فصّلت (Fussilat)
Per AyatMushaf
وَلَىِٕنْ
dan jika
اَذَقْنٰهُ
Kami rasakan kepadanya
رَحْمَةً
rahmat
مِّنَّا
dari Kami
مِنْۢ
dari
بَعْدِ
sesudah
ضَرَّاۤءَ
kesusahan
مَسَّتْهُ
menimpanya
لَيَقُوْلَنَّ
tentu dia berkata
هٰذَا
ini
لِيْۙ
bagiku
وَمَآ
dan tidak
اَظُنُّ
aku mengira
السَّاعَةَ
hari kiamat
قَاۤىِٕمَةًۙ
terjadi
وَّلَىِٕنْ
dan jika
رُّجِعْتُ
aku dikembalikan
اِلٰى
kepada
رَبِّيْٓ
Tuhanku
اِنَّ
sesungguhnya
لِيْ
bagiku
عِنْدَهٗ
di sisi-Nya
لَلْحُسْنٰىۚ
kebaikan
فَلَنُنَبِّئَنَّ
maka sungguh akan Kami beritakan
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
بِمَا
dengan apa
عَمِلُوْاۖ
mereka kerjakan
وَلَنُذِيْقَنَّهُمْ
dan sungguh akan Kami rasakan kepada mereka
مِّنْ
dari
عَذَابٍ
azab
غَلِيْظٍ
keras
﴿٥٠﴾
Dan jika Kami berikan kepadanya suatu rahmat dari Kami setelah ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, “Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan terjadi. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisi-Nya.” Maka sungguh, akan Kami beritahukan kepada orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan, dan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka azab yang berat.
4268 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Bila kami berikan kenikmatan kepada manusia setelah sebelumnya dia ditimpa kesulitan dan ujian, maka dia tidak bersyukur kepada Allah sebaliknya dia melampui batas dan berkata, “ Ini semuanya adalah milikiku karena aku memang berhak atasnya dan aku tidak yakin hari kiamat akan datang. Ini adalah pengingkaran darinya terhadap kebangkitan. Kalaupun Kiamat tetap datang dan aku akan kembali kepada Tuhanku, maka aku akan tetap mendapatkan syurga.” Di Hari Kiamat nanti Kami akan mengabarkan kepada orang-orang kafir tentang keburukan-kaburukan yang mereka kerjakan dan Kami akan membuat mereka merasakan azab yang keras.
Sumber: https://tafsirweb.com/9032-surat-fussilat-ayat-50.html
Tafsir as-Sa'di
50. Kemudian Allah berfirman, “Dan jika Kami merasakan kepadanya,” maksudnya, kepada manusia yang tidak pernah bosan memohon kebaikan tersebut, dan apabila ia ditimpa keburukan lalu berputus asa, “sesuatu rahmat dari Kami,” yakni, setelah keburukan yang menimpanya itu, yaitu dengan disembuhkan dari sakitnya, atau Allah berikan kekayaan padanya dari kefakirannya, maka ia tidak bersyukur kepada Allah.Ia congkak dan semena-mena dan berkata, “Ini adalah hakku.” Artinya, ia datang kepadaku karena aku memang pantas dan berhak mendapatkannya, “dan aku tidak yakin bahwa Hari Kiamat itu akan datang.” Ini adalah sikap ingkarnya terhadap kebangkitan dan sikap kufurnya terhadap nikmat dan rahmat yang Allah berikan kepadanya untuk ia nikmati. “Dan jika aku dikembalikan kepada Rabbku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisiNya.” Maksudnya, andai pun kalimat itu pasti dan aku akan dikembalikan kepada Allah, maka aku pasti memperoleh yang terbaik di sisiNya. Sebagaimana kenikmatan telah aku raih di dunia, maka sedemikian pula akan aku peroleh di akhirat nanti! Ini benar-benar merupakan kelancangan dan perkataan terhadap Allah tanpa dasar ilmu.Maka dari itu Allah mengancamnya dengan FirmanNya, “Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras,” yakni, yang sangat dahsyat sekali.
Sumber: https://tafsirweb.com/9032-surat-fussilat-ayat-50.html
Tafsir Al-Wajiz
50. Sungguh jika kami memberikan orang kafir yang putus asa ini suatu kelapangan, kemudahan dan kebaikan setelah mendapat kesengsaraan dan penderitaan, dia pasti akan berkata: “Ini adalah hak yang seharusnya aku terima. Aku layak mendapatkannya dengan kesungguhanku daripada mengimani Allah karena hal itu tidak ada gunanya.Aku tidak meyakini bahwa kiamat itu akan ada sebagaimana yang dikabarkan oleh para nabi”. Jika aku dikembalikan kepada Tuhanku dengan kebangkitan setelah kematianku, aku beranggapan bahwa aku akan berada di sisiNya dengan diberi kenikmatan surga dan kemuliaan”. Sungguh kami akan mengabarkan kepada orang-orang yang mengingkari adanya hari kiamat tentang apa yang mereka kerjakan di dunia berupa kemaksiatan.Sungguh Kami juga akan membuat mereka merasakan azab yang sangat dahsyat.
Sumber: https://tafsirweb.com/9032-surat-fussilat-ayat-50.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 49-51 Allah سبحانه وتعالى berfitamn bahwa manusia itu tidak bosan berdoa kepada Tuhannya memohon kebaikan, yaitu harta, kesehatan tubuh, dan hal lainnya. (Dan jika dirinya tertimpa keburukan) yaitu malapetaka atau kemiskinan (dia menjadi putus asa lagi putus harapan) yaitu dalam pikirannya timbul perasaan bahwa dia tidak siap setelah kebaikan ini. (Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, "Ini adalah hakku”) yaitu apabila dia mendapat kebaikan dan rezeki setelah kesengsaraan, maka dia benar-benar berkata bahwa kebaikan ini memang berhak aku terima menurut Tuhanku (dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang) yaitu dia ingkar kepada terjadinya hari kiamat, yaitu hanya karena dia diberi nikmat, maka dia langsung bersifat angkuh, sombong, dan kafir. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas (6) karena dia melihat dirinya serba cukup (7)) (Surah Al-'Alaq) (Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya) yaitu jika memang ada hari kebangkitan, niscaya Tuhanku akan berbuat baik kepadaku sebagaimana Dia telah berbuat baik kepadaku di dunia ini.Dia mengharapkan kebaikan dari Allah, padahal dia amal perbuatannya buruk dan tidak yakin. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras) Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang amal perbuatan dan keyakinannya demikian dengan siksaan dan pembalasan. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila Kami memberikan nikmat kepada manusia, ia berpaling dan menjauhkan diri) yaitu berpaling dari ketaatan, dan enggan menuruti perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana firmanNya: (Maka dia berpaling (dari iman) bersama tentaranya) (Surah Adz-Dzariyat: 39) (tetapi apabila ia ditimpa malapetaka) yaitu kesengsaraan (maka ia banyak berdoa) yaitu memperpanjang permintaannya hanya karena meminta sesuatu. yaitu, dia mengucapkan doa yang panjang, padahal maknanya sedikit.Sedangkan kebalikannya adalah doa yang ringkas dan menunjukkan maknannya. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri. Tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui Galaunya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya) (Surah Yunus: 12)
Sumber: https://tafsirweb.com/9032-surat-fussilat-ayat-50.html
Informasi
Surat
فصّلت (Fussilat)
Yang Dijelaskan — 54 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
50 dari 54 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 482
Ruku
Ruku 418
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 97 (193/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4268 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-41