Kembali ke Surat Al-Jasiyah

الجاثية (Al-Jasiyah)

Surat ke-45, Ayat ke-29

هٰذَا كِتٰبُنَا يَنْطِقُ عَلَيْكُمْ بِالْحَقِّ ۗاِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

(Allah berfirman), “Inilah Kitab (catatan) Kami yang menuturkan kepadamu dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan.”

📚 Tafsir Al-Muyassar

Ini adalah buku catatan Kami yang akan berbicara kepada kalian dengan segala amal perbuatan kalian tanpa tambahan dan pengurangan. Sesunggunya Kami memerintahkan para malaikat penjaga agar mencatat amal perbuatan kalian.

Sumber: https://tafsirweb.com/9521-surat-al-jatsiyah-ayat-29.html

📚 Tafsir as-Sa'di

29. hal ditunjukkan oleh firman Allah “inilah kitab (catatan) kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar,” artinya, catatan kami ini yang kami turunkan kepada kalian akan menghukumi di antara kalian secara benar atau adil. “sesungguhnya kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan,” inilah buku amal perbuatan.

Sumber: https://tafsirweb.com/9521-surat-al-jatsiyah-ayat-29.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

29. Ini adalah kumpulan catatan yang kami tulis untuk kalian yang akan bersaksi untuk kalian dengan benar tanpa ditambah-tambahi dan dikurangi. Sesungguhnya kami mendikte malaikat untuk mencatat amal ibadah kalian dan menjaganya dalam buku catatan amal kalian

Sumber: https://tafsirweb.com/9521-surat-al-jatsiyah-ayat-29.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-29 Allah SWT memberitahukan bahwa Dialah Dzat yang memiliki bumi dan langit dan yaang menguasai keduanya di dunia dan akhirat. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan pada hari terjadinya kebangkitan) yaitu hari kiamat (akan rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan) Mereka adalah orang-orang yang ingkar kepada Allah, ingkar kepada apa yang diturunkan kepada para rasuINya yang mengandung tanda-tanda yang menerangkan dan bukti-bukti yang jelas.

Kemudian Allah SWT befirman: (Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut) Mereka duduk di atas lututnya karena sangat takut. Dikatakan bahwa sesungguhnya hal ini terjadi ketika neraka Jahanam didatangkan, lalu neraka Jahanam mengeluarkan suaranya yang hebat, maka tidak ada seorangpun melainkan duduk di atas lututnya, sehingga nabi Ibrahim mengatakan, "Ya Allah, selamatkanlah aku, selamatkanlah aku, selamatkanlah aku! aku tidak meminta kepadaMu pada hari ini kecuali keselamatanku" Sehingga nabi Isa mengatakan,"Aku tidak meminta kepadaMu kecuali keselamatanku. Dan aku tidak meminta kepadaMu kecuali keselamatan Maryam yang melahirkanku" Mujahid berkata tentang firmanNya: (tiap-tiap umat berlutut) yaitu duduk di atas lututnya.

Firman Allah: (Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya) yaitu buku catatan amal perbuatan, sebagaimana firmanNya: (dan diberikanlah buku (perhitungan) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi) (Surah Az-Zumar: 69) Oleh karena itu Allah berfirman: (Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan) yaitu kalian akan mendapat balasan atas amal perbuatan kalian, yang baik dan yang buruk.

Sebagaimana firmanNya: (Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya (13) Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri (14) meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya (15)) (Surah Al-Qiyamah) Kemudian Allah berfirman: ( (Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar”) yaitu mencatat semua amal perbuatan kalian tanpa ditambahi dan dikurangi. sebagaimana firmanNya SWT: (Dan diletakkan kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "Aduhai, celakalah kami.

Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorangpun” (49)) (Surah Al-Kahfi) Firman Allah: (Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan) yaitu sesungguhnya kami memerintahkan kepada para malaikat yang mencatat amal perbuatan untuk mencatat semua amal perbuatan kalian.

Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa para malaikat mencatat amal perbuatan para hamba, kemudian para malaikat itu membawanya naik ke langit. Maka mereka bertemu dengan para malaikat lainnya yang berada di kumpulan catatan amal yang mencocokkan dengan apa yang ada pada catatan itu, dari apa yang ditampakkan bagi para malaikat itu dari Lauhil Mahfuz di setiap malam Lailatul Qadar, yang mana hal itu termasuk di antara yang telah ditetapkan Allah SWT di zaman terdahulu terhadap hamba-hambaNya sebelum Dia menciptakan mereka. Maka tidak ada penambahan dan pengurangan padanya bahkan satu hurufpun.

Kemudian dia membaca firmanNya: (Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan)

Sumber: https://tafsirweb.com/9521-surat-al-jatsiyah-ayat-29.html

Informasi Tambahan

Juz

25

Halaman

501

Ruku

437

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved