اٰل عمران (Ali 'Imran)

Per AyatMushaf
اَلَّذِيْنَ
orang-orang yang
قَالُوْا
(mereka) mengatakan
لِاِخْوَانِهِمْ
kepada saudara-saudaranya
وَقَعَدُوْا
dan mereka duduk
لَوْ
sekiranya
اَطَاعُوْنَا
mereka mengikuti kita
مَا
tidak
قُتِلُوْا
mereka terbunuh
ۗ
قُلْ
katakanlah
فَادْرَءُوْا
maka tolaklah
عَنْ
dari
اَنْفُسِكُمُ
diri kalian sendiri
الْمَوْتَ
kematian
اِنْ
jika
كُنْتُمْ
kalian adalah
صٰدِقِيْنَ
orang-orang yang benar
﴿١٦٨﴾
(Mereka itu adalah) orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh.” Katakanlah, “Cegahlah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang yang benar.”
461 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik itu, merekalah orang-orang yang duduk-duduk, dan mereka berkata kepada saudara-saudara mereka yang menjadi korban bersama kaum muslimin dalam peperangan mereka melawan kaum musyrikin pada perang uhud, ”sekiranya mereka itu taat kepada kami, pastilah mereka tidak akan terbunuh.” Katakanlah kepada mereka (wahai rasul), ”maka tolaklah kematian dari diri-diri kalian,jika kalian orang-orang yang benar dalam pengakuan kalian bahwa sanya mereka itu seandainya menuruti kalian tidak akan terbunuh dan sesungguhnya kalian selamat dari terbunuh gara-gara tidak beranjak pergi menuju medan peperangan.”

Sumber: https://tafsirweb.com/1300-surat-ali-imran-ayat-168.html

Tafsir as-Sa'di

168. Kemudian Allah berfirman, “Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang, ‘Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh’ .” maksudnya, mereka (orang-orang munafik itu) menyatukan tindakan antara tidak ikut berjihad dengan menentang dan mendustakan Qadha’ dan Qadar Allah.Allah berfirman membantah mereka, “Katakanlah, ‘Tolaklah’ ,” maksudnya, hindarkanlah, “kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.” (Buktikan) bahwa mereka bila menaati kalian maka tidaklah mereka akan terbunuh, kalian tidak akan mampu melakukan itu dan tidak akan bisa.Dalam ayat-ayat ini terdapat dalil bahwa seorang hamba terkadang memiliki ciri-ciri kekufuran dan keimanan, dan terkadang lebih dekat kepada salah satu daripada kepada lainnya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1300-surat-ali-imran-ayat-168.html

Tafsir Al-Wajiz

168. Orang-orang munafik yang tidak ikut orang mukmin memerangi orang musyrik di perang Uhud akan berkata kepada saudaranya dengan penuh kemunafikan: “Jika saja di perang Uhud mereka mengikuti kami dengan tidak keluar Madinah, niscaya pada hari itu mereka tidak akan terbunuh” Katakanlah kepada mereka wahai Nabi: “Lindungilah diri kalian dari kematian saat ajal kalian telah datang, jika tindakan mundur dan berdiam diri kalian itu bisa menyelamatkan kalian dari kematian.” Maknanya kalian tidak bisa menghindari takdir. Sesungguhnya orang yang terbunuh itu mati karena ajalnya telah tiba

Sumber: https://tafsirweb.com/1300-surat-ali-imran-ayat-168.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 165-168 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah) yaitu apa yang yang menimpa mereka,pada hari perang Uhud ketika tujuh puluh orang dari mereka terbunuh, (padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu) yaitu pada hari perang Badar. Sesungguhnya mereka telah membunuh tujuh puluh orang musyrik dan menawan tujuh puluh tawanan. (kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?) yaitu dari mana datangnya hal ini? (Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri") Ibnu Abbas berkata, "Umar bin Khattab bercerita kepadaku, dia berkata,”Ketika hari perang Uhud terjadi pada tahun berikutnya, mereka dihukum atas apa yang mereka lakukan pada hari perang Badar, yaitu dengan membayar tebusan. Di antara mereka, ada tujuh puluh orang terbunuh, sedangkan sahabat-sahabat Rasulullah ﷺ melarikan diri darinya.Perisai Rasulullah ﷺ rusak, helmnya pecah, dan darah mengalir di wajahnya. Lalu Allah menurunkan ayat (Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri") dengan membayar tebusan Muhammad bin Ishaq, Ibnu Juraij, Ar-Rabi' bin Anas, dan As-Suddi berkata terkait firmanNya: (Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri") yaitu karena pelanggaran kalian terhadap Rasulullah ﷺ ketika beliau memerintahkan kalian untuk tidak meninggalkan posisi kalian, tetapi kalian melanggarnya" yaitu para pemanah. (Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) yaitu Dia melakukan sesuatu dan menentukan hukum sesuai kehendakNya sehingga tidak ada yang mampu mengelak dari hukumNya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah) yaitu pelarian diri kalian dari musuh kalian, pembunuhan mereka terhadap sebagian dari kalian, dan pemberian luka mereka kepada yang lainnya itu semua dengan ketetapan Allah dan takdirNya, dan di dalamnya terdapat hikmah. (dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman) yaitu orang-orang yang bersabar dan tetap teguh tanpa tergoncang (Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)".Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu") yaitu dengan hal itu yaitu rombongan Abdullah bin Ubay bin Salul yang kembali bersamanya di tengah perjalanan. Lalu beberapa laki-laki dari orang-orang mukmin mengikuti mereka untuk membujuk mereka untuk kembali, ikut berperang dan memberi bantuan. Oleh karena itu Allah berfirman (atau pertahankanlah (dirimu)).Ibnu Abbas, Ikrimah, Sa'id bin Jubair, Adh-Dhahhak, Abu Shalih, Al-Hasan, dan As-Suddi mengatakan bahwa mereka kebanyakan mereka adalah orang-orang muslim berkulit gelap. Al-Hasan bin Shalih berkata maknanya adalah “bertahan dengan berdoa". Ulama’ lain berkata,”Saling berpeganganlah”.Lalu mereka berkata,(Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu) Mujahid berkata, "Mereka ingin mengatakan, “Jika kami tahu bahwa kalian akan menghadapi pertempuran, sungguh kami akan datang, namun kalian tidak sedang menghadapi pertempuran” Allah berfirman: (Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan) Mereka menggunakan ini sebagai dalil bahwa seseorang terkadang berubah-ubah keadaannya, kadang-kadang lebih mendekati kekufuran dan kadang-kadang lebih mendekati keimanan, sesuai dengan firmanNya: (Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya) yaitu mereka mengucapkan kata-kata tanpa meyakini kebenarannya, di antaranya adalah ucapan mereka: (Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu) Mereka tahu bahwa pasukan orang-orang musyrik datang dari jauh untuk membantu untuk mengalahkan orang-orang muslim karena apa yang menimpa kebanyakan dari pada hari perang Badar (padahal mereka berkali-kali lipat lebih banyak dari kaum muslim) dimana mereka tahu bahwa pasti akan terjadi peperangan di antara mereka.Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: "Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh") yaitu jika mereka mendengarkan saran kita untuk tetap berdiam diri dan tidak keluar, mereka tidak akan terbunuh.Allah سبحانه وتعالى berfirman. (Katakanlah: "Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar") yaitu jika berdiam diri, maka seseorang akan terselamatkan dari kematian. Maka sebaiknya kalian tidak akan mati. Kematian itu pasti akan mendatangi kalian sekalipun kalian berada dalam benteng yang kokoh, maka lindungilah diri kalian dari kematian jika kalian adalah orang-orang yang benar.

Sumber: https://tafsirweb.com/1300-surat-ali-imran-ayat-168.html

Informasi

Surat

اٰل عمران (Ali 'Imran)

Keluarga Imran — 200 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

168 dari 200 ayat

Juz

Juz 4

Halaman

Halaman 72

Ruku

Ruku 58

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 14 (28/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-461 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-3