الشورى (Asy-Syura)

Per AyatMushaf
تَرَى
kamu akan melihat
الظّٰلِمِيْنَ
orang-orang yang zalim
مُشْفِقِيْنَ
mereka ketakutan
مِمَّا
karena apa(kejahatan)
كَسَبُوْا
mereka kerjakan
وَهُوَ
dan ia/balasannya
وَاقِعٌۢ
menimpa
بِهِمْ
pada mereka
ۗوَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
وَعَمِلُوا
dan beramal
الصّٰلِحٰتِ
kebaikan
فِيْ
dalam
رَوْضٰتِ
taman-taman
الْجَنّٰتِۚ
surga
لَهُمْ
bagi mereka
مَّا
apa yang
يَشَاۤءُوْنَ
mereka kehendaki
عِنْدَ
di sisi
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
ۗذٰلِكَ
demikian itu
هُوَ
ia
الْفَضْلُ
karunia
الْكَبِيْرُ
besar
﴿٢٢﴾
Kamu akan melihat orang-orang zalim itu sangat ketakutan karena (kejahatan-kejahatan) yang telah mereka lakukan, dan (azab) menimpa mereka. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.
4294 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kamu (wahai rasul) akan melihat orang-orang kafir di hari kiamat begitu ketakutan terhadap azab Allah, akibat dari perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan di dunia, siksa turun menimpa mereka dan mereka akan merasakannya dan itu pasti adanya. Dan orang-orang yang beriman keapada Allah dan menaati-NYa merka berada di dalam kebun-kebun surga dan istana-istananya serta kenikmatan akhirat, bagi mereka apa yang diri mereka inginkan disisi tuhan mereka. Karunia dan kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka adalah sesuatu karunia yang sangat besar yang sulit untuk diungkapkan dan tidak dijangkau oleh akal.

Sumber: https://tafsirweb.com/9112-surat-asy-syura-ayat-22.html

Tafsir as-Sa'di

22. Dan pada hari itu nanti, “Kamu lihat orang-orang yang zhalim” terhadap diri mereka sendiri karena telah melakukan kekafiran dan berbagai maksiat “sangat ketakutan” yakni, sangat takut dan gemetar, “karena apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (Mereka takut) kalau mereka akan disiksa karenanya. Oleh karena orang yang takut itu kadang-kadang apa yang dikhawatirkannya terjadi dan kadang-kadang tidak terjadi, maka disini Allah menginformasikan bahwa pasti “menimpa mereka,” yakni azab yang mereka takuti itu, sebab mereka telah melakukan sebab yang sempurna yang memastikan siksaan tanpa ada penghalangnya lagi dalam bentuk tauabat ataupun lainnya, dan mereka telah sampai pada suatu tempat yang di situ mereka sudah kehabisan waktu penangguhan. “Dan orang-orang yang beriman,” dengan hati mereka kepada Allah, kitab-kitabNya dan para rasulNya, serta kepada ajaran yang mereka bawa, “Dan beramal shalih,” mencakup setiap amal shalih dari amalan-amalan kalbu (batin) dan amalan-amalan lahiriyah dari yang wajib-wajib dan yang Sunnah-sunnah, mereka berada “di dalam taman-taman surga.” Maksudnya, taman-taman yang bersambung dengan surga.Yang disambungkan itu sangat tergantung kepada yang disambungkannya. Maka anda jangan menanyakan tentang keindahan taman-taman yang sangat menarik itu, sungai-sungai yang mengalir yang ada padanya, lading-ladang yang berumput, pemandangan-pemandangan yang sangat indah, pohon-pohon yang berbuah, burung-burung yang bersiul, suara-suara menarik yang sangat merdu, pertemuan dengan setiap orang yang dicintai, bergaul dan berkumpul bersama-sama dengan sepuas-puasnya. Taman-taman yang dari waktu ke waktu hanya semakin indah dan megah, dan para penghuninya semakin merindukan kelezaaatannya dan semakin menyukainya. “Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki” di dalamnya, maksudnya, di dalam surga itu.Ada pun yang mereka inginkan pasti ada, dan apa pun yang mereka cari, pasti diperoleh, dari kenikmatan dan keindahan apa saja yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terlintas dalam hati manusia. Itulah “karunia yang besar.” Apakah ada keuntungan yang lebih besar daripada keberuntungan meraih keridhaan Allah dan menikmati kedekatan denganNYa di negeri kemuliaanNya?

Sumber: https://tafsirweb.com/9112-surat-asy-syura-ayat-22.html

Tafsir Al-Wajiz

22. Wahai nabi, lihatlah orang-orang kafir itu pada hari kiamat, mereka khawatir tentang apa yang mereka lakukan di dunia yang berupa keburukan. Balasan perbuatan mereka itu pasti menimpa mereka, dan bukan mustahil.Kamu juga akan melihat orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya serta mengerjakan amal shalih yang telah diperintahkan berada di taman-taman surga. Itu adalah tempat paling indah dari surga. Bagi mereka itu, bermacam-macam kenikmatan yang mereka dambakan di sisi Tuhan mereka.Kenikmatan dan kemuliaan itu adalah keutamaan Tuhan yang agung, yang tidak tidak dapat digambarkan kekuasaanNya dan melebihi setiap kenikmatan di dunia.

Sumber: https://tafsirweb.com/9112-surat-asy-syura-ayat-22.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 19-22 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang kelembutanNya terhadap makhlukNya; Dia memberi rezeki mereka semuanya tanpa melupakan seorang pun di antara mereka, dan sama saja rezekiNya baik orang yang berbuat kebaikan atau orang yang durhaka. sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz) (6)) (Surah Hud: 6) dan ayat-ayat yang serupa masih banyak.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya) yaitu Dia meluaskan rezeki siapa saja yang Dia kehendaki (dan Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa) yaitu Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkanNya. Kemudian Allah berfirman: (Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat) yaitu amal perbuatan untuk akhirat (akan Kami tambah keuntungan itu baginya) yaitu, Kami akan menguatkannya dan menolongnya untuk melakukan apa yang menjadi tujuannya, maka Kami akan memperbanyak dan mengembangkannya.Kami akan membalas pahala satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, sampai kelipatan yang dikehendaki Allah (dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tak ada baginya suatu bagian pun di akhirat) yaitu, barangsiapa yang tujuan usahanya hanya mencari suatu keuntungan dunia, sedangkan untuk kepentingan akhiratnya tidak ada sedikit pun, maka Allah mengharamkan baginya keuntungan di akhirat. Sedangkan keuntungan dunia, jika Allah menghendakinya, maka Dia memberinya; dan jika tidak menghendakinya, maka Dia tidak memberikan kepadanya, baik keuntungan yang ini maupun yang itu. Dan orang yang berusaha dengan niat ini memperoleh kerugian di dunia dan di akhirat.Dalil yang menunjukkan bahwa ayat ini terikat dengan ayat yang ada di dalam surah Al-Isra adalah firman Allah سبحانه وتعالى: (Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir (18) Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibatasi dengan baik (19) Kepada masing­ masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu (20) Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya (21)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah: (Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?) yaitu mereka tidak mau mengikuti apa yang disyariatkan Allah kepadamu berupa agama yang lurus, bahkan mereka mengikuti apa yang diperintahkan setan-setan mereka dari kalangan jin dan manusia, berupa mengharamkan apa yang dihalalkan bagi mereka berupa bahirah, saibah, washilah, dan ham.Dan mereka menghalalkan memakan bangkai, darah, berjudi, dan kesesatan-kesesatan lainnya. Itulah kebathilan yang mereka ada-adakan di masa Jahiliyah seperti menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, dan menyembah yang bathil dan mengucapkan perkataan yang merusak. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah), tentulah mereka telah dibinasakan) yaitu sungguh hukuman itu akan disegerakan kepada mereka sekiranya tidak ada ketetapan untuk menangguhkan bagi mereka sampai hari kiamat (Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih) yaitu siksaan yang sangat menyakitkan di dalam neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kamu lihat orang-orang yang zalim sangat ketakutan karena kejahatan-kejahatan yang telah mereka kerjakan) yaitu saat mereka berada di Padang Mahsyar hari kiamat (sedangkan siksaan menimpa mereka) yaitu yang mereka takutkan terjadi pada diri mereka sebagai suatu kepastian. Demikianlah keadaan mereka di hari kiamat, mereka berada dalam ketakutan dan rasa malu (Dan orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka) Maka alangkah jauh bedanya antara ini dan itu? yaitu betapa jauhnya perbedaan antara orang-orang yang berada di Padang Mahsyar dengan kerendahan, kehinaan, dan ketakutan yang pasti karena kezalimannya, dan keadaan orang-orang yang berada di taman-taman surga yang men­dapatkan segala sesuatu yang dia kehendaki berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, pemandangan, istri-istri, dan kenikmatan lainnya yang belum pernah dilihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbesit di hati manusia. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Yang demikian itu adalah karunia yang besar) yaitu keberuntungan yang besar dan nikmat yang lengkap, sempurna, dan menyeluruh

Sumber: https://tafsirweb.com/9112-surat-asy-syura-ayat-22.html

Informasi

Surat

الشورى (Asy-Syura)

Musyawarah — 53 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

22 dari 53 ayat

Juz

Juz 25

Halaman

Halaman 485

Ruku

Ruku 421

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 97 (194/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4294 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-42