الفتح (Al-Fath)

Per AyatMushaf
لِّيُدْخِلَ
Karena Dia hendak memasukkan
الْمُؤْمِنِيْنَ
orang-orang mukmin laki-laki
وَالْمُؤْمِنٰتِ
dan orang-orang mukmin perempuan
جَنّٰتٍ
surga
تَجْرِيْ
mengalir
مِنْ
dari
تَحْتِهَا
bawahnya
الْاَنْهٰرُ
sungai-sungai
خٰلِدِيْنَ
mereka kekal
فِيْهَا
didalamnya
وَيُكَفِّرَ
dan Dia hendak menghapus
عَنْهُمْ
dari mereka
سَيِّاٰتِهِمْۗ
kesalahan mereka
وَكَانَ
dan adalah
ذٰلِكَ
demikian itu
عِنْدَ
di sisi
اللّٰهِ
Allah
فَوْزًا
keuntungan
عَظِيْمًاۙ
besar
﴿٥﴾
Agar Dia masukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dan Dia akan menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu menurut Allah suatu keuntungan yang besar,
4588 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah hendak memasukkan orang-orang beriman; laki-laki dan perempuan ke dalam surga-surga yang sungai-sungai mengalir di bawah istana-istana dan pohon-pohonnya, mereka tinggal disana selamanya. Allah menghapus keburukan yang pernah mereka kerjakan, sehingga Dia tidak menghukum mereka atasnya. Balasan tersebut di sisi Allah merupakan keselamatan dari segala kepedihan dan kemenangan meraih segala yang diinginkan.

Sumber: https://tafsirweb.com/9717-surat-al-fath-ayat-5.html

Tafsir as-Sa'di

5. “Supaya Dia memasikan orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai mereka kekal didalamnya dan supaya mereka menutupi kesalahan-kesalahan mereka.” Inilah karunia terbesar yang di peroleh kaum Mukminin, mereka mendapatka apa-apa yang diinginkan dan di harapkan dengan masuknya ke dalam surga, dan ketakutan mereka dihilangkan dengan cara penghapusan kesalahan-kesalahan yang mereka miliki “dan yang demikian itu.” Balasan yang disebut bagi kaum Mukminin, “di sisi Allah adalah keberuntungan yang besar.” Inilah yang dilakukan Allah terhadap orang-orang Mukmin pada peristiwa kemenangan yang nyata itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/9717-surat-al-fath-ayat-5.html

Tafsir Al-Wajiz

5. Allah menguji para tentara-Nya yang Dia kehendaki agar mereka dimasukkan ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai di bawah bilik-bilik dan kebun-kebunnya. Allah menutupi dosa mereka, tidak ditampakkan dan tidak diazab.Janji surga dan ampunan adalah janji dari Allah. Dalam ketetapannya itu terdapat keberuntungan yang tidak sebanding dengan keberuntungan lain. Jabir berkata: Nabi ﷺ bersabda: “Orang-orang yang telah berbaiat di bawah pohon (peristiwa Hudaibiyah) tidak akan masuk neraka.”

Sumber: https://tafsirweb.com/9717-surat-al-fath-ayat-5.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 4-7 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dialah yang telah menurunkan ketenangan) yaitu menjadi ketenangan. Pendapat itu dikatakan Ibnu Abbas dan diriwayatkan juga darinya bahwa yang dimaksud adalah rahmat. Qatadah berkata makna yang dimaksud adalah ketenangan dalam hati orang-orang mukmin, yakni para sahabat di hari Hudaibiyah, dimana mereka adalah orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan rasulNya ﷺ serta tunduk patuh kepada hukum Allah dan rasulNya.Setelah hati mereka tenang dan tenteram, maka Allah menambahkan keimanan kepada mereka selain dari keimanan mereka. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa seandainya Dia menghendaki, bisa saja Dia melancarkan pembalasan terhadap orang-orang kafir. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi) yaitu seandainya Allah mengirimkan terhadap mereka seorang malaikat, maka malaikat itu dapat membinasakan mereka semua.Tetapi Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada para hambaNya yang beriman untuk berjihad dan berperang, mengingat di dalam hal itu terkandung hikmah yang jelas, hujjah yang pasti, dan bukti yang terang. Oleh karena itu Allah berfirman: (dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya) Disebutkan dalam hadits Anas bahwa ketika para sahabat berkata,"Wahai Rasulullah, selamat untukmu, maka apakah yang untuk kami?" Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya: (Supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai'mereka kekal di dalamnya) yaitu tinggal di dalamnya untuk selamanya (dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka) yaitu kesalahan dan dosa-dosa mereka.Dia tidak menghukum mereka atas hal itu, bahkan memaafkan, mengampuni, menutup, mengasihani dan mensyukurinya (Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah) sebagaimana firman­Nya: (Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya) (Surah Ali Imran: 185).Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah) yaitu mereka berprasangka buruk terhadap Allah سبحانه وتعالى dalam hukumNya, serta terhadap Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya, hendaklah mereka semuanya dibunuh dan dilenyapkan semua. Oleh karena iru Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka) yaitu menjauhkan mereka dari rahmatNya (dan menyediakan bagi mereka neraka Jahanam. Dan (neraka Jahanam) itulah sejahat-jahat tempat kembali) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menegaskan kekuasaanNya untuk memberikan pembalasan terhadap para musuh, yaitu musuh-musuh Islam dari kalangan orang-orang kafir dan orang-orang munafik (Dan kepunyaan Allahlah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (7))

Sumber: https://tafsirweb.com/9717-surat-al-fath-ayat-5.html

Informasi

Surat

الفتح (Al-Fath)

Kemenangan — 29 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

5 dari 29 ayat

Juz

Juz 26

Halaman

Halaman 511

Ruku

Ruku 446

Manzil

Manzil 6

Hizb

Hizb 102 (204/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-4588 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-48