محمّد (Muhammad)
Per AyatMushaf
وَيَقُوْلُ
dan berkata
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
لَوْلَا
mengapa tidak
نُزِّلَتْ
diturunkan
سُوْرَةٌ
suatu surat
ۚفَاِذَآ
maka apabila
اُنْزِلَتْ
diturunkan
سُوْرَةٌ
suatu surat
مُّحْكَمَةٌ
jelas maksudnya
وَّذُكِرَ
dan disebutkan
فِيْهَا
didalamnya
الْقِتَالُ
perang
ۙرَاَيْتَ
kamu lihat
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
فِيْ
didalam
قُلُوْبِهِمْ
hati mereka
مَّرَضٌ
penyakit
يَّنْظُرُوْنَ
mereka memandang
اِلَيْكَ
kepadamu
نَظَرَ
pandangan
الْمَغْشِيِّ
pingsan
عَلَيْهِ
atasnya
مِنَ
dari
الْمَوْتِۗ
kematian
فَاَوْلٰى
maka lebih utama
لَهُمْۚ
bagi mereka
﴿٢٠﴾
Dan orang-orang yang beriman berkata, “Mengapa tidak ada suatu surah (tentang perintah jihad) yang diturunkan?” Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya tersebut (perintah) perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka.
4565 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
20-21. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya berkata, “Mengapa tidak diturunkan satu surat dari Allah yang memerintahkan kami berjihad melawan orang-orang kafir?” maka apabila satu ayat yang muhkam penjelasannya dan hukum-hukumnya turun dengan membawa perintah jihad, kamu melihat orang-orang yang memendam keraguan dan kemunafikan dalam hati mereka kepada agama Allah, memandang kepadamu (wahai Nabi) dengan pandangan orang yang hendak pingsan karena takut mati. Maka yang lebih utama bagi orang-orang yang memendam kebimbangan dalam hati mereka, adalah menaati Allah dan mengucapkan kata-kata yang sejalan dengan syariatNya.Bila perang telah wajib, maka perintah Allah yang mewajibkannya telah datang, orang-orang munafik itu membencinya. Seandainya mereka membenarkan Allah dalam beriman dan beramal, niscaya itu lebih baik bagi mereka daripada maksiat dan menentang.
Sumber: https://tafsirweb.com/9656-surat-muhammad-ayat-20.html
Tafsir as-Sa'di
20. Allah berfirman, “Dan berkata orang-orang yang beriman,” karena ingin disegerakannya berbagai perintah berat, “Mengapa tiada diturunkan suatu surat,” yakni ayat yang terdapat perintah perang, “maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya,” yakni yang harus dikerjakan, “ dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang,” yang merupakan hal terberat bagi jiwa yang tidak akan bisa dilaksanakan oleh mereka yang memiliki lemah iman, dan karena itulah Allah berfirman, “kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati,” karena mereka tidak menyukai perang karena terasa berat bagi mereka.Ayat ini sama seperti yang disebutkan dalam firman Allah, “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya.” -An-Nisa:77-
Sumber: https://tafsirweb.com/9656-surat-muhammad-ayat-20.html
Tafsir Al-Wajiz
20. Orang-orang mukmin bertanya kepada Nabi: “Mengapa tidak diturunkan ayat yang memerintahkan berjihad? Apabila diturunkan ayat yang secara jelas memerintahkan berjihad, dan mengharuskan perang maka orang-orang munafik akan melihat kalian dengan penuh ketakutan akan kematian.Maksud orang munafik pada ayat ini, yaitu orang yang imannya hanya sedikit dan menyimpan keraguan terhadap agama di hatinya. Maka kebinasaan semakin dekat kepada mereka. Makna fa aula lahum dalam budaya Arab adalah ancaman (tahdid).Lau la bermakna pemberi motivasi untuk mendapatkan sesuatu
Sumber: https://tafsirweb.com/9656-surat-muhammad-ayat-20.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 20-23 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang mukmin, bahwa mereka mengharapkan agar jihad disyariatkan atas diri mereka. Tetapi setelah Allah سبحانه وتعالى mewajibkan hal itu dan memerintahkannya, tiba-tiba kebanyakan dari mereka menolaknya, sebagaimana firmanNya: (Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka, "Tahanlah tanganmu (dari perang), dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh) seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami?Mengapa tidak engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah, "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun (77)) (Surah An-Nisa’) Dan di sini Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang-orang yang beriman berkata, "Mengapa tiada diturunkan suatu surat?”) yaitu mengandung hukum perang.Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati) yaitu karena kaget dan takut dalam menghadapi musuh.Kemudian Allah berfirman seraya mendorong mereka: (alangkah baiknya bagi mereka (20) taat dan mengucapkan perkataan yang baik) Sebenarnya lebih baik bagi mereka jika mendengar dan taat saat itu yaitu dalam keadaan dijamin (Apabila telah ditetapkan perintah perang) yaitu keadaannya menjadi sungguh-sungguh dan perang telah datang (sekiranya saja mereka membenarkan imannya kepada Allah) yaitu, mereka mengikhlaskan niat (niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka) Firman Allah: (Maka apakah kiranya jika kamu berpaling) yaitu dari jihad dan menolaknya (kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan) yaitu kalian akan kembali kepada kejahiliyahan kalian di masa lalu dimana kalian mengalirkan darah dan memutus hubungan kekeluargaan?Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka itulah orang-orang yang dilaknati oleh Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka (23)) Larangan membuat kerusakan di muka bumi ini bersifat umum dan larangan memutuskan hubungan kekeluargaan bersifat khusus, bahkan Allah memerintahkan untuk berbuat kebaikan di muka bumi dan menyambung kekeluargaan, yaitu dengan berbuat baik kepada kerabat melalui ucapan, perbuatan dan bersedekah.
Sumber: https://tafsirweb.com/9656-surat-muhammad-ayat-20.html
Informasi
Surat
محمّد (Muhammad)
Muhammad — 38 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
20 dari 38 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 509
Ruku
Ruku 444
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 102 (203/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4565 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-47