الشورى (Asy-Syura)
Surat ke-42, Ayat ke-25
وَهُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَعْفُوْا عَنِ السَّيِّاٰتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَۙ
Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,
📚 Tafsir Al-Muyassar
Allah adalah yang menerima taubat dari hamba-hamabNya bila mereka kembali untuk mentauhidkan-Nya dan menaati-Nya, dan Dia memaafkan keburukan-keburukan, dan Dia mengetahui kebaikan dan keburukan yang kalian lakukan, tidak ada sesuatupun dari hal itu yang samar bagi Allah, dan Dia akan membalas kalian atasnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/9115-surat-asy-syura-ayat-25.html
📚 Tafsir as-Sa'di
25. ini adalah penjelasan tentang kesempurnaan kemurahan Allah keluasan kedermawananNYa serta kesempurnaan kelembutanNYa dengan menerima taubat “dari hamba-hamabNya” saat mereka menanggalkan diri dari dosa-dosa dan menyesalinya, serta berbulat hati untuk tidak mengulanginya kembali jika itu semua ia lakukan semata-mata mengharapkan ridha Allah, Rabb mereka. Maka Allah menerimanya serta sebelumnya ia telah menjadi sebab bagi kebinasaan dan turunnya siksaan-siksaan duniawi dan ukhrawi. Dia memaafkan “kesalahan-kesalahan,” dan menghapuskannya dan menghapus bekas-bekasnya, yaitu yang berupa cela dan siksa-siksa yang di akibatkannya sehingga orang yang bertaubat itu kembali menjadi seorang yang mulia di sisiNYa hingga seakan-akan tidak pernah melakukan suatu kejahatan apa pun.
Allah mencintainya dan membimbingnya kepada apa saja yang membuatnya makin dekat kepadaNYa. Oleh karena taubat itu termasuk amal yang sangat agung yang terkadang sempuna disebabkan kesempunaan keikhlasan dan ketulusannya dan tekadang bisa jadi kuang sempuna karena berkuangnya kadar keikhlasan ketulusannya, dan bahkan terkadang rusak apabila tujuannya adalah untuk menacapai tujuan-tujuan duniawi, sedangkan tempat keikhlasan dan ketulusan itu adalah hati yang hanya diketahui oleh Allah saja, maka Allah menutup ayat ini dengan FirmanNya,”dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan,”
Sumber: https://tafsirweb.com/9115-surat-asy-syura-ayat-25.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
25. Allah adalah Dzat yang menerima taubat hamba-hambaNya yang mau bertaubat dan memaafkan keburukan-keburukan yang mereka lakukan. Dia mengetahui apa yang kalian perbuat, baik atau buruk. {‘An ‘Ibadihi} bermakna (min) karena penerimaan taubat itu dihubungkan dengan huruf min
Sumber: https://tafsirweb.com/9115-surat-asy-syura-ayat-25.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 25-28 Allah SWT berfirman seraya menyebutkan karunia yang Dia berikan kepada para hambaNya, bahwa Dia menerima taubat mereka jika mereka bertaubat kepadaNya dan kembali kepadaNya. Sesungguhnya termasuk kemurahan dan sifat penyantunNya adalah Dia memaafkan, menutupi, dan mengampuni sebagaimana firmanNya: (Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah,, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (110)) (Surah An-Nisa’) Firman Allah: (dan memaafkan kesalahan-kesalahan) yaitu menerima taubat di masa yang akan datang dan memaafkan kesalahan-kesalahan di masa lalu (dan mengetahui apa yang kamu kerjakan) yaitu Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan dan yang kalian katakan.
Tetapi sekalipun demikian, Dia menerima taubat orang yang mau bertaubat kepadaNya. Firman Allah: (dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh) As-Suddi berkata bahwa maknanya adalah Allah menerima doa mereka. Demikian juga dikatakan Ibnu Jarir, yakni maknanya adalah Allah SWT memperkenankan doa mereka, baik untuk diri mereka sendiri, teman-teman mereka, dan saudara-saudara mereka.
Dia meriwayatkannya dari sebagian ulama’ Nahwu yang menjadikannya semakna dengan firmanNya: (Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya) (Surah Ali-Imran: 195) Firman Allah: (Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras) Setelah menyebutkan tentang orang-orang mukmin dan pahala melimpah yang mereka terima, Allah SWT menyebutkan tentang orang-orang kafir, dan apa yang mereka terima di sisiNya pada hari kiamat berupa azab yang keras, menyakitkan, dan pedih saat mereka dikembalikan kepadaNya dan menjalani hisab.
Firman Allah SWT: (Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi) yaitu seandainya Allah memberi mereka lebih dari apa yang mereka butuhkan berupa rezeki, niscaya hal itu akan mendorong mereka untuk bersikap melampaui batas dan berlaku sewenang-wenang; sebagian dari mereka akan berlaku demikian terhadap sebagian yang lainnya dengan penuh keangkuhan dan kejahatan. Firman Allah SWT: (tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat) yaitu tetapi Allah memberi mereka sebagian dari rezeki yang Dia kehendaki untuk kebaikan mereka sendiri, Dia Maha Mengetahui tentang hal itu. Jadi Dia menjadikan kaya orang yang berhak menjadi kaya, dan menjadikan fakir orang yang berhak menjadi fakir, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan,”Sesungguhnya di antara hamba-hambaKu ada orang yang tidak baik baginya kecuali hanya kaya; dan seandainya Aku menjadikannya fakir, niscaya kefakirannya itu akan merusak agamanya.
Dan sesungguhnya di antara hamba-hambaKu terdapat orang yang tidak baik baginya kecuali hanya fakir; seandainya Aku menjadikannya kaya, maka kekayaan itu akan merusak agamanya” Firman Allah: (Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa) yaitu setelah manusia putus asa dari turunnya hujan, maka hujan diturunkan kepada mereka di saat mereka sangat membutuhkannya. Sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa (49)) (Surah Ar-Rum) Firman Allah: (dan menyebarkan rahmat-Nya) yaitu menyebarkan rahmatNya kepada semua penduduk negeri yang disiraminya segala sesuatu yang ada di kawasan itu melalui hujan itu. (Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji) yaitu Dialah yang Mengatur makhlukNya sesuai dengan apa yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat mereka, dan Dia Maha Terpuji dan akibatNya dalam semua apa yang telah Dia tetapkan dan perbuat
Sumber: https://tafsirweb.com/9115-surat-asy-syura-ayat-25.html
Informasi Tambahan
Juz
25
Halaman
486
Ruku
421