Kembali ke Surat Asy-Syura

الشورى (Asy-Syura)

Surat ke-42, Ayat ke-7

وَكَذٰلِكَ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ قُرْاٰنًا عَرَبِيًّا لِّتُنْذِرَ اُمَّ الْقُرٰى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنْذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيْهِ ۗفَرِيْقٌ فِى الْجَنَّةِ وَفَرِيْقٌ فِى السَّعِيْرِ

Dan demikianlah Kami wahyukan Al-Qur'an kepadamu dalam bahasa Arab, agar engkau memberi peringatan kepada penduduk ibukota (Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) di sekelilingnya serta memberi peringatan tentang hari berkumpul (Kiamat) yang tidak diragukan adanya. Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.

📚 Tafsir Al-Muyassar

sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada para nabi sebelummu, maka Kami wahyukan juga kepadamu al-qur’an dengan bahasa arab, agar kamu memberi peringatan kepada penduduk makkah dan manusia-manusia lainnya di sekitarnya. Kamu memberi peringatan kepada mereka tentang hari berkumpul yaitu hari kiamat, yang kehadirannya tidak diragukan. Saat itu manusia terbagi menjadi dua kelompok; satu kubu di surga dan mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti apa yang dibawa oleh utusanNya Muhammad , dan satu kelompok lagi di neraka yang membakar, mereka adalah orang-orang yang kafir kepada Allah dan menyelisihi apa yang dibawa oleh rasulullah Muhammad.

Sumber: https://tafsirweb.com/9097-surat-asy-syura-ayat-7.html

📚 Tafsir as-Sa'di

7. Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya kepada RasulNya dan kepada manusia pada umunya, di mana Allah telah menurunkan “al-Quran dalam Bahasa arab,” yang sangat jelas lafazh-lafazh dan maknanya, “supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura,” maksudnya, Makkah al-Mukarramah “dan penduduk sekelilingnya” dari perkampungan-perkampungan orang-orang Arab, kemudian pemberi peringatan ini terus merambat ke seluruh manusia, “serta memberi peringhatan pula” kepada manusia “tentang hari berkumpul,” yang pada hari itu Allah menghimpun orang-orang yang terdahulu dan yang datang kemudian. Dan kamu sampaikan kepada mereka bahwa “tidak ada keraguan padanya,” dan manusia pada hari itu terbagi menjadi dua kelompok: satu kelompok “masuk surga,” yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul; dan sekelompok lagi “masuk neraka” yaitu berbagai kelompok orang-orang kafir yang mendustakan.

Sumber: https://tafsirweb.com/9097-surat-asy-syura-ayat-7.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

7. Itulah perumpamaan pemberian wahyu kepada para nabi sebelumnya. Kami mewahyukan Al-Qur’an yang berbahasa Arab untuk disampaikan kepada kaummu, supaya kamu memberi peringatan penduduk Mekah dan seluruh orang-orang di sekitarnya dengan Al-Qur’an dan kamu memberi peringatan tentang hukuman hari kiamat yang mana para makhluk dikumpulkan untuk dihisab dan dibalas.

Al-Qur’an itu tidak ada keraguan di dalamnya. Di dalamnya manusia digolongkan menjadi dua golongan, yaitu golongan yang masuk surga dan golongan yang masuk neraka selama-lamanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9097-surat-asy-syura-ayat-7.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 7-8 Allah SWT berfirman,”Sebagaimana Kami mewahyukan kepada para nabi sebelummu (Demikianlah Kami wahyukan Al-Qur’an kepadamu ini dalam bahasa Arab) yaitu jelas, terang, dan gamblang (supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura) yaitu Makkah (dan penduduk (negeri-negeri) sekitarnya) yaitu, negeri-negeri lainnya yang di belahan bumi timur dan barat, kota Makkah dinamakan Ummul Qura karena merupakan kota yang paling mulia dari semua negeri berdasarkan dalil-dalil yang akan disebutkan pada tempatnya. Firman Allah: (serta memberi peringatan (pula) tentang hari berhimpun) yaitu hari kiamat, dimana Allah mengumpulkan makhluk dari yang pertama sampai yang terakhir di suatu lapangan yang sangat luas. Firman Allah: (yang tidak ada keraguan padanya) yaitu, tidak ada keraguan pada kejadiannya, dan bahwa hari kiamat itu pasti terjadi.

Firman Allah: (Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka) sebagaimana firmanNya: ((Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) ditampakkan kesalahan-kesalahan) (Surah At-Taghabun: 9) yaitu penghuni surga menyalahkan penghuni neraka.

Dan sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi) nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk) (103) Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu (104) Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia (105)) (Surah Hud) Firman Allah: (Dan kalau Allah, menghendaki, niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja)) yaitu adakalanya dalam petunjuk atau dalam kesesatan, tetapi Dia memisahkan di antara mereka, maka Dia memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki menuju kebenaran, dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki dari kebenaran.

Dan milikNyalah hikmah dan hujjah yang jelas. Oleh karena itu Allah berfirman: (tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dan tidak pula seorang penolong)

Sumber: https://tafsirweb.com/9097-surat-asy-syura-ayat-7.html

Informasi Tambahan

Juz

25

Halaman

483

Ruku

419

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved