الفتح (Al-Fath)
Per AyatMushaf
سَيَقُوْلُ
akan berkata
الْمُخَلَّفُوْنَ
orang-orang yang tertinggal
اِذَا
apabila
انْطَلَقْتُمْ
kamu berangkat
اِلٰى
kepada
مَغَانِمَ
rampasan perang
لِتَأْخُذُوْهَا
untuk kamu mengambilnya
ذَرُوْنَا
biarkanlah kami
نَتَّبِعْكُمْ
kami mengikuti kamu
ۚ
يُرِيْدُوْنَ
mareka hendak
اَنْ
bahwa
يُّبَدِّلُوْا
mereka akan mengganti
كَلٰمَ
firman
اللّٰهِ
Allah
ۗ
قُلْ
katakanlah
لَّنْ
tidak
تَتَّبِعُوْنَا
kamu mengikuti kami
كَذٰلِكُمْ
demikianlah
قَالَ
katakanlah
اللّٰهُ
Allah
مِنْ
dari
قَبْلُ
sebelum
ۖفَسَيَقُوْلُوْنَ
maka akan berkata mereka
بَلْ
tetapi
تَحْسُدُوْنَنَا
kamu dengki pada kami
ۗ
بَلْ
tetapi
كَانُوْا
adalah mereka
لَا
tidak
يَفْقَهُوْنَ
mereka mengerti
اِلَّا
kecuali
قَلِيْلًا
sedikit
﴿١٥﴾
Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikuti kamu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.” Maka mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.
4598 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang tidak berangkat berjihad akan berkata kepadamu (wahai Nabi) manakala kamu dan para sahabatmu berangkat untuk mengambil harta rampasan Perang Khaibar yang telah Allah janjikan kepada kalian, “Izinkanlah kami bersama kalian ke Khaibar.” Mereka hendak merubah janji Allah kepada kalian. Katakanlah kepada mereka, “Kalian tidak boleh ikut (berangkat) bersama Kami ke Khaibar, karena Allah telah berfirman kepada kami sebelum kami pulang ke Madinah bahwa harta rampasan perang Khaibar hanya untuk siapa yang ikut dalam perjanjian HUdaibiyah bersama kami.” Mereka akan berkata, “Perkaranya tidak seperti itu, Allah tidak memerintahkannya kepada kalian. Kalian hanya ingin menghalang-halangi kami berangkat karena kalian hasad terhadap kami, agar kami tidak mendapatkan harta rampasan perang bersama kalian.” Urusannya tidak seperti yang mereka sangka, mereka memang tidak memahami dari Allah apa yang menjadi hak mereka dan apa yang menjadi kewajiban mereka dari masalah agama, kecuali sedikit.
Sumber: https://tafsirweb.com/9727-surat-al-fath-ayat-15.html
Tafsir as-Sa'di
15. Setelah Allah menyebutkan orang-orang yang tidak pergi berjihad serta mencela mereka, selanjutnya Allah menyebutkan sebagian hukuman duniawi untuk mereka yaitu bahwa Rasulullah dan para sahabatnya ketika mendapatkan berbagai harta rampasan perang tanpa peperangan, mereka menginginkan agar disertakan, mereka berkata, “Biarkanlah kami, niscaya Kami mengikuti kamu,” mereka hendak (ingin) dengan cara itu “merubah janji Allah.” Karena telah memutuskan hukuman bagi mereka dan Allah telah mengkhususkan harta rampasan perang hanya untuk para sahabat yang beriman menurut ketentuan syariat dan takdir. “Katakanlah” kepada mereka “Janganlah kalian mengikuti kami.’ Seperti itulah yang difirmankan Allah sebelumnya.” Sesungguhnya kalian terhalang untuk mendapatkan harta rampasan perang karena perbuatan dosa yang kalian lakukan terhadap diri kalian dan karena kalian tidak ikut pergi berperang pada mulanya. “Maka mereka akan berkata,” seraya menjawab pernyataan yang melarang mereka untuk ikut berperang tersebut, “Sebenarnya kalian iri pada kami,” terhadap harta rampasan perang, dan inilah puncak pengetahuan mereka tentang berperang. Andai mereka mengerti dan memahami, tentu mereka tahu bahwa penyebab yang membuat mereka terhalang untuk mendapatkan harta rampasan perang adalah karena kemaksiatan yang mereka lakukan.Orang-orang yang melakukan kemaksiatan berhak mendapatkan hukuman dunia dan akhirat. Karena itulah Allah berfirman, “Tetapi mereka itu tidak mengerti kecuali hanya sedikit.”
Sumber: https://tafsirweb.com/9727-surat-al-fath-ayat-15.html
Tafsir Al-Wajiz
15. Orang-orang yang tidak ikut mendatangi perjanjian Hudaibiyah tersebut akan berkata saat kalian pergi untuk mengambil rampasan perang Khaibar: “Sisakanlah (harta itu) untuk kami. Kami akan ikut kalian untuk mengambilnya.” Mereka ingin mengubah Kalam Allah, yaitu janjiNya yang dikhususkan untuk orang yang ikut perjanjian Hudaibiyah.Allah akan mengganti rampasan perang Mekah dengan rampasan perang Khaibar. Katakanlah kepada mereka wahai Rasulallah: “Kalian tidak akan ikut dengan kami untuk mengambil rampasan perang Khaibar. Hal itu disampaikan Allah kepada kami bahwa rampasan perang Khaibar hanya diperuntukkan untuk orang-orang yang ikut perjanjian Hudaibiyah.” Saat mendengar hal itu, orang-orang munafik itu akan berkata: “Sesungguhnya kalian mencegah kami untuk ikut dan keluar bersama kalian.Kalian iri sehingga tidak mengikutsertakan kami untuk mengambil rampasan perang Khaibar.”. Akan tetapi faktanya mereka tidak mengetahui tentang hukum-hukum agama kecuali hanya sedikit, yaitu hukum yang berhubungan dengan rampasan perang saja.
Sumber: https://tafsirweb.com/9727-surat-al-fath-ayat-15.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 15 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang Arab Badui yang tidak ikut berangkat bersama Rasulullah ﷺ dalam umrah Hudaibiyah, yaitu ketika Nabi ﷺ dan para sahabatnya berangkat menuju ke Khaibar dengan maksud menaklukkannya, bahwa orang-orang Arab Badui itu meminta agar bisa ikut berangkat bersama pasukan muslim menuju ke tempat ghanimah. Padahal sebelumnya mereka tidak mau ikut saat mereka diminta untuk memerangi dan berjuang melawan musuh dengan penuh keteguhan hati. Maka Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada RasulNya untuk tidak memberi izin bagi mereka ikut dalam perang Khaibar, sebagai hukuman terhadap mereka sesuai dengan dosa mereka, karena sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى menjanjikan kepada ahli Hudaibiyah untuk mendapat ghanimah Khaibar, hanya mereka semata, tidak ada seorangpun selain mereka yang menemani mereka, dari kalangan orang-orang Arab Badui yang sebelumnya tidak mau ikut.Mereka yang tidak ikut sebelumnya sama sekali tidak boleh mendapatkannya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (mereka hendak mengubah janji Allah) Mujahid dan Qatadah berkata bahwa yang dimaksud adalah apa yang dijanjikan Allah kepada ahli Hudaibiyah. Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir.Ibnu Zaid berkata bahwa yang dimaksud adalah apa yang disebutkan firmanNya سبحانه وتعالى: (Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka katakanlah, "Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang yang pertama kali. Karena itu, duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang” (83)) (Surah At-Taubah) Pendapat yang disebutkan Ibnu Zaid ini masih perlu ditinjau, karena ayat yang ada dalam surah At-Taubah ini diturunkan tentang perang Tabuk, sedangkan Perang Tabuk terjadi setelah umrah Hudaibiyah. (Katakanlah, "Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya”) yaitu, Allah telah menjanjikan kepada ahli Hudaibiyah sebelum kalian meminta bergabung bersama mereka (Mereka akan mengatakan, "Sebenarnya kamu dengki kepada kami”) yaitu tidak boleh kami ikutkan dalam memperoleh ghanimah (Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali) yaitu, perkaranya tidak seperti apa yang mereka kira, bahkan sebenarnya mereka tidak mempunyai pengertian
Sumber: https://tafsirweb.com/9727-surat-al-fath-ayat-15.html
Informasi
Surat
الفتح (Al-Fath)
Kemenangan — 29 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
15 dari 29 ayat
Juz
Juz 26
Halaman
Halaman 512
Ruku
Ruku 447
Manzil
Manzil 6
Hizb
Hizb 102 (204/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-4598 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-48