الزخرف (Az-Zukhruf)

Per AyatMushaf
وَلَمَّا
dan tatkala
جَاۤءَهُمُ
datang kepada mereka
الْحَقُّ
kebenaran
قَالُوْا
mereka berkata
هٰذَا
ini
سِحْرٌ
sihir
وَّاِنَّا
dan sesungguhnya kami
بِهٖ
dengannya
كٰفِرُوْنَ
orang-orang yang ingkar
﴿٣٠﴾
Tetapi ketika kebenaran (Al-Qur'an) itu datang kepada mereka, mereka berkata, “Ini adalah sihir dan sesungguhnya kami mengingkarinya.”
4355 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan ketika al-qur’an datang kepada mereka dari sisi Allah, mereka berkata, ”apa yang dibawa oleh utusan ini adalah sihir yang dengannya dia menyihir kami, ia bukan wahyu dari Allah, dan sesungguhnya kami mendustakannya”.

Sumber: https://tafsirweb.com/9226-surat-az-zukhruf-ayat-30.html

Tafsir as-Sa'di

30. “pada saat kebenaran datang pada mereka,” yang mengharuskan orang berakal dan memilki agama meski hanya sedikit untuk menerima dan tunduk padanya, “mereka berkata, ’ini adalah sihir dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya,” dan inilah salah bentuk penentangan dan keberatan terbesar mereka. Mereka tidak hanya berpaling dari kebenaran dan mengingkarinya. Mereka belum puas hingga menuduhnya secara keji.Mereka menganggapnya sebagai sihir batil yang hanya dibawa oleh makhluk paling keji dan paling pandai berdusta. Yang mendorong mereka melakukan hal itu adalah keangkuhan mereka yang melampaui batas karena berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah kepada mereka dan nenek moyang mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/9226-surat-az-zukhruf-ayat-30.html

Tafsir Al-Wajiz

30. Saat didatangkan kepada mereka bahwa Al-Qur’an itu dari sisi Allah, mereka berkata: “Apa yang dibawa Muhammad ini adalah sihir, bukan wahyu. Sesungguhnya kami terhadap Al-Qur’an itu adalah orang-orang yang menolak”

Sumber: https://tafsirweb.com/9226-surat-az-zukhruf-ayat-30.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 26-35 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang hamba, rasul, kekasihNya, dan imam orang-orang yang lurus serta yang menjadi orang tua dari para nabi yang diutus setelahnya yang orang-orang Quraisy itu nasab mereka berasal darinya. Disebutkan bahwa dia telah berlepas diri dari ayah dan kaumnya yang menyembah berhala. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah (26) tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku (27) Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya) yaitu, kalimat ini adalah menyembah hanya kepada Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya, dan meninggalkan sembahan-sembahan lainNya, yaitu tidak ada Tuhan melainkan Allah, yaitu menjadikan kalimat ini ditetapkan di kalangan keturunannya, dan sebagai panutan bagi orang yang diberi ptunjul Allah سبحانه وتعالى dari kalangan keturunan nabi Ibrahim (supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu) yaitu kembali kepada kalimat itu.Mujahid, Qatadah, As-Suddi dan lainnya berkata tentang firmanNya: (Dan (Ibrahim) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya) yaitu kalimat “Tidak ada Tuhan selain Allah”, di kalangan keturunannya tetap ada orang yang mengucapkannya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tetapi Aku memberikan kenikmatan hidup kepada mereka) yaitu orang-orang (dan bapak-bapak mereka) yaitu hal itu berakibat mereka tenggelam ke dalam kesesatannya dalam waktu yang lama (sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (Al-Qur'an) dan seorang rasul yang memberi penjelasan) yaitu yang jelas risalah dan peringatannya. (Dan tatkala kebenaran (Al-Qur'an) itu datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah sihir, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya” (30)) yaitu mereka sombong, mengingkari dan menolak kebenaran itu dengan segala upaya karena kafir, dengki, dan melewati batas (Dan mereka berkata) seperti orang-orang yang menolak apa yang diturunkan Allah سبحانه وتعالى (Mengapa Al-Qur’an ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Taif) ini?) yaitu, Mengapa Al-Qur'an ini tidak diturunkan kepada seorang lelaki yang besar, agung di mata salah satu dua kota ini? Maksud mereka adalah kota Makkah dan Thaif.Pendapat ini dikatakan Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid. Banyak dari mereka mengatakan bahwa yang dimaksud dengan lelaki itu adalah Al-Walid bin Al-Mughirah dan Urwah bin Mas'ud Ats-Tsaqafi. Malik meriwayatkan dari Zaid bin Aslam, Adh-Dhahhak, dan As-Suddi, bahwa yang mereka maksud adalah Al-Walid bin Al-Mughirah dan Mas'ud bin Amr Ats-Tsaqafi.Yang jelas bahwa maksud mereka adalah lelaki besar dari salah satu di antara kedua kota itu. Maka Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjawab mereka tentang kritikan ini: (Apakah mereka membagi-bagi rahmat Tuhanmu?) yaitu urusan ini bukanlah mereka yang menentukannya, melainkan hanyalah Allah سبحانه وتعالى. Allah lebih mengetahui dimana Dia meletakkan risalahNya, karena sesungguhnya tidak sekali-kali Dia menurunkannya melainkan kepada makhluk yang paling suci hati dan jiwanya, serta paling mulia dan paling suci rumah dan keturunannya.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan bahwa Dia telah membeda-bedakan di antara makhlukNya dalam membagikan pemberianNya kepada mereka berupa harta, rezeki, akal, pemahaman dan pemberian lainnya yang menjadi kekuatan lahir dan batin mereka. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat). Firman Allah: (agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain sebagai pekerja) Dikatakan bahwa maknanya adalah agar sebagian dari mereka dapat mengambil mnfaat sebagian lain untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan, karena yang ini membutuhkan yang itu dan begitu pula yang itu membutuhkan yang ini.Pendapat ini dikatakan As-Suddi dan lainnya. Qatadah dan Adh-Dhahhak berkata bahwa makna yang dimaksud adalah agar sebagian dari mereka dapat menguasai sebagian lain; pendapat ini kembali kepada yang pertama. Kemudian Allah berfirman: (Dan rahmat Tuhanmu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan) yaitu, rahmat Allah kepada makhlukNya lebih baik bagi mereka daripada apa yang mereka miliki berupa harta dan kesenangan dunia Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu) yaitu seandainya tidak ada keyakinan itu kebanyakan manusia yang tidak mengerti bahwa pemberian Kami berupa harta itu merupakan bukti yang menunjukkan kecintaan Kami kepada orang yang Kami beri itu, sehingga mereka berkumpul dalam kekafiran demi harta itu.Demikianlah makna pendapat ibnu Abbas, Al-Hasan, Qatadah, dan As-Suddi serta lainnya (tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak)) yaitu tangga yang terbuat dari perak. Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, As-Suddi, Ibnu Zaid dan lainnya (yang mereka menaikinya) yaitu menaikinya (Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka) yaitu daun-daun pintu dari perak untuk rumah mereka (dan (begitu pula) dipan- dipan yang mereka bertelekan di atasnya) yaitu semuanya itu terbuat dari perak (Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan) yaitu dari emas. Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas, Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid.Kemudian Allah berfirman: (Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia) yaitu sesungguhnya semuanya itu hanya barang dunia yang fana, pasti lenyap, dan hina di sisi Allah سبحانه وتعالى, yaitu Allah menyegerakan bagi mereka sebagai imbalan dari kebaikan yang mereka kerjakan di dunia berupa balasan makanan dan minuman, agar mereka dipenuhi balasannya di akhirat.Mereka tidak memiliki suatu kebaikan pun yang akan dibalaskan kepada mereka di sisi Allah سبحانه وتعالى, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih,”Seandainya dunia ini mempunyai bobot di sisi Allah yang seimbang dengan sayap nyamuk, maka Allah tidak akan memberi minum bahkan seteguk airpun kepada seorang kafir” Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa) yaitu kehidupan akhirat itu khusus bagi mereka, tidak ada seorangpun dari kalangan selain mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/9226-surat-az-zukhruf-ayat-30.html

Informasi

Surat

الزخرف (Az-Zukhruf)

Perhiasan — 89 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

30 dari 89 ayat

Juz

Juz 25

Halaman

Halaman 491

Ruku

Ruku 426

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 99 (197/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4355 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-43