الشورى (Asy-Syura)
Per AyatMushaf
اَللّٰهُ
Allah
الَّذِيْٓ
yang
اَنْزَلَ
menurunkan
الْكِتٰبَ
kitab
بِالْحَقِّ
dengan kebenaran
وَالْمِيْزَانَ
dan neraca
ۗوَمَا
dan tidaklah
يُدْرِيْكَ
kamu mengetahui
لَعَلَّ
barangkali
السَّاعَةَ
kiamat
قَرِيْبٌ
dekat
﴿١٧﴾
Allah yang menurunkan Kitab (Al-Qur'an) dengan (membawa) kebenaran dan neraca (keadilan). Dan tahukah kamu, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat?
4289 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Allah lah yang menurunkan al-qur’an dan kitab lainnya dengan kebenaran, Dia juga menurunkan timbangan, yaitu keadilan supaya memerikan keputusan hukum diantara mausia dengan obyektif. Tahukah kamu, bahwa boleh jadi saat kehadiran memang sudah dekat?
Sumber: https://tafsirweb.com/9107-surat-asy-syura-ayat-17.html
Tafsir as-Sa'di
17. Setelah Allah menjelaskan bahwa argument-argumenNya jelas lagi nyata sehingga setiap orang yang masih memiliki secuil kebaikan pasti menerimanya, maka Allah menjelaskan dasar dan kaidahnya, bahkan seluruh argument yang Dia sampaikan kepada manusia itu kembali kepadaNya, seraya berfirman, “Allah-lah yang menurunkan kitab dengan kebenaran dan neraca.” Kitab yang dimaksud adalah al-Quran al- ‘Azhim yang turun dengan benar dan meliputi kebenaran, kejujuran dan keyakinan. Semuanya adalah ayat-ayat yang sangat jelas dan dalil-dalil yang nyata tentang seluruh al-mathalib al-ilahiyah (tuntutan-tuntutan ilahi) dan akidah-akidah keagamaan.Ia datang dengan membawa permasalahan-permasalahan yang terbaik dan dalil-dalil yang paling jelas. Adapun al-Mizan adalah keadilan dan pengakuan terhadap qiyas (analogi) yang benar dan akal yang sehat. Maka setiap dalil ‘aqli (rasional) dari tanda-tanda yang ada di dalam jagat raya dan yang ada di dalam jiwa, dalil-dalil syar’I, kolerasi-kolerasi, illat-illat (alasan-alasan hukum), hukum-hukum dan hikmah-hikmah itu, masuk ke dalam arti al-Mizan yang diturunkan Allah dan yang diletakanNya di antara hamba-hambaNya agar mereka menimbang dengannya semua perkara yang ditetapkanNya dan yang dinafikanNya, dan agar mereka tahu dengannya kebenaran apa-apa yang diberitakanNya dan disampaikan oleh rasul-rasulNya.Maka apa saja yang keluar dari dua perkara ini (dari al-Kitab dan al-Mizan) yang disebut hujjah, argument atau dalil atau ungkapan apa saja yang serupa dengannya, maka ia adalah kebatilan nan kontradiksi yang dasar-dasarnya sudah berantakan dan pondasi-pondasi dan cabang-cabangnya yang telah runtuh dapat diketahui oleh siapa saja yang menguasai permasalahan-permasalahan dan jalur-jalurnya, dan bisa memilah antara dalil-dalil yang kuat dari yang lemah, dan tahu perbedaan antara hujjah dengan syubhat. Adapun orang yang terpedaya dan terpesona dengan ungkapan-ungkapan yang indah dan kata-kata yang samar, sedangkan pikirannya tidak sampai kepada makna yang dimaksud maka ia tidak tergolong ahli dan tidak pula termasuk pakar dalam bidang ini. Maka sikapnya yang menyetujui dan menyelisihi tidak berguna.Kemudian Allah berfirman seraya mempertakuti orang-orang yang minta agar kiamat segera didatangkan, yaitu mereka yang mengingkarinya, seraya berfirman “Dan tahukah kamu, boleh jadi hari KIamat itu dekat.” Maksudnya, tidak diketahui jauhnya ataupun kapan ia akan terjadi.Ia bisa saja terjadi pada suatu waktu dan kepastiannya sangat menakutkan.
Sumber: https://tafsirweb.com/9107-surat-asy-syura-ayat-17.html
Tafsir Al-Wajiz
17. Allah adalah Dzat yang menurunkan Al-Qur’an dan seluruh kitab disertai dengan kebenaran. Dia menurunkan kaidah-kaidah keadilan untuk digunakan sebagai pedoman hukum di antara manusia (Keadilan itu dinamakan sebagai timbangan karena itu adalah alat keadilan).Dan tahukah kamu wahai manusia, barangkali waktu kiamat itu sangat dekat kejadiannya. Maknanya adalah dengan menurunkan timbangan itu akan ada keadilan dan penerapannya
Sumber: https://tafsirweb.com/9107-surat-asy-syura-ayat-17.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 16-18 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengancam orang-orang yang menghalangi orang yang beriman dari jalan Allah. (Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah sesudah agama itu diterima) yaitu mereka membantah orang-orang mukmin yang memenuhi seruan Allah dan rasulNya, agar bisa menghalangi mereka dari jalan petunjuk (Maka bantahan mereka itu sia-sia saja di sisi Tuhan mereka) yang bathil di sisi Allah (mereka mendapat kemurkaan) dariNya (dan bagi mereka azab yang keras) pada hari kiamat. Mujahid berkata bahwa mereka mendebat orang-orang mukmin setelah orang-orang mukmin memenuhi seruan Allah dan rasulNya, untuk menghalangi mereka dari jalan petunjuk dan menginginkan agar orang-orang mukmin itu kembali ke jalan Jahiliyah. Qatadah berkata bahwa mereka adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani.Mereka berkata kepada orang-orang mukmin, "Agama kami lebih baik daripada agama kalian, dan nabi kami ada sebelum nabi kalian. Maka kami lebih baik daripada kalian dan lebih diutamakan oleh Allah daripada kalian" Padahal mereka berdusta dalam hal itu. Kemudian Allah berfirman: (Allah-lah yang menurunkan kitab dengan (membawa) kebenaran) yaitu kitab-kitab yang diturunkan dari sisiNya kepada para nabiNya (dan (menurunkan) neraca (keadilan)) yaitu keadilan.Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah. Ini sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan) (Surah Al-Hadid: 25) dan firman Allah: (Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan) (7) Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu (8) Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (9)) (SUrah Ar-Rahman) Firman Allah: (Dan tahukah kamu, boleh jadi hari kiamat itu (sudah) dekat?) Di dalamnya terkandung anjuran, peringatan, dan berzuhud di dunia.Firman Allah: (Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera didatangkan) Mereka berkata ( "Bilakah janji hari kiamat itu? Jika kamu memang orang-orang yang benar") (Surah Saba’: 29) Dan sesungguhnya mereka mengatakan demikian hanya karena mendustakannya, menganggap mustahil kejadiannya, kafir, dan mengingkarinya (Dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya) yaitu khawatir dan takut terhadap kejadiannya (dan mereka yakin bahwa kiamat itu adalah benar) yaitu pasti terjadi, jadi mereka bersiap untuk menyambutnya dengan melakukan amal shalih sebagai bekalnya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah pentang terjadinya kiamat itu) yaitu mereka membantah tentang keberadaannya dan menganggap mustahil kejadiannya (benar-benar dalam kesesatan yang jauh) yaitu di dalam kebodohan yang nyata, karena sesungguhnya Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi mampu menghidupkan kembali orang-orang mati dan itu lebih mudah. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikannya (menghidupkannya) kembali, dan menghidupkan kembali itu lebih mudah bagi-Nya) (Surah Ar-Rum: 27)
Sumber: https://tafsirweb.com/9107-surat-asy-syura-ayat-17.html
Informasi
Surat
الشورى (Asy-Syura)
Musyawarah — 53 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
17 dari 53 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 485
Ruku
Ruku 420
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 97 (194/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4289 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-42