Kembali ke Surat Muhammad

محمّد (Muhammad)

Surat ke-47, Ayat ke-38

هٰٓاَنْتُمْ هٰٓؤُلَاۤءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِۚ فَمِنْكُمْ مَّنْ يَّبْخَلُ ۚوَمَنْ يَّبْخَلْ فَاِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَّفْسِهٖ ۗوَاللّٰهُ الْغَنِيُّ وَاَنْتُمُ الْفُقَرَاۤءُ ۗ وَاِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْۙ ثُمَّ لَا يَكُوْنُوْٓا اَمْثَالَكُمْ ࣖ

Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini).

📚 Tafsir Al-Muyassar

Inilah kalian (wahai orang-orang Mukmin), kalian diajak untuk berinfak di jalan Allah dalam rangka memerangi musuh-musuhNya dan menolong agamaNya. Diantara kalian ada yang kikir tidak ingin berinfak di jalan Allah. Barangsiapa yang kikir, maka dia hanya kikir terhadap dirinya sendiri.

Dan Allah Mahakaya, tidak membutuhkan kalian, sebaliknya kalianlah yang membutuhkan Allah. Bila kalian berpaling dari iman kepada Allah dan tidak menjalankan perintah-perintahNya, Dia bisa membinasakan kalian dan menghadirkan kaum yang lain, dan mereka tidak seperti kalian yang berpaling dari perintah Allah, sebaliknya mereka menaati Allah dan menaati rasulNya, serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/9674-surat-muhammad-ayat-38.html

📚 Tafsir as-Sa'di

38. Dalil bahwa Allah, seandainya menuntut dan meminta harta kalian berkali-kali , pasti kalian tidak akan memberi, adalah bahwa kalian “diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah,” dalam bentuk tadi yang disitulah terdapat kebaikan kalian, baik duniawi maupun ukhrawi, “maka di antara kamu ada orang yang kikir.” Artinya, bagaimana seandainya Allah meminta dan menuntut harta kalian di luar hal yang menurut kalian tidak terdapat maslahatnya secara langsung, bukankah hal itu lebih membuat kalian untuk tidak memberikan harta? Selanjutnya Allah berfirman, “dan siapa yang kikir, sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri.” Karena itu artinya dia mencegah dirinya sendiri untuk mendapatkan pahala dari Allah dan dengan demikian ia kehilangan kebaikan yang banyak.

Ia tidak berinfak pun sama sekali tidak membahayakan Allah, karena sesungguhnya Allah “Mahakaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya),” yakni memerlukanNya di seluruh waktu dan dalam berbagai urusan kalian. “Dan jika kamu berpaling,” dari iman kepada Allah dan menunaikan perintahNya, “niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).” Artinya, tidak seperti kalian yang berpaling, tapi kaum ini menaati Allah dan RasulNya serta mencintai Allah dan RasulNya sebagaimana yang disebutkan dalam Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya”-Al-Maidah:54-

Sumber: https://tafsirweb.com/9674-surat-muhammad-ayat-38.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

38. Ingat, bahwa kalianlah orang-orang mukmin yang diperintahkan untuk mengeluarkan harta kalian untuk berjuang di jalan Allah dengan mengeluarkan zakat, keperluan perang dan sebagainya. Namun di antara kalian masih ada orang-orang yang kikir untuk mengeluarkan hartanya.

Maka barang siapa enggan untuk mengeluarkan zakat dan sedekah sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dia menghalangi kebaikan datang kepada dirinya sendiri. Mereka menyia-nyiakan pahala kebaikan.

Sungguh Allah Maha Kaya dan tidak membutuhkan harta kalian. Kalianlah yang membutuhkan Allah. Jika kalian menolak untuk taat kepada Allah, maka Allah akan menciptakan pengganti kalian, mereka tidak akan seperti kalian yang menolak untuk beriman dan melakukan ketaatan.

Mereka tidak akan kikir untuk mengeluarkan hartanya untuk kepentingan perjuangan agama Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/9674-surat-muhammad-ayat-38.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 36-38 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang kehinaan dan kerendahan dunia. Jadi Allah berfirman: (Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau) yaitu hasilnya hanya itu kecuali sebagian darinya yang digunakan karena Allah SWT.

Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu) Dia Maha Kaya daripada kalian, Dia tidak akan meminta sesuatu apa pun dari kalian. Dan sesungguhnya Dia mewajibkan zakat harta hanya untuk menyantuni dan membantu saudara-saudara kalian yang membutuhkan, yang manfaatnya dan pahalanya akan kembali kepada kalian. Kemudian Allah: (Jika Dia meminta harta kepadamu, lalu mendesak kamu) yaitu memerintahkan kalian untuk mengeluarkan (niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu) Qatadah berkata, bahwa Allah SWT telah mengetahui bahwa dengan mengeluarkan harta, maka terbacalah apa yang tersimpan di dalam dada.

Dan apa yang dikatakan Qatadah benar, karena sesungguhnya harta itu adalah sesuatu yang dicintai, dan tidaklah dibelanjakan melainkan untuk keperluan yang lebih disukai pemiliknya. Firman Allah SWT: (Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir) yaitu, tidak mau memenuhi hal itu (dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri) yaitu sesungguhnya yang dikurangi itu hanyalah pahalanya sendiri dan akibat dari hal itu akan menimpa dirinya sendiri (Dan Allah-lah Yang Maha Kaya) yaitu tidak membutuhkan kepada selainNya, sedangkan segala sesuatu butuh kepadaNya selamanya.

Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(nya)) yaitu, secara fitrah membutuhkanNya; sifat Maha Kaya bagi Allah SWT adalah sifat yang lazim bagiNya, dan sifat fakir bagi makhluk adalah sifat yang lazim bagi mereka yang tidak dapat dipisahkan darinya. Firman Allah SWT: (dan jika kamu berpaling) yaitu dari ketaatan kepadaNya dan mengikuti syariatNya (niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)) yaitu tetapi mereka adalah orang-orang yang tunduk patuh dan taat kepada perintah-perintahNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/9674-surat-muhammad-ayat-38.html

Informasi Tambahan

Juz

26

Halaman

510

Ruku

445

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved