabijaksana” dalam menciptakan dan memerintah, Dia menempatkan segala sesuatu secara tepat pada tempatnya dan mendudukannya pada kedudukan masing-masing “lagi Maha Terpuji” atas sifat-sifat kesempurnaan dan kemuliaan yang dimilikiNya.Dan atas keadilan dan pemberian karuniaNya, maka dari itu kitabNYa mengandung kesempurnaan hikmah dan perolehan berbagai maslahat dan manfaat serta pencegahan terhadap segala hal yang merusak dan berbagai hal yang membahayakan, yang karena semua itu Dia terpuji.
Sumber: https://tafsirweb.com/9024-surat-fussilat-ayat-42.html
Tafsir Al-Wajiz
42. Orang bathil itu tidak bisa merintangi Al-Qur’an dengan menguranginya, menambahinya, dan mendustakannya dengan mendatangkan kitab lain, atau mencabut kitab lain yang digunakan untuk mencacatinya, Al-Qur’an itu diturunkan dari Tuhan yang Maha Bijaksana dalam segala tindakanNya, mengatur urusan-urusan ciptaanNya, dipuji dalam segala keadaan dan dipuji oleh seluruh makhlukNya atas kenikmatan melimpah yang diberikan kepada mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/9024-surat-fussilat-ayat-42.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 40-43 Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami) Ibnu Abbas berkata bahwa kata “Al-ilhad” adalah meletakkan perkataan bukan pada tempatnya. Qatadah berkata bahwa maknannya adalah kekafiran dan ingkar. Firman Allah: (mereka tidak tersembunyi dari Kami) Di dalamnya terdapat ancaman keras dan peringatan tegas, yaitu bahwa Allah سبحانه وتعالى itu mengetahui siapa saja yang ingkar kepada ayat-ayatNya, nama-namaNya dan sifat-sifatNya, dan Dia akan membalas perbuatan itu dengan azab dan pembalasan.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apakah orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat?) yaitu apakah yang ini sama dengan yang itu? tidak sama. Kemudian Allah berfirman seraya mengancam orang-orang kafir: (Perbuatlah apa yang kamu kehendaki) Mujahid berkata tentang firmanNya: (Perbuatlah apa yang kamu kehendaki) terkandung janji yaitu berupa kebaikan atau keburukan, yaitu, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui kalian dan Maha Melihat amal perbuatan kalian.Oleh karena itu Allah berfirman: (sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an datang kepada mereka) Qatadah berkata bahwa itu adalah Al-Qur'an (dan sesungguhnya Al-Qur'an itu adalah kitab yang mulia) yaitu Al-Qur'an itu perkasa dari segala sisi, tidak ada seorangpun yang dapat mendatangkan hal yang serupa dengannya (Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur'an) kebatilan, baik dari depan maupun dari belakangnya) yaitu, tidak ada jalan bagi kebathilan untuk masuk kepadanya, karena Al-Qur’an diturunkan dari Tuhan alam semesta.Oleh karena itu Allah berfirman: (yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji) yaitu Maha Bijaksana dalam semua firman dan perbuatanNya, lagi Maha Terpuji dalam semua perintah dan laranganNya terhadap makhlukNya, lagi Maha Terpuji kesudahan dan tujuan-tujuanNya.Kemudian Allah berfirman: (Tidaklah ada yang dikatakan (oleh orang-orang kafir) kepadamu itu selain apa yang sesungguhnya telah dikatakan kepada rasul-rasul sebelum kamu) Qatadah, As-Suddi dan selain keduanya berkata bahwa tidak ada suatu kedustaan kepadamu melainkan telah dikatakan terhadap para rasul sebelummu.Sebagaimana kamu didustakan, mereka juga didustakan. Sebagaimana mereka bersabar dalam menghadapi gangguan kaumnya, maka bersabarlah dalam menghadapi gangguan kaummu. Inilah yang dipilih Ibnu Jarir.Tidak ada yang meriwayatkan pendapat lainnya baik dia maupun Ibnu Abu Hatim. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Tuhan kamu benar-benar mempunyai ampunan) yaitu kepada orang yang mau bertaubat kepadaNya (dan hukuman yang pedih) yaitu terhadap orang yang terus-menerus dalam kekafiran, tindakan melampaui batas, keingkaran, dan pertentangannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9024-surat-fussilat-ayat-42.html
Informasi
Surat
فصّلت (Fussilat)
Yang Dijelaskan — 54 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
42 dari 54 ayat
Juz
Juz 24
Halaman
Halaman 481
Ruku
Ruku 417
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 96 (192/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4260 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-41