الاحقاف (Al-Ahqaf)

Per AyatMushaf
وَلِكُلٍّ
dan bagi tiap-tiap
دَرَجٰتٌ
derajat
مِّمَّا
dari apa
عَمِلُوْاۚ
mereka kerjakan
وَلِيُوَفِّيَهُمْ
dan karena Allah akan mencukupi mereka
اَعْمَالَهُمْ
amal pekerjaan mereka
وَهُمْ
dan mereka
لَا
tidak
يُظْلَمُوْنَ
mereka dirugikan/aniaya
﴿١٩﴾
Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka dan mereka tidak dirugikan.
4529 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Masing-masing kelompok dari pengikut kebaikan dan pengikut keburukan memiliki derajat di sisi Allah pada Hari Kiamat sesuai amal-amal yang mereka kerjakan di dunia, masing-masing sesuai dengan martabatnya. Lalu Allah membalas mereka tanpa dizhalimi dengan ditambah keburukan dan dikurangi dari kebaikan mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/9585-surat-al-ahqaf-ayat-19.html

Tafsir as-Sa'di

19. “Dan bagi masing-masing mereka,” dari orang-orang yang baik dan orang-orang yang jahat, “derajat-derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan.” Artinya, masing-masing berdasarkan derajatnya dalam kebaikan dan kejahatan, tempat mereka di akhirat adalah berdasarkan amalan mereka. Karena itulah Allah berfirman, “Dan agar Allah memcukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.” Keburukan mereka tidak ditambah sedikit pun dan kebaikan mereka tidak dikurangi sedikit pun.

Sumber: https://tafsirweb.com/9585-surat-al-ahqaf-ayat-19.html

Tafsir Al-Wajiz

19. Setiap kelompok dari dua kelompok itu yaitu kelompok mukmin dan kafir akan mendapatkan balasan pahala atau siksa. Allah sungguh akan menepati janji-Nya untuk membalas segala perbuatan mereka.Mereka tidak terdholimi sama sekali, baiik dari dikurangi pahala, ataupun ditambah azab mereka

Sumber: https://tafsirweb.com/9585-surat-al-ahqaf-ayat-19.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 17-20 Setelah menyebutkan keadaan orang-orang yang mendoakan dan berbuat baik kepada keduanya, serta apa yang mereka dapatkan di sisiNya berupa keberuntungan dan keselamatan, Allah سبحانه وتعالى menghubungkannya dengan penjelasan keadaan orang-orang yang celaka, yaitu orang-orang yang menyakiti kedua orang tuanya. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, "Ah bagi kamu keduanya”) Ini mencakup semua orang yang mengatakan demikian kepada kedua orang tuanya. Firman Allah: (apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dikeluarkan) yaitu aku dibangkitkan (padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku?) yaitu, telah banyak manusia yang mati dan tidak ada seorang pun dari mereka yang kembali (Lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah) yaitu memohon pertolongan kepada Allah agar anaknya diberi petunjuk, lalu berkata kepada anaknya: ("Celaka kamu, berimanlah!Sesungguhnya janji Allah adalah benar.” Lalu dia berkata, "Ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang dahulu”) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi (18)) yaitu termasuk golongan orang-orang yang serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang kafir yang merugikan diri sendiri dan keluarga mereka pada hari kiamat. Firman Allah, ("Ula’ika") setelah firmanNya, (Wal ladzi qala) merupakan dalil yang menunjukkan seperti apa yang kami sebutkan, bahwa ini merupakan isim jenis yang mencakup semua orang yang keadaannya demikian.Al-Hasan dan Qatadah berkata bahwa itu adalah orang kafir, pendurhaka, menyakiti kedua orang tuanya, dan mendustakan adanya hari kebangkitan. Firman Allah: (Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan) yaitu masing-masing dari mereka mendapat azab sesuai dengan amalnya (dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, sedangkan mereka tidak dirugikan) yaitu mereka tidak dianiaya bahkan seberat dzarrah pun atau yang lebih kecil dari itu. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata bahwa tingkatan di neraka itu ke bawah, sedangkan tingkatan di surga itu ke atas.Firman Allah: (Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan), "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniamu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya”) yaitu, hal itu dikatakan kepada mereka sebagai kecaman dan cemoohan. Firman Allah: (maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik) Maka mereka dibalas dengan pembalasan yang sejenis dengan amal perbuatan mereka. Maka sebagaimana mereka menyenangkan diri mereka sendiri dan bersikap sombong terhadap kebenaran, tidak mau mengikutinya, dan gemar mengerjakan perbuatan-perbuatan fasik dan kemaksiatan, maka Allah سبحانه وتعالى membalas mereka dengan azab yang menghinakan. yaitu kehinaan, kerendahan, siksa yang sangat menyakitkan dan sangat pedih, penyesalan yang terus-menerus dan tempat tinggal di dasar neraka yang mengerikan.Kita berlindung kepada Allah melindungi dari semua itu

Sumber: https://tafsirweb.com/9585-surat-al-ahqaf-ayat-19.html

Informasi

Surat

الاحقاف (Al-Ahqaf)

Bukit Pasir — 35 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

19 dari 35 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 504

Ruku

Ruku 439

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 101 (201/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4529 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-46