محمّد (Muhammad)
Per AyatMushaf
۞
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْٓا
beriman
اَطِيْعُوا
taatlah kamu
اللّٰهَ
Allah
وَاَطِيْعُوا
dan taatlah
الرَّسُوْلَ
rasul
وَلَا
dan tidak
تُبْطِلُوْٓا
kamu merusakkan
اَعْمَالَكُمْ
amal perbuatan kamu
﴿٣٣﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul dan janganlah kamu merusakkan segala amalmu.
4578 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan rasulNya serta melaksanakan syariatNYa, taatilah Allah dan taatilah RasulNya dalam perintah dan larangan keduanya, dan janganlah kalian membatalkan pahala amal-amal kalian dengan kekafiran dan kemaksiatan.
Sumber: https://tafsirweb.com/9669-surat-muhammad-ayat-33.html
Tafsir as-Sa'di
33. Allah memerintahkan orang-orang Mukmin dengan suatu perintah yang merupakan pelengkap segala urusan mereka dan agar kebahagiaan mereka, baik di dunia maupun di akhirat tercapai, yaitu menaati Allah dan RasulNya di berbagai masalah-masalah pokok Agama maupun cabang-cabangnya. Taat adalah menunaikan perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang sebagaimana yang diperintahkan dengan ikhlas dan mengikuti Sunnah Rasulullah secara sempurna.Firman Allah, “dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu,” mencakup larangan untuk merusak amal setelah dilakukan, seperti dengan cara selalu membicarakannya, membangga-bangakannya, serta mempublikasikannya kepada orang lain, juga berbagai kemaksiatan yang bisa menggugurkan pahala amal baik. Larangan ini juga mencakup larangan untuk merusak amalan pada waktu dilakukan dengan cara diputus atau dengan melakukan hal-hal yang bisa merusaknya. Semua hal yang bisa membatalkan shalat, puasa, haji, dan lainnya termasuk dalam hal ini dan juga dilarang.Dengan ayat ini para ulama fikih berdalil atas haramnya membatalkan amalan wajib serta makruhnya membatalkan amalan Sunnah tanpa alasan yang mewajibkan pembatalan tersebut. Karena Sunnah tanpa alasan yang mewajibkan pembatalan tersebut. Karena Allah melarang kita untuk membatalkan amalan, maka larangan tersebut sebagai perintah bagi kita untuk memperbaiki serta menyempurnakan amalan serta menunaikannya secara layak, baik dari segi ilmu maupun praktik.
Sumber: https://tafsirweb.com/9669-surat-muhammad-ayat-33.html
Tafsir Al-Wajiz
33. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya: Patuhilah perintah Allah dan rasul-Nya yang telah disampaikan kepada kalian, baik itu syariat dari Alquran maupun sunnah (hadis nabi). Jangan kalian rusak pahala amal kalian dengan mengiringinya dengan riya’, mencari popularitas, juga kemunafikan.Jangan kalian rusak pahala amal kalian dengan maksiat dan melawan perintah Allah dan rasul-Nya. Ayat ini turun untuk beberapa sahabat, sebagai pengingat. Sehingga mereka takut bahwa dosa mereka dapat merusak pahala amal mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/9669-surat-muhammad-ayat-33.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 32-35 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah, menentang dan memusuhi rasul, serta menolak dari keimanan setelah jalan petunjuk jelas baginya, bahkan sikap mereka itu sama sekali tidak merugikan Allah sedikit pun, dan sesungguhnya hanya akan memberikan mudharat kepada dirinya sendirim dan dia akan kecewa pada hari kemudian. Dan Allah akan menghapuskan amal-amalnya dan tidak memberikan pahala atas apa yang telah dia lakukan bahkan tidak ada sedikitpun kebaikan, karena dia murtad. bahkan Dia menghapus semuanya. Sebagaimana amal kebaikan, amal keburukan juga bisa lenyap.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang beriman agar taat kepadaNya dan taat kepada rasulNya, karena hal ini akan membawa mereka kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dan Allah melarang mereka murtad dimana itu dapat menghapuskan semua amal. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu) yaitu dengan murtad.Oleh karena itu Allah berfirman sesudahnya (Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalang, (manusia) dari jalan Allah, kemudian mereka mati dalam keadaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka (34)) sebagaimana firmanNya: (Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya) (Surah An-Nisa: 48) Kemudian Allah berfirman kepada hamba-hambaNya yang beriman: (Janganlah kamu lemah) yaitu janganlah bersikap lemah dalam menghadapi musuh (dan minta damai) yaitu memilih gencatan senjata, perdamaian, di antara kalian dan orang-orang kafir yang memusuhi kalian, padahal kalian kuat, jumlah kalian banyak dan senjata kalian lengkap.Oleh karena itu Allah berfirman: (Janganlah kamu lemah dan minta damai, padahal kamulah yang di atas) yaitu dalam keadaan kalian di atas musuh kalian.Adapun jika keadaan orang-orang kafir memiliki kekuatan yang lebih besar dan lebih banyak daripada orang-orang muslim, sedangkan iman orang-orang muslim memandang bahwa mengadakan gencatan senjata mengandung kemaslahatan , maka dia boleh melakukan itu. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah ﷺ ketika orang-orang kafir Quraisy melarangnya memasuki Makkah. Dan mereka mengajak Rasulullah ﷺ untuk berdamai dan menghentikan peperangan di antara mereka selama sepuluh tahun.Maka Rasulullah ﷺ menyetujuinya. Firman Allah (dan Allah (pun) beserta kamu) Ini mengandung berita gembira yang besar, berupa pertolongan dan kemenangan atas musuh (dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu) yaitu tidak akan menghapuskan, menggugurkan, dan menghilangkannya, bahkan Dia akan memenuhi pahalanya tanpa menguranginya sedikit pun
Sumber: https://tafsirweb.com/9669-surat-muhammad-ayat-33.html
Informasi
Surat
محمّد (Muhammad)
Muhammad — 38 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
33 dari 38 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 510
Ruku
Ruku 445
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 102 (204/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4578 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-47