Kembali ke Surat Muhammad

محمّد (Muhammad)

Surat ke-47, Ayat ke-36

اِنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَاِنْ تُؤْمِنُوْا وَتَتَّقُوْا يُؤْتِكُمْ اُجُوْرَكُمْ وَلَا يَسْـَٔلْكُمْ اَمْوَالَكُمْ

Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau. Jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta hartamu.

📚 Tafsir Al-Muyassar

36-37. Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan tipu daya. Bila kalian beriman kepada Allah dan RasulNya, serta bertakwa kepada Allah dengan menunaikan apa-apa yang Dia wajibkan dan menjauhi maksiat kepada-Nya, niscaya Allah memberi kalian pahala amal kalian.

Allah tidak meminta kalian mengeluarkan seluruh harta kalian dalam zakat, sebaliknya Allah hanya meminta sebagian darinya. Bila Allah meminta seluruh harta kalian dan mendesak kalian mengeluarkannya, niscaya kalian menolaknya dan memegang harta kalian kuat-kuat, serta terlihatlah apa yang ada didalam hati kalian berupa kekikiran saat diminta dari kalian harta yang kalian tidak suka untuk mengeluarkannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9672-surat-muhammad-ayat-36.html

📚 Tafsir as-Sa'di

36-37. Ini adalah dorongan dari Allah untuk hamba-hambaNya agar bersikap zuhud dalam kehidupan dunia, dengan cara memberitahukan mereka hakikat dunia, yaitu bahwa dunia adalah permainan dan senda gurau; permainan jasmaniah dan senda gurau dalam hati. Orang akan senantiasa bersenda gurau dengan harta, anak, perhiasan, kenikmatan yang di dapat dari istri, makanan, minuman, tempat tinggal, tempat duduk, pemandangan dan kepemimpinan, juga bermain-main dengan berbagai aktivitas yang tidak ada gunanya, justru berporos antara kebatilan, kellalaian dan kemaksiatan, hingga menghabiskan umur dunianya dan ajalnya tiba.

Semua hal-hal duniawi akan berpaling dan meninggalkannya dan sedikit pun tidak akan didapatkan oleh seseorang, bahkan jelas-jelas Nampak kerugiannya, terhalang dari pahala serta datang siksanya. Hal ini mengharuskan mereka yang berakal untuk bersikap zuhud terhadap dunia, tidak terlalu mencintai dunia serta tidak terlalu mencurahkan perhatiannya pada keduniaan. Yang harus diperhatikan adalah seperti tang disebutkan dalam Firman Allah, “Dan jika kamu beriman serta bertakwa,” yakni beriman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan Hari Akhir, bertakwa kepada Allah yang merupakan keharusan serta tuntutan keimanan, yaitu beramal meniti ridhaNya secara terus menerus dan menjauhi kemaksiatan.

Inilah yang bisa membawa manfaat bagi manusia dan yang seharusnya dijadikan perlombaan, diperhatikan dan diluangkan segenap usaha dalam mencarinya. Dan itulah yang dimaksudkan oleh Allah dari hamba-hambaNya sebagai rahmat dan kelembutan Allah kepada mereka agar mereka diberi balasan yang besar. Karena itulah Allah berfirman, “Dan jika kamu beriman serta bertakwa, maka Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.” Artinya, Allah tidak ingin membebankan sesuatu yang memberatkan kalian dan tidak ingin menyusahkan kalian dengan mengambil harta kalian sehingga kalian hidup tanpa harta atau mengurangi sesuatu yang membahayakan kalian.

Karena itulah Allah berfirman, “Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya), niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkian yang ada di hati karena kalian dituntut untuk mencurahkan sesuatu yang tidak kalian senangi.

Sumber: https://tafsirweb.com/9672-surat-muhammad-ayat-36.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

36. Sesungguhnya, dunia dan segala kesibukannya hanyalah permainan (la’bun). Yaitu perbuatan atau kesibukan yang tidak membawa manfaat baik untuk kehidupan akhirat maupun untuk perkara-perkara yang penting.

Kehidupan dunia juga berarti kesenangan sesaat (lahwun), yaitu segala sesuatu yang menyibukkan namun tidak bermanfaat. Namun jika kalian beriman kepada Allah dan rasul-Nya, bertakwa kepada-Nya dengan melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya maka Allah akan menganugerahkan pahala atas ketaatan kalian itu. Allah tidak memerintahkan kalian untuk mengeluarkan semua harta kalian, namun Allah hanya memerintahkan untuk mengeluarkan zakat wajib

Sumber: https://tafsirweb.com/9672-surat-muhammad-ayat-36.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 36-38 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kehinaan dan kerendahan dunia. Jadi Allah berfirman: (Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau) yaitu hasilnya hanya itu kecuali sebagian darinya yang digunakan karena Allah SWT.

Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu) Dia Maha Kaya daripada kalian, Dia tidak akan meminta sesuatu apa pun dari kalian. Dan sesungguhnya Dia mewajibkan zakat harta hanya untuk menyantuni dan membantu saudara-saudara kalian yang membutuhkan, yang manfaatnya dan pahalanya akan kembali kepada kalian. Kemudian Allah: (Jika Dia meminta harta kepadamu, lalu mendesak kamu) yaitu memerintahkan kalian untuk mengeluarkan (niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu) Qatadah berkata, bahwa Allah SWT telah mengetahui bahwa dengan mengeluarkan harta, maka terbacalah apa yang tersimpan di dalam dada.

Dan apa yang dikatakan Qatadah benar, karena sesungguhnya harta itu adalah sesuatu yang dicintai, dan tidaklah dibelanjakan melainkan untuk keperluan yang lebih disukai pemiliknya. Firman Allah SWT: (Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir) yaitu, tidak mau memenuhi hal itu (dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri) yaitu sesungguhnya yang dikurangi itu hanyalah pahalanya sendiri dan akibat dari hal itu akan menimpa dirinya sendiri (Dan Allah-lah Yang Maha Kaya) yaitu tidak membutuhkan kepada selainNya, sedangkan segala sesuatu butuh kepadaNya selamanya.

Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(nya)) yaitu, secara fitrah membutuhkanNya; sifat Maha Kaya bagi Allah SWT adalah sifat yang lazim bagiNya, dan sifat fakir bagi makhluk adalah sifat yang lazim bagi mereka yang tidak dapat dipisahkan darinya. Firman Allah SWT: (dan jika kamu berpaling) yaitu dari ketaatan kepadaNya dan mengikuti syariatNya (niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)) yaitu tetapi mereka adalah orang-orang yang tunduk patuh dan taat kepada perintah-perintahNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9672-surat-muhammad-ayat-36.html

Informasi Tambahan

Juz

26

Halaman

510

Ruku

445

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved