الاحقاف (Al-Ahqaf)

Per AyatMushaf
اُولٰۤىِٕكَ
mereka itu
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
حَقَّ
telah pasti
عَلَيْهِمُ
atas mereka
الْقَوْلُ
perkataan
فِيْٓ
pada
اُمَمٍ
ummat-ummat
قَدْ
sungguh
خَلَتْ
telah berlalu
مِنْ
dari
قَبْلِهِمْ
sebelum mereka
مِّنَ
dari
الْجِنِّ
jin
وَالْاِنْسِ
dan manusia
ۗاِنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
كَانُوْا
adalah mereka
خٰسِرِيْنَ
orang-orang yang merugi
﴿١٨﴾
Mereka itu orang-orang yang telah pasti terkena ketetapan (azab) bersama umat-umat dahulu sebelum mereka, dari (golongan) jin dan manusia. Mereka adalah orang-orang yang rugi.
4528 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang sifat mereka adalah demikian, adalah orang-orang yang wajib mendapatkan azab Allah, hukuman dan murkaNya, sama dengan umat-umat yang telah berlalu dari mereka dari kalangan jin dan manusia yang berjalan di atas kekafiran dan pendustaan. Mereka adalah orang-orang yang merugi dengan menjual petunjuk dengan kesesatan, nikmat dengan azab.

Sumber: https://tafsirweb.com/9584-surat-al-ahqaf-ayat-18.html

Tafsir as-Sa'di

18. “Mereka itulah,” dengan kondisi tercela itu “orang-orang yang telah pasti (azab) atas mereka,” yaitu azab pasti akan ditimpakan kepada mereka “bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia.” Yang berada dalam kekufuran dan kedustaan, mereka itu akan masuk bersama para jin dan manusia ke dalam neraka dan “sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.” Rugi adalah lenyapnya modal seseorang, mnaka jika modal saja sudah tidak didapatkan, lantas bagaimana bisa mendapatkan keuntungan? Mereka telah kehilangan keimanan dan tidak mendapatkan kenikmatan sedikit pun hingga mereka pun tidak bisa terhindar dari siksaan Neraka Jahim.

Sumber: https://tafsirweb.com/9584-surat-al-ahqaf-ayat-18.html

Tafsir Al-Wajiz

18. Orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan maka wajib bagi mereka mendapatkan azab, dan terjadilah apa yang telah kami ancamkan sebagai konsekuensi perbuatan mereka. Azab yang telah diturunkan kepada kebanyakan umat terdahulu, baik dari golongan jin maupun manusia.Mereka-lah orang-orang yang merugi terhadap diri mereka sendiri di akhirat

Sumber: https://tafsirweb.com/9584-surat-al-ahqaf-ayat-18.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 17-20 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang mendoakan dan berbuat baik kepada keduanya, serta apa yang mereka dapatkan di sisiNya berupa keberuntungan dan keselamatan, Allah سبحانه وتعالى menghubungkannya dengan penjelasan keadaan orang-orang yang celaka, yaitu orang-orang yang menyakiti kedua orang tuanya. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, "Ah bagi kamu keduanya”) Ini mencakup semua orang yang mengatakan demikian kepada kedua orang tuanya. Firman Allah: (apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dikeluarkan) yaitu aku dibangkitkan (padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?) yaitu, telah banyak manusia yang mati dan tidak ada seorang pun dari mereka yang kembali (Lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah) yaitu memohon pertolongan kepada Allah agar anaknya diberi petunjuk, lalu berkata kepada anaknya: ("Celaka kamu, berimanlah!Sesungguhnya janji Allah adalah benar.” Lalu dia berkata, "Ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu”) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi (18)) yaitu termasuk golongan orang-orang yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang kafir yang merugikan diri sendiri dan keluarga mereka pada hari kiamat. Firman Allah, ("Ula’ika") setelah firmanNya, (Wal ladzi qala) merupakan dalil yang menunjukkan seperti apa yang kami sebutkan, bahwa ini merupakan isim jenis yang mencakup semua orang yang keadaannya demikian.Al-Hasan dan Qatadah berkata bahwa itu adalah orang kafir, pendurhaka, menyakiti kedua orang tuanya, dan mendustakan adanya hari kebangkitan. Firman Allah: (Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan) yaitu masing-masing dari mereka mendapat azab sesuai dengan amalnya (dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, sedangkan mereka tidak dirugikan) yaitu mereka tidak dianiaya bahkan seberat dzarrah pun atau yang lebih kecil dari itu. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa tingkatan di neraka itu ke bawah, sedangkan tingkatan di surga itu ke atas.Firman Allah: (Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya”) yaitu, hal itu dikatakan kepada mereka sebagai kecaman dan cemoohan. Firman Allah: (maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik) Maka mereka dibalas dengan pembalasan yang sejenis dengan amal perbuatan mereka. Maka sebagaimana mereka menyenangkan diri mereka sendiri dan bersikap sombong terhadap kebenaran, tidak mau mengikutinya, dan gemar mengerjakan perbuatan-perbuatan fasik dan kemaksiatan, maka Allah سبحانه وتعالى membalas mereka dengan azab yang menghinakan. yaitu kehinaan, kerendahan, siksa yang sangat menyakitkan dan sangat pedih, penyesalan yang terus-menerus dan tempat tinggal di dasar neraka yang mengerikan.Kita berlindung kepada Allah melindungi dari semua itu

Sumber: https://tafsirweb.com/9584-surat-al-ahqaf-ayat-18.html

Informasi

Surat

الاحقاف (Al-Ahqaf)

Bukit Pasir — 35 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

18 dari 35 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 504

Ruku

Ruku 439

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 101 (201/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4528 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-46