الزخرف (Az-Zukhruf)
Per AyatMushaf
وَاِنَّهُمْ
dan sesungguhnya mereka
لَيَصُدُّوْنَهُمْ
benar-benar menghalangi mereka
عَنِ
dari
السَّبِيْلِ
jalan
وَيَحْسَبُوْنَ
dan mereka mengira
اَنَّهُمْ
bahwa sesungguhnya mereka
مُّهْتَدُوْنَ
mendapat petunjuk
﴿٣٧﴾
Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
4362 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalang-halangi orang-orang yang berpaling dari dzikir Allah (al-qur’an) dari jalan kebenaran, setan-setan itu memperindah kesesatan bagi mereka, membuat mereka benci kepada iman kepada Allah dan amal ketaatan kepadaNYa. Orang-orang yang berpaling itu menyangka bahwa apa yang mereka pegang berupa kesesatan adalah kebenaran dan petunjuk akibat setan-setan tersebut yang menghiasinya untuk mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/9233-surat-az-zukhruf-ayat-37.html
Tafsir as-Sa'di
37. “dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar,” yaitu jalan dan agama yang lurus, ”dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk,” disebabkan oleh tindakan setan yang menghiasi kebatilan untuk mereka serta berpalingnya mereka dari kebenaran, sehingga keduanya menyatu. Bila ada yang bertanya, ”apakah orang seperti ini mendapatkan udzur Karena ia mengira mendapatkan petunjuk padahal tidak?” jawabannya adalah, tidak ada udzur bagi orang seperti ini dan juga oang-orang yang sama, yang kebodohan mereka bersumber dari berpaling darri peringatan Allah, padahal sebenarnya mereka bisa mengikuti petunjuk, mereka merasa cukup dengan petunjuk (tidak membutuhkannya) padahal sebenarnya mereka mampu dan mereka menyukai kebatilan. Maka dosa dan tindakan jahat adalah milik mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/9233-surat-az-zukhruf-ayat-37.html
Tafsir Al-Wajiz
37. Para setan itu ada yang dari jin dan juga golongan manusia, Allah akan memberlakukan itu bagi siapa saja yang menentang dan menolak Alquran. Agar setan-setan itu menghalangi dari jalan hidayah.Mereka mengira bahwa dengan mengikuti bisikan-bisikan setan itu mereka telah mendapat petunjuk dan berada dalam jalan kebenaran.
Sumber: https://tafsirweb.com/9233-surat-az-zukhruf-ayat-37.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 36-45 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Barang siapa yang berpaling) yaitu berpura-pura tidak tahu, melalaikan dan berpaling (dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pengasih) Kata “al-asya” terkait mata maka maknannya adalah lemah pandangannya, sedangkan makna yang dimaksud di sini adalah lemah pandangan mata hati (Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan), maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya) sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan barang siapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali (115)) (Surah An-Nisa’) dan (Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran) Allah memalingkan hati mereka) (Surah Ash-Shaff: 5) Oleh karena itu Allah berfirman di sini: (Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk (37) Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di hari kiamat)) yaitu orang ini yang berpaling dari jalan petunjuk, Kami mengadakan baginya setan-setan yang menyesatkannya dan menunjukkan kepadanya jalan ke neraka Jahim.Dan apabila dia datang menghadap kepada Allah سبحانه وتعالى pada hari kiamat, maka dia benci kepada setan-setan yang menemaninya (dia berkata, "Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia)") sebagiam mereka ada yang membaca (Sehingga apabila orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami) yaitu teman dan yang ditemani Yang dimaksud dengan “Al-masyriqain” adalah antara timur dan barat, dan disebutkan dengan ini karena sering digunakan sebagaimana disebutkan “Al-qamarani”, “Al-'Umarani”, dan “Al-Abawani” Pendapat itu dikatakan Ibnu Jarir dan lainnya.Keikutsertaan dalam suatu musibah yang diterima di dunia bisa menjadi penghibur bagi orang yang mengikutinya dalam musibah itu Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu karena kamu telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu (39)) yaitu tidak berguna lagi bagi kalian. Kalian berkumpul di neraka dan kalian bersekutu dalam menerima azab yang pedih.Firman Allah: (Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak dapat mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata? (40)) yaitu, bukanlah itu terletak di tanganmu. Sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan, dan tugasmu bukan memberi petunjuk kepada mereka, tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki. Allah adalah Hakim yang Maha Adil dalam hal itu.Kemudian Allah berfirman: (Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat) (41)) yaitu Kami harus membalas mereka dan menyiksa mereka, sekali pun kamu telah pergi (Atau Kami memperlihatkan kepadamu (azab) yang telah kami (Allah) ancamkan kepada mereka.Maka sesungguhnya Kami berkuasa atas mereka (42)) yaitu Kami berkuasa melakukan yang ini dan itu. Dan Allah tidak mewafatkan NabiNya sampai Dia menyenangkan hatinya dari musuh-musuhnya. Allah telah menjadikannya berkuasa atas nyawa mereka dan menjadikannya memiliki semua yang dimiliki perbendaharaan mereka.Demikianlah kesimpulan dari pendapat As-Suddi dan dipilih oleh Ibnu Jarir. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus (43)) yaitu peganglah Al-Qur'an yang diturunkan ke dalam hatimu, karena sesungguhnya itu adalah kebenaran dan apa yang ditunjukkan adalah kebenaran yang menuntun ke jalan Allah yang lurus, yang menyampaikan kepada surga yang penuh kenikmatan dan kebaikan yang kekal dan tetap. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sesungguhnya- Al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu) Dikatakan bahwa maknanya adalah Al-Qur'an itu benar-benar merupakan kemuliaan bagimu dan kaummu.Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid. Pendapat itu dipilih Ibnu Jarir dan tidak ada seorangpun yang meriwayatkannya selain dia. Makna yang dimaksud adalah bahwa hal ini merupakan kemuliaan bagi mereka dimana dia diturunkan dengan bahasa mereka, maka mereka adalah orang-orang yang paling memahaminya.Jadi, selayaknya mereka menjadi orang-orang yang paling menegakkannya dan paling depan dalam mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya. Demikianlah yang telah dilakukan orang-orang yang terpilih dari kalangan mereka, yaitu dari kalangan kaum Muhajirin yang pertama yang ikhlas dan orang-orang yang serupa dengan mereka dan mengikuti jejak mereka. Dikatakan bahwa makna firmanNya: (Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu) yaitu benar-benar merupakan peringatan bagimu dan kaummu.Penyebutan mereka secara khusus dengan peringatan ini tidak menafikan orang-orang selain mereka. Sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? (10)) (Surah Al-Anbiya’) dan firmanNya: (Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat (214) (Surah Asy-Syu'ara) (dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban) yaitu tentang Al-Qur'an ini, apakah kalian mengamalkannya dan bagaimanakah menerimanya.Firman Allah: (Dan tanyakanlah kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum kamu, "Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?” (45)) yaitu semua rasul menyeru manusia kepada apa yang diserukan olehmu kepada manusia, berupa menyembah hanya kepada Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dan melarang menyembah berhala dan tandingan-tandingan. Sebagaimana firmanNya: (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut” (Surah An-Nahl: 36) Mujahid berkata dalam bacaan Abdullah bin Mas'ud, yaitu:”Tanyakanlah kepada orang-orang yang telah Kami utus kepada mereka sebelummu, yaitu rasul-rasul Kami" Demikian juga diriwayatkan Qatadah, Adh-Dhahhak, As-Suddi, dari Ibnu Mas'ud r.a.Hal ini seakan-akan tafsir, bukan bacaan, hanya Allah yang lebih Mengetahui. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata, yaitu: “Tanyakanlah kepada mereka di malam Isra’, karena sesungguhnya para nabi dikumpulkan untuk menyambut beliau.. Ibnu Jarir memilih pendapat yang pertama
Sumber: https://tafsirweb.com/9233-surat-az-zukhruf-ayat-37.html
Informasi
Surat
الزخرف (Az-Zukhruf)
Perhiasan — 89 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
37 dari 89 ayat
Juz
Juz 25
Halaman
Halaman 492
Ruku
Ruku 427
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 99 (197/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4362 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-43